Triatec 10 mg 10 Tablet

Triatec 10 mg 10 Tablet

Rp199.000 - Rp290.400
Per Strip
*Harga berbeda di tiap apotik
safepackaging

Kemasan aman & personal

24x7Delivery

Siap diantar 24 jam

authStores

Dikirim dari apotek resmi


Deskripsi
TRIATEC adalah obat yang mengandung zat aktif ramipril. Triatec diindikasikan untuk hipertensi ringan sampai sedang, gagal jantung kongestif, terapi pasca infark miokard pada pasien gagal jantung, serta pencegahan penyakit jantung pada orang dengan risiko tinggi. Obat ini bekerja sebagai penghambat ACE, ramipril adalah prodrug dari ramiprilat. Ramiprilat secara kompetitif dan reversibel mengikat ACE sehingga menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II (vasokonstriktor kuat) dan pemecahan bradikinin (vasodilator) yang menghasilkan vasodilatasi dan juga mengurangi sekresi aldosteron. Dalam penggunaan obat ini harus SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.
Indikasi Umum
INFORMASI OBAT INI HANYA UNTUK KALANGAN MEDIS. Hipertensi ringan sampai sedang, gagal jantung kongestif, terapi pasca infark miokard pada pasien gagal jantung, serta pencegahan penyakit jantung pada orang dengan risiko tinggi.
Komposisi
Ramipril 10 mg
Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Hipertensi : Dewasa: dosis awal 1 x sehari 2,5 mg. Pemeliharaan : 2,5-5 mg perhari. Max : 10 mg per hari sebagai dosis tunggal atau terbagi. Pada pasien dengan resiko hipotensi atau pada diuretik : dosis awal 1,25 mg. Pasien yang diterapi dengan diuretik : bila memungkinkan Diuretik harus dihentikan 2-3 hari sebelum terapi. Nefropati diabetik/ nondiabetik Dewasa : awal 1 x sehari 1,25 mg. Pemeliharaan : 1 x sehari 5 mg Pencegahan kejadian kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi Dewasa : Pada pasien 55 tahun yang memiliki penyakit CV, stroke atau penyakit pembuluh darah perifer atau dengan diabetes mellitus : awalnya, 1 x sehari 2,5 mg, selama 1-2 minggu, dapat meningkat menjadi 1 x kali sehari 5 mg untuk berikutnya 2-3 minggu. Pemeliharaan: 1 x sehari 10 mg. Gagal jantung kongestif. Dewasa : Pasien dengan diuretik : awalnya, 1 x sehari 1,25 mg, dapat digandakan setiap 1-2 minggu. Pemeliharaan: 10 mg sehari dalam 2 dosis terbagi. Pasca infark miokard pada pasien gagal jantung Dewasa : Pada pasien yang stabil secara klinis dan hemodinamik (dalam 24-48 jam pasca-MI) : awalnya 2 x sehari 2,5 mg, selama 3 hari. Jika tidak dapat ditoleransi, mulai dari 2 x sehari 1,25 mg, selama 2 hari kemudian naikkan menjadi 2 x sehari 2,5 mg. Dapat menggandakan dosis dengan interval 1-3 hari. Dosis pemeliharaan: 5 mg.
Aturan Pakai
Sebelum atau sesudah makan
Kontra Indikasi
Riwayat angioedema (misalnya herediter, idiopatik, perawatan ekstrakorporeal yang mengakibatkan kontak darah dengan permukaan bermuatan negatif (misalnya dialisis atau hemofiltrasi dengan membran fluks tinggi tertentu [misalnya membran poliakrilonitril] dan apheresis lipoprotein densitas rendah dengan dekstran), stenosis arteri ginjal bilateral yang relevan secara hemodinamik atau unilateral pada ginjal tunggal, keadaan hipotensi atau hemodinamik tidak stabil. Penggunaan bersamaan dengan aliskiren pada pasien dengan diabetes mellitus atau gangguan ginjal sedang hingga berat (GFR <60 mL/min/1,73 m2), penggunaan bersamaan atau dalam waktu 36 jam setelah beralih ke atau dari sacubitril/valsartan. Kehamilan dan menyusui.
Perhatian
HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Pasien dengan hipertensi berat, CHF dekompensasi, hambatan aliran masuk atau keluar ventrikel kiri yang relevan (misalnya stenosis katup aorta atau mitral), kardiomiopati hipertrofik dengan obstruksi saluran keluar, stenosis arteri ginjal unilateral atau bilateral tanpa stent, penipisan volume atau garam, sirosis hati dan/atau asites, gagal jantung sementara atau persisten pasca-MI, penyakit jantung iskemik atau penyakit serebrovaskular, diabetes mellitus yang tidak terkontrol, hipoaldosteronisme, dekompensasi jantung akut, asidosis metabolik, penyakit kolagen (misalnya SLE atau skleroderma), riwayat operasi jalan napas. Pasien dehidrasi. Pasien yang menjalani operasi besar atau selama anestesi. Pengobatan desensitisasi (misalnya racun hymenoptera). ras hitam. Gangguan ginjal dan hati. Lansia. Kategori kehamilan : Kategori D: Terbukti berisiko terhadap janin. Meski demikian, obat masih dapat digunakan jika obat diperlukan untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa, atau penyakit serius, dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif. Konsultasikan kepada tenaga medis apabila sedang menyusui.
Efek Samping
Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Angioedema (misalnya angioedema kepala dan leher, angioedema usus), hiperkalemia, hipotensi (dengan atau tanpa sinkop, ortostatik), ikterus kolestatik, sindrom hormon antidiuretik yang tidak tepat (SIADH), hiponatremia; jarang, efek hematologis (misalnya neutropenia atau agranulositosis, trombositopenia, anemia); batuk, gangguan ginjal dan/atau peningkatan kreatinin serum, reaksi anafilaktoid/anafilaksis. Gangguan jantung: Nyeri dada, aritmia. Gangguan gastrointestinal: Mual, muntah, diare, mulut kering, radang saluran cerna, gangguan pencernaan, rasa tidak nyaman pada perut, dispepsia, konstipasi, dysgeusia. Gangguan umum dan kondisi tempat pemberian: Asthenia, kelelahan. Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat: Mialgia, kejang otot. Gangguan sistem saraf: Sakit kepala, pusing, parestesia, vertigo. Gangguan pernapasan, toraks, dan mediastinum: Bronkitis, sinusitis, dispnea. Gangguan kulit dan jaringan subkutan: ruam makulopapular, alopecia. Berpotensi Fatal: Jarang, pankreatitis, obstruksi jalan napas (karena angioedema lidah, glotis atau laring), nekrosis hati fulminan, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik.
Segmentasi
Red
Kemasan
Dus, 3 Blister @ 10 Tablet
Manufaktur
Aventis Pharma
No. Registrasi
BPOM: DKL0521204010D1