SANDIMMUN NEORAL KAPSUL 50 MG

SANDIMMUN NEORAL KAPSUL 50 MG
Indikasi Umum
Transplantasi organ, transplantasi sumsum tulang,uveitis endogen,psoriasis,artritis reumatoid,sindrom nefrotik dewasa,pasien sindrom nefrotik dengan gangguan fungsi ginjal.
Deskripsi
Diproduksi oleh Novartis Indonesia, obat ini khsusu digunakan setelah melakukan transplantasi organ, transplantasi sumsum tulang, uveitis endogen, psoriasis, artritis reumatoid, sindrom nefrotik dewasa, serta pasien dengan sindrom nefrotik dengan gangguan fungsi ginjal. Obat ini mengandung Ciclosporin yang digunakan untuk menekan potensi tubuh menolak organ setelah transplantasi. Obat ini bekerja dengan cara menekan fungsi sel darah putih dan daya tahan tubuh agar tidak menghalangi proses tubuh dalam beradaptasi dengan organ baru
Kategori
Komposisi
Ciclosporin 50 mg
Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Transplantasi organ : 10 - 15 mg/kg BB/hari terbagi dalam 2 dosis, diberikan 12 jam sebelum oprasi dan dilanjutkan 1 - 2 minggu setelah oprasi. Dosis diturunkan bertahap sampai dengan dosis pemeliharaan 2 - 6 mg/kg BB/hari terbagi dalam 2 dosis. transplantasi sumsum tulang terapi awal : dosis anjuran : 12.5 - 25 mg/kg BB dalam 2 dosis terbagi, dimulai pada hari sebelum transplantasi. uveitis endogen awal : 5 mg/kg BB per oral dalam 2 dosis terbagi. dosis ditingkatkan sampai dengan 7 mg/kg BB/hari selama jangka waktu tertentu. untuk mencapai remisi awal atau untuk mencegah serangan inflamasi okular, diberikan tambahan terapi kortikosteroid sistemik prednisolon dengan dosis 0.5 - 0.6 mg/kg BB/hari atau ekivalennya bila sandimmun neoral sendiri tidak dapat mengatasi keadaan dengan baik. untuk terapi pemeliharaan, dosis harus diturunkan perlahan sampai dengan dosis terapeutk terendah yang efektif, selama masa remisi, dosis tidak boleh melebihi 5 mg/kg BB/hari. Psoriasis awal : 2.5 mg/kg BB/hari diberikan per oral
Aturan Pakai
Telan utuh
Kemasan
Kapsul 50 Mg X 5 X 10
Efek Samping
-
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap siklosporin dan minyak kastor polioksietilat (pada pemberian secara invus IV). Hipertensi abnormal, infeksi tak terkendali atau keganasan. Gangguan fungsi ginjal (kecuali pasien sindrom nefrotik dengan gangguan ginjal derajat yang dapat ditolerir)
Perhatian
HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Fungsi hati dan ginjal harus dipantau secara ketat. Monitor siklosporin melalui kadar darah, kreatinin serum, dan TD. Hindari makanan tinggi k, obat-obat yang mengandung kaliu, atau diuretik hemat kalium. Hindari vaksinasi selama terapi. Pasien yang sebelumnya telah diterapi dengan minyak kastor poietilat (secara injeksi infus IV), hiperurisemia. laktasi, anak.
Interaksi Obat
Aminoglikosida, amfoterisin B, siprofloksasin, melfalan; AINS, kolkisisn, lovastatin,ketokonazol, antibiotika makrolid, kontrasepsi oral, propafenon, dan beberapa penghambat kenal Ca, barbiturat, karbamazepin, fenition, metimazol, rifampisin, nafsilin; trimetroprim IV dan sulfadimidin; prednisolon, metilprednisolon; vaksin berisi organisme hidup yang dilemahkan; sulfinpirazon, terbinafin, azitromisin, imatinib; antagonis reseptor H2; penghambat HMG-CoA reduktase (statin); derivat asam fibrat digoksin, digitalis
Segmentasi
Red
Manufaktur
Novartis Indonesia