TERMOREX PLUS SIRUP 60 ML

TERMOREX PLUS SIRUP 60 ML

Indikasi Umum
:
Menghilangkan gejala flu yang disertai dengan demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.
Komposisi
:
Paracetamol 120 mg, Pseudoephedrine HCl 7,5 mg, Glyceryl guaiacolate 25 mg, Chlorpheniramine maleate 0,5 mg.
Kemasan
:
Sirup 60 ml X 1
Manufaktur
:
Konimex Pharmaceutical
Aturan Pakai
:
Dikonsumsi bersama dengan makanan atau tidak
Dosis
:
Anak berusia 6-12 tahun : 3 kali sehari 10 mL (2 sendok teh). Anak berusia 2-5 tahun : 3 kali sehari 5 mL (1 sendok teh).
Therapeutic Class
:
-
Segmentasi
:
Blue
Efek Samping
:
-
Kontra Indikasi
:
Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti, efedrin, fenilefrin. Pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah. Pasien penderita diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertrofi prostat, hipertiroid, dan closed angle galucoma.
Perhatian
:
Pemakaian Termorex Plus harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya. Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma. Paracetamol diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI) meskipun dalam jumlah yang kecil. Penggunaan Termorex Plus oleh ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Jika anda mengkonsumsi alkohol, potensi terjadinya kerusakan hati sangat tinggi terutama pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi. Orang-orang yang punya resiko terkena hipertensi atau stroke, misalnya orang yang kelebihan berat badan (obesitas), dan orang usia lanjut, harus hati-hati menggunakan obat ini. Penderita disfungsi ginjal, hati, memiliki penyakit glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, harus hati-hati menggunakan obat ini. Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
Interaksi Obat
:
Metoclopramide : meningkatkan efek analgetic paracetamol. Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin : meningkatkan potensi kerusakan hati. Kolestiramin dan lixisenatide : mengurangi efek farmakologis paracetamol. Antikoagulan warfarin : paracetamol meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.