
Triatec 10 mg 10 Tablet
Rp204.000
Strip
*Harga berbeda di tiap apotik
Informasi Ini untuk Kalangan Medis
Deskripsi
Informasi ini ditujukan bagi Tenaga Medis dan Kesehatan. Obat ini tergolong Obat Keras, sehingga penggunaan obat harus berdasarkan hasil konsultasi atau resep dokter.
Triatec 10 mg adalah obat golongan penghambat ACE (ACE inhibitor). ACE adalah singkatan dari angiotensin-converting enzyme. Obat ini bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir dengan lebih mudah dan jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah.
Informasi umum terkait kandungan:
Ramipril bekerja dengan menghambat enzim yang memproduksi Angiotensin II (zat yang menyempitkan pembuluh darah). Dengan dihambatnya zat ini, pembuluh darah akan menjadi lebih rileks dan melebar, sehingga tekanan darah menurun dan beban kerja jantung menjadi lebih ringan.

Dosis
PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.
Hipertensi :
Dewasa: dosis awal 1 x sehari 2,5 mg.
Pemeliharaan : 2,5-5 mg perhari.
Max : 10 mg per hari sebagai dosis tunggal atau terbagi.
Pada pasien dengan resiko hipotensi atau pada diuretik : dosis awal 1,25 mg.
Pasien yang diterapi dengan diuretik : bila memungkinkan Diuretik harus dihentikan 2-3 hari sebelum terapi.
Nefropati diabetik/ nondiabetik
Dewasa : awal 1 x sehari 1,25 mg.
Pemeliharaan : 1 x sehari 5 mg
Pencegahan kejadian kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi
Dewasa : Pada pasien 55 tahun yang memiliki penyakit CV, stroke atau penyakit pembuluh darah perifer atau dengan diabetes mellitus : awalnya, 1 x sehari 2,5 mg, selama 1-2 minggu, dapat meningkat menjadi 1 x kali sehari 5 mg untuk berikutnya 2-3 minggu.
Pemeliharaan: 1 x sehari 10 mg.
Gagal jantung kongestif.
Dewasa :
Pasien dengan diuretik : awalnya, 1 x sehari 1,25 mg, dapat digandakan setiap 1-2 minggu.
Pemeliharaan: 10 mg sehari dalam 2 dosis terbagi.
Pasca infark miokard pada pasien gagal jantung
Dewasa : Pada pasien yang stabil secara klinis dan hemodinamik (dalam 24-48 jam pasca-MI) : awalnya 2 x sehari 2,5 mg, selama 3 hari. Jika tidak dapat ditoleransi, mulai dari 2 x sehari 1,25 mg, selama 2 hari kemudian naikkan menjadi 2 x sehari 2,5 mg. Dapat menggandakan dosis dengan interval 1-3 hari.
Dosis pemeliharaan: 5 mg.
Aturan Pakai
Sebelum atau sesudah makan di jam yang sama.

Kategori Kehamilan:
-
Perhatian
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.
Jangan menggunakan ramipril jika Anda sedang hamil. Obat ini dapat menyebabkan cedera atau kematian pada bayi yang belum lahir jika dikonsumsi selama trimester kedua atau ketiga.
kontraindikasi
Riwayat angioedema (misalnya herediter, idiopatik, perawatan ekstrakorporeal yang mengakibatkan kontak darah dengan permukaan bermuatan negatif (misalnya dialisis atau hemofiltrasi dengan membran fluks tinggi tertentu [misalnya membran poliakrilonitril] dan apheresis lipoprotein densitas rendah dengan dekstran), stenosis arteri ginjal bilateral yang relevan secara hemodinamik atau unilateral pada ginjal tunggal, keadaan hipotensi atau hemodinamik tidak stabil. Penggunaan bersamaan dengan aliskiren pada pasien dengan diabetes mellitus atau gangguan ginjal sedang hingga berat (GFR <60 mL/min/1,73 m2), penggunaan bersamaan atau dalam waktu 36 jam setelah beralih ke atau dari sacubitril/valsartan. Kehamilan dan menyusui.
Efek Samping
Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu.
Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis.
Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah:
Angioedema (misalnya angioedema kepala dan leher, angioedema usus), hiperkalemia, hipotensi (dengan atau tanpa sinkop, ortostatik), ikterus kolestatik, sindrom hormon antidiuretik yang tidak tepat (SIADH), hiponatremia; jarang, efek hematologis (misalnya neutropenia atau agranulositosis, trombositopenia, anemia); batuk, gangguan ginjal dan/atau peningkatan kreatinin serum, reaksi anafilaktoid/anafilaksis.
Gangguan jantung: Nyeri dada, aritmia.
Gangguan gastrointestinal: Mual, muntah, diare, mulut kering, radang saluran cerna, gangguan pencernaan, rasa tidak nyaman pada perut, dispepsia, konstipasi, dysgeusia.
Gangguan umum dan kondisi tempat pemberian: Asthenia, kelelahan.
Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat: Mialgia, kejang otot.
Gangguan sistem saraf: Sakit kepala, pusing, parestesia, vertigo.
Gangguan pernapasan, toraks, dan mediastinum: Bronkitis, sinusitis, dispnea.
Gangguan kulit dan jaringan subkutan: ruam makulopapular, alopecia.
Berpotensi Fatal: Jarang, pankreatitis, obstruksi jalan napas (karena angioedema lidah, glotis atau laring), nekrosis hati fulminan, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik.
Interaksi Obat
Dapat meningkatkan risiko angioedema (everolimus, sirolimus, temsirolimus), inhibitor dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) (vildagliptin), inhibitor netral endopeptidase (NEP) (racecadotril). Dapat meningkatkan risiko hiperkalemia dengan garam K, diuretik sparring K, obat lain yang meningkatkan kadar K (heparin, trimetoprim/sulfametoksazol, tacrolimus, siklosporin). Dapat meningkatkan risiko hipotensi dengan obat antihipertensi lain (diuretik), obat lain yang menurunkan tekanan darah (anestesi, alfuzosin, baclofen, doxazosin, nitrat, prazosin, TCA, tamsulosin, terazosin). Dapat menurunkan efek antihipertensi dengan simpatomimetik vasopresor dan obat lain (dobutamin, dopamin, epinefrin, isoproterenol). Dapat meningkatkan risiko reaksi hematologi dengan allopurinol, sitostatika, kortikosteroid, imunosupresan, procainamide, obat lain yang mengubah jumlah sel darah. Dapat meningkatkan kadar serum dan toksisitas litium. Dapat meningkatkan risiko hipoglikemia dengan obat antidiabetes (insulin). Penurunan efek antihipertensi, peningkatan risiko perburukan fungsi ginjal dan peningkatan kadar serum K dengan NSAID.
Berpotensi Fatal: Peningkatan risiko hipotensi, hiperkalemia dan gangguan fungsi ginjal (gagal ginjal akut) dengan aliskiren. Peningkatan risiko angioedema dengan terapi sacubitril/valsartan secara bersamaan. Dapat menyebabkan reaksi anafilaksis yang parah dengan dekstran sulfat dalam apheresis LDL. Peningkatan risiko toksisitas dengan penghambat reseptor angiotensin II pada pasien dengan nefropati diabetik.

Indikasi Umum
INFORMASI OBAT INI HANYA UNTUK KALANGAN MEDIS.
Hipertensi ringan sampai sedang, gagal jantung kongestif, terapi pasca infark miokard pada pasien gagal jantung, serta pencegahan penyakit jantung pada orang dengan risiko tinggi.
Komposisi
Ramipril 10 mg
Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Manufaktur
Kalventis Sinergi Farma
Kemasan
Dus, 3 Blister @ 10 Tablet
No. Registrasi
BPOM: DKL0521204010D1
Nomor Sertifikasi Halal:
BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/)
MIMS INDONESIA (https://www.mims.com/indonesia/drug)Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis
Diperbarui: 19 Jun 2026

Amlodipine 5 mg 10 Tablet
Rp4.700 - Rp12.400

Amlodipine 10 mg 10 Tablet
Rp7.700 - Rp17.800

Candesartan 8 mg 10 Tablet
Rp9.000 - Rp36.300

Candesartan 16 mg 10 Tablet
Rp16.800 - Rp30.600