Mata

Perawatan Iritasi Mata

Mata adalah indra utama yang kita pakai untuk merasakan dunia. Penglihatan yang bagus akan membuat hidup lebih indah. Mata itu  jendela dunia, karena itu perawatan utama harusnya jadi kebutuhan utama. Dengan segala debu dan kotoran, cahaya dari gadget dan komputer, hingga televisi  yang terkena ke mata kita. Tidak jarang benda asing ini membuat kita iritasi, bahkan sampai penyakit serius. Ada banyak cara untuk merawat kesehatan mata kita. Selain pola hidup sehat dan makanan yang dapat membantu menjaga kesehatan mata, kamu bisa mengonsumsi suplemen vitamin atau menggunakan obat tetes mata. Kebanyakan orang menggunakan obat tetes mata untuk meringankan dan mengatasi iritasi pada mata.


Jenis Gangguan Mata

Ada beberapa gangguan pada mata yang umum terjadi, seperti mata merah, katarak, glaukoma, refraksi mata, dan pterigium. Berikut gangguan mata yang perlu diwaspadai:


Mata merah atau dalam bahasa medis disebut konjungtivitis adalah iritasi mata akibat asap polusi, alergi, paparan zat kimia (sabun atau sampo), hingga infeksi (virus, bakteri, dan jamur). Gangguan ini biasanya membuat mata merah, terasa nyeri, gatal, berair hingga pembengkakan di sekitar area mata. Mata merah bisa disembuhkan dengan penggunaan obat tetes mata. Katarak, salah satu penyakit penyebab kebutaan yang paling banyak. Katarak menyebabkan lensa mata berawan, dan menghalangi pandangan. Penderita katarak akan mengalami kesulitan melihat di malam hari atau di tempat redup, tetapi terlalu peka pada cahaya, dan juga sulit membedakan warna. Selain usia, katarak juga bisa terjadi karena genetik, diabetes, darah tinggi atau hipertensi, dan merokok.


Glaukoma, yaitu kerusakan saraf optik mata. Penyakit ini memiliki dua jenis yaitu sudut terbuka dan sudut tertutup. Keduanya bisa disebabkan oleh faktor usia, keturunan, komplikasi darah tinggi, komplikasi diabetes dan juga peradangan oleh retina. Jika penyakit ini dapat dideteksi lebih cepat, biasanya akan lebih baik karena penanganan yang cepat dan cocok bisa dilakukan

Refraksi mata. Masalah ini adalah nama dari gangguan mata yang mengakibatkan cahaya tidak masuk terpusat langsung pada retina mata. rabun dekat (hiperopia) yang menyebabkan penglihatan buram saat melihat benda dekat, rabun jauh (miopia): menyebabkan penglihatan buram saat melihat objek dari kejauhan, astigmatisme: menyebabkan penglihatan ganda saat melihat objek dari jarak dekat dan jauh, serta presbiopi (mata tua): yang terjadi pada usia 40 tahun ke atas lalu membuat penglihatan buram dalam jarak dekat, termasuk pada refraksi mata. Gejala umum dari refraksi mata adalah ketidakmampuan melihat benda dengan jelas (baik jauh atau dekat), pandangan kabur atau berbayang, hingga kepala terasa pusing saat mencoba fokus pada satu titik.


Pterigium. Kondisi ini membuat mata terganggu karena adanya selaput lendir yang menutupi bagian putih mata. Penyebabnya karena radiasi matahari yang menerpa mata terlalu lama. Gejalanya bisa meliputi mata merah, pandangan kabur, dan mata gatal atau panas. Adanya selaput lendir juga membuat mata terasa seperti kelilipan tak berkesudahan. Pterigium sendiri bisa sembuh dengan menggunakan tetes mata kortikosteroid untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut atau dengan operasi.


Pilih Obat Mata sesuai Kebutuhan

Setiap kondisi mata memiliki kebutuhan yang berbeda. Dari obat tetes untuk merawat mata secara sehari hari hingga kebutuhan obat mata kamu yang lebih serius. Di samping obat tetes, bentuk lain seperti pil, tablet, dan aplikasi lain bisa kamu temukan sesuai untuk kebutuhan mata kamu. Jika memiliki riwayat penyakit tertentu, perhatikan pemilihan obat yang bisa kamu konsumsi untuk mengatasi kondisi dan masalah mata yang dialami. Jangan ragu membicarakan gangguan mata yang kamu alami pada dokter Halodoc. Sebab melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa langsung berbicara dengan dokter spesialis mata, sampaikan keluhan, dan terima resep yang bisa langsung kamu tebus online di Halodoc.