Deskripsi & Manfaat
Deskripsi & Manfaat
Deskripsi
Ranitidine 150 mg 10 Tablet mengandung Ranitidine HCl 150 mg dalam sediaan tablet yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung guna meredakan gejala maag, nyeri ulu hati, dan tukak lambung. Informasi terkait kandungan obat: Ranitidine adalah antagonis reseptor H2 (H2-receptor antagonist) yang bekerja menghambat reseptor histamin H2 pada sel parietal lambung secara reversibel, sehingga mengurangi produksi asam lambung baik dalam kondisi basal maupun yang terstimulasi oleh makanan, histamin, atau gastrin. Penurunan asam lambung ini membantu meredakan nyeri ulu hati, rasa terbakar di dada (heartburn), serta mempercepat penyembuhan luka pada tukak lambung dan duodenum. Dibandingkan simetidin, Ranitidine memiliki potensi penghambatan yang lebih tinggi dan interaksi dengan enzim sitokrom P450 hati yang jauh lebih minimal. Absorpsi: Diserap cukup baik dari saluran cerna dengan bioavailabilitas oral sekitar 50% akibat metabolisme lintas pertama; kadar plasma puncak tercapai dalam 1-3 jam, efek dapat bertahan 8-12 jam. Distribusi: Ikatan protein plasma rendah (sekitar 15%); didistribusikan luas termasuk menembus plasenta dan masuk ke ASI. Metabolisme: Sebagian dimetabolisme di hati; sebagian besar dosis dieliminasi dalam bentuk tidak berubah. Ekskresi: Diekskresikan terutama melalui urine, sebagian besar dalam bentuk utuh; waktu paruh eliminasi sekitar 2-3 jam, dapat memanjang pada gangguan fungsi ginjal. Obat Wajib Apotek, obat ini dapat diserahkan apoteker tanpa resep sebagai pengulangan dari resep dokter (bukan resep pertama kali), dengan maksimum 10 tablet. Pembelian pertama kali dan pembelian melebihi batas ini WAJIB RESEP DOKTER.
Dosis & Aturan Pakai
Dosis & Aturan Pakai
Dosis
1 tablet (150 mg), diminum 2 kali sehari (pagi dan malam), atau 2 tablet (300 mg) sekali sehari pada malam hari, sesuai resep dokter. Dosis lazim Ranitidine pada dewasa: 150 mg 2 kali sehari atau 300 mg sekali sehari pada malam hari, selama 4-8 minggu untuk tukak lambung/duodenum dan penyakit refluks gastroesofagus (hingga 12 minggu bila diperlukan); dosis pemeliharaan 150 mg sekali sehari pada malam hari. Pada refluks gastroesofagus sedang-berat, dosis dapat ditingkatkan hingga 600 mg per hari dalam 2-4 dosis terbagi selama maksimal 12 minggu. Dosis pada anak disesuaikan berat badan sesuai anjuran dokter.
Aturan Pakai
Diminum dengan atau tanpa makanan. Untuk dosis sekali sehari, sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur. Telan tablet dengan segelas air. Habiskan pengobatan sesuai durasi yang dianjurkan dokter meskipun gejala sudah membaik.
Informasi Keamanan
Informasi Keamanan
Kategori Kehamilan: B
Aman
Obat ini cenderung aman untuk ibu hamil dan janin. Tidak ada risiko terhadap janin berdasarkan riset hewan, tetapi riset pada manusia masih terbatas.
Perhatian
Dapat menutupi gejala kanker lambung, terutama pada pasien usia di atas 55 tahun dengan gejala baru atau perubahan gejala dispepsia; konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut bila gejala menetap atau memburuk. Perlu penyesuaian dosis pada gangguan fungsi ginjal (dapat meningkatkan risiko kejang pada kasus yang sangat jarang). Gunakan hanya jika benar-benar diperlukan pada ibu hamil; pada ibu menyusui, obat ini terdapat dalam ASI dalam jumlah bermakna sehingga sebaiknya dihindari kecuali atas anjuran dokter. Jangan digunakan dalam jangka panjang tanpa evaluasi dokter.
kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap Ranitidine atau komponen lain dalam formulasi.
Efek Samping
Umum: Sakit kepala, dan gangguan pencernaan ringan (seperti konstipasi atau diare). Jarang/frekuensi tidak diketahui: Bradikardia (denyut jantung lambat), gangguan payudara (ginekomastia), pankreatitis akut, radang ginjal akut (nefritis interstisial), gangguan sumsum tulang, penglihatan kabur, dan sesak napas. Sangat jarang (terutama pada pemberian suntikan): Reaksi anafilaksis dan henti jantung.
Detail Produk
Detail Produk
Indikasi Umum
Tukak lambung dan tukak usus dua belas jari (duodenum), penyakit refluks gastroesofagus (GERD), dispepsia episodik kronik, tukak akibat OAINS (NSAID), serta pencegahan aspirasi asam lambung sebelum tindakan anestesi/operasi.
Komposisi
Tiap tablet mengandung Ranitidine HCl 150 mg.
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Manufaktur
Generic Manufacturer
Kemasan
Dus, 10 Strip @ 10 tablet salut selaput
No. Registrasi
BPOM: GKL0219608617A1* *) Obat ini merupakan obat Generik. Nomor Registrasi dapat berbeda sesuai dengan ketersediaan stock Apotek.
Nomor Sertifikasi Halal:
halalID00410000089820221
BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/) MIMS INDONESIA (https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ranitidine) British National Formulary (BNF) 82, September 2021-March 2022. London: BMJ Group and Pharmaceutical Press; 2021. Bab Disorders of gastric acid and ulceration (H2-receptor antagonists), monograf Ranitidine, p.81-82. Martindale: The Complete Drug Reference, Thirty-eighth Edition. London: Pharmaceutical Press; 2014. Bab Antiulcer Drugs, monograf Ranitidine Hydrochloride. Drug Information Handbook (Lexi-Drugs Online), 17th Edition. Hudson (OH): Lexi-Comp Inc; 2009. Monograf Ranitidine. Stockley's Drug Interactions: A Source Book of Interactions, Their Mechanisms, Clinical Importance and Management, Ninth Edition. Edited by Karen Baxter. London/Chicago: Pharmaceutical Press; 2010. Bagian interaksi H2-receptor antagonists.Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis

Diperbarui: 04 Sep 2026

related_medicine
Obat sejenis
Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul

Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul

Rp17.500 - Rp17.500

Omeprazole 20 mg 10 Kapsul

Omeprazole 20 mg 10 Kapsul

Rp8.300 - Rp8.300

Rillus 6 Tablet

Rillus 6 Tablet

Rp74.500 - Rp75.900

Gerdilium 10 mg 10 Kaplet

Gerdilium 10 mg 10 Kaplet

Rp65.400 - Rp65.400