
Mertus Cream 10 gr
Rp63.200
Tube
*Harga berbeda di tiap apotik
Informasi Ini untuk Kalangan Medis
Deskripsi
Mertus Cream 10 gr mengandung Mupirocin 2% dalam sediaan krim yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada kulit.
Informasi terkait kandungan obat:
Mupirocin bekerja membunuh bakteri penyebab infeksi dengan menghambat enzim isoleusil-tRNA sintetase bakteri secara reversibel, sehingga menghentikan pembentukan protein yang dibutuhkan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. Obat ini efektif terutama terhadap bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus (termasuk beberapa strain yang resistan terhadap metisilin/MRSA) dan Streptococcus pyogenes, namun tidak efektif terhadap Pseudomonas. Karena mekanisme kerjanya berbeda dari golongan antibiotik lain, Mupirocin umumnya tidak menunjukkan resistansi silang dengan antibiotik oral/sistemik yang biasa digunakan untuk infeksi kulit.
Absorpsi: Penyerapan sistemik melalui kulit utuh sangat minimal; sebagian kecil dapat terserap bila diaplikasikan pada kulit yang luka atau area luas.
Distribusi: Bekerja terutama secara lokal di kulit; distribusi sistemik minimal pada penggunaan topikal wajar.
Metabolisme: Bila terserap secara sistemik, dimetabolisme dengan cepat menjadi asam monik (monic acid), metabolit tidak aktif.
Ekskresi: Metabolit diekskresikan terutama melalui urine.
Obat ini tergolong Obat Keras dalam penggunaannya harus sesuai anjuran dokter/resep dokter.

Dosis
Oleskan lapisan tipis krim pada area kulit yang terinfeksi, 3 kali sehari.
Dosis lazim Mupirocin topikal: dioleskan 3 kali sehari selama 5-7 hari untuk impetigo, atau hingga 10 hari untuk infeksi kulit bakteri lain, sesuai anjuran dokter. Tidak disarankan digunakan lebih dari 10 hari berturut-turut untuk mengurangi risiko resistansi bakteri.
Aturan Pakai
Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.
Oleskan krim dalam lapisan tipis pada area yang terinfeksi, dapat ditutup dengan kain kasa bila diperlukan.
Cuci tangan setelah pemakaian, kecuali tangan adalah area yang diobati.
Hindari kontak dengan mata, mulut, dan hidung; segera bilas dengan air bila terkena area tersebut.

Kategori Kehamilan:
-
Perhatian
Hanya untuk pemakaian luar (kulit); hindari kontak dengan mata, mulut, dan mukosa.
Tidak disarankan untuk luka bakar berat, luka terbuka yang luas, atau digunakan dalam jangka panjang, karena formulasi salep mengandung polietilen glikol yang dapat terserap dan memberatkan fungsi ginjal terutama pada gangguan ginjal sedang-berat.
Hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter bila tidak ada perbaikan setelah beberapa hari atau muncul tanda infeksi baru/reaksi alergi.
Gunakan hanya jika benar-benar diperlukan pada ibu hamil dan menyusui sesuai anjuran dokter.
kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap Mupirocin atau komponen lain dalam formulasi, termasuk polietilen glikol (PEG/macrogol) pada beberapa formulasi salep.
Efek Samping
Umum:
Rasa terbakar, perih, atau gatal ringan pada area yang diolesi.
Tidak umum/jarang:
Kemerahan kulit (eritema), kulit kering, ruam, dan reaksi alergi kulit (dermatitis kontak).

Indikasi Umum
Infeksi bakteri pada kulit yang disebabkan oleh bakteri gram positif (terutama Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes), termasuk impetigo (non-bulosa) dan infeksi kulit superfisial lainnya.
Komposisi
Tiap gram krim mengandung Mupirocin 20 mg (2%).
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Manufaktur
Pharos
Kemasan
Dus, 1 Tube @ 10 g
No. Registrasi
BPOM: DKL1021638529A1
Nomor Sertifikasi Halal:
BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/)
MIMS INDONESIA (https://www.mims.com/indonesia/drug)
British National Formulary (BNF) 82, September 2021-March 2022. London: BMJ Group and Pharmaceutical Press; 2021. Bab Bacterial skin infections, monograf Mupirocin, p.1286.
Martindale: The Complete Drug Reference, Thirty-eighth Edition. London: Pharmaceutical Press; 2014. Bab Antibacterials (topical), monograf Mupirocin.
Drug Information Handbook (Lexi-Drugs Online), 17th Edition. Hudson (OH): Lexi-Comp Inc; 2009. Monograf Mupirocin.
Stockley's Drug Interactions: A Source Book of Interactions, Their Mechanisms, Clinical Importance and Management, Ninth Edition. Edited by Karen Baxter. London/Chicago: Pharmaceutical Press; 2010. Bagian interaksi antibiotik topikal (interaksi klinis minimal pada penggunaan topikal).Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis
Diperbarui: 04 Sep 2026

Aza 20 Cream 10 g
Rp67.200 - Rp67.200

Niacef 4% Gel 15 g
Rp37.500 - Rp45.400

Medi-Klin Gel 15 g
Rp31.900 - Rp38.800

Reticor 0.025% Cream 15 g
Rp32.700 - Rp32.700
Sponsored


