




Pletaal 100 mg 10 Tablet
Rp112.300
Strip
*Harga berbeda di tiap apotik
Informasi Ini untuk Kalangan Medis
Deskripsi
Pletaal 100 mg merupakan obat yang digunakan untuk terapi sistemik khususnya mengurangi gejala dari klaudikasio intermiten yaitu gejala nyeri otot yang terjadi pada aktivitas ringan (nyeri, kram, mati rasa atau rasa lelah). Pletaal mengandung Cilostazol yang bekerja dengan cara menghambat PDE yang menurunkan degradasi cAMP sehingga kadarnya meningkat. Peningkatan cAMP dapat menurunkan agregasi trombosit dan menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan menurunkan proliferasi otot polos pembuluh darah. Cilostazol dapat meningkatkan aliran darah dan jumlah oksigen untuk mengalir pada otot.Pletaal juga dapat digunakan untuk terapi gejala iskemik termasuk ulserasi, nyeri dan rasa dingin pada oklusi arteri kronik. Obat ini tergolong Obat Keras (HARUS DENGAN RESEP DOKTER). Dalam pembelian produk ini, Anda akan diarahkan untuk melakukan sesi edukasi singkat dengan Dokter kami mengenai penggunaan yang tepat dan aman. Sesi ini akan dikenakan biaya layanan.

Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.
Dewasa: 2 kali sehari 100 mg
Aturan Pakai
Dikonsumsi saat perut kosong.

Kategori Kehamilan: C
Butuh Perhatian
Obat ini memiliki risiko untuk ibu hamil dan janin. Konsultasikan dengan dokter dan pertimbangkan alternatif lain.
Perhatian
HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Perdarahan, gagal jantung kongesi, kehamilan., menyusui. Katagori Kehamilan : katagori C: Mungkin berisiko. Obat digunakan dengan hati-hati apabila besarnya manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko terhadap janin. Penelitian pada hewan uji menunjukkan risiko terhadap janin dan belum terdapat penelitian langsung terhadap wanita hamil
kontraindikasi
Hipersensitif. Gagal jantung kongestif. Perdarahan aktif, riwayat perdarahan (seperti stroke hemoragik), atau kecenderungan perdarahan lainnya.
Efek Samping
Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu.
Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis.
Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Ruam, palpitasi, takikardia, muka terasa panas, sakit kepala, pusing, mual, muntah
Interaksi Obat
Konsentrasi serum dapat meningkat bila Cilostazol digunakan bersama dengan penghambat enzim CYP3A4 atau CYP2C19 yang kuat atau sedang. Sebagai contoh, penghambat CYP3A4 meliputi eritromisin, ketokonazol, itrakonazol, dan diltiazem, sedangkan penghambat CYP2C19 termasuk omeprazole, fluconazole, dan ticlopidine. Selain itu, konsentrasi serum substrat CYP3A4 lainnya, seperti lovastatin, simvastatin, dan atorvastatin, juga dapat meningkat. Hal ini juga berlaku untuk substrat CYP3A4 dengan indeks terapeutik sempit, misalnya cisapride, halofantrine, pimozide, dan alkaloid ergot. Terdapat pula peningkatan risiko perdarahan yang berpotensi fatal bila Cilostazol digunakan bersamaan dengan agen antiplatelet atau antikoagulan. Contoh obatnya adalah aspirin, clopidogrel, heparin, warfarin, dabigatran, rivaroxaban, atau apixaban.

Indikasi Umum
INFORMASI OBAT INI HANYA UNTUK KALANGAN MEDIS.
Pengobatan gejala iskemia seperti ulkus, rasa sakit dan dingin yang disebabkan karena adanya penyumbatan arteri kronis, pencegahan kambuhan infark otak.
Komposisi
Cilostazol 100 mg
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Manufaktur
Otsuka Indonesia
Kemasan
Dus, 3 Blister @ 10 Tablet
No. Registrasi
BPOM: DKL0318706110B1
BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/)
MIMS INDONESIA (https://www.mims.com/indonesia/drug)Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis
Diperbarui: 31 Des 2025

Atorvastatin 20 mg 10 Tablet
Rp22.200 - Rp49.800

Simvastatin 20 mg 10 Tablet
Rp15.300 - Rp15.300

Clopidogrel 75 mg 10 Tablet
Rp18.000 - Rp47.000

Simvastatin 10 mg 10 Tablet
Rp6.700 - Rp6.700

