TRIATEC 2.5 MG 10 TABLET

TRIATEC 2.5 MG 10 TABLET

Kategori
:
Indikasi Umum
:
Hipertensi dan gagal jantung kongestif. Pasien yang menunjukkan tanda-tanda klinis gagal jantung kongestif beberapa hari pertama sesudah infark miokard akut. Untuk mengurangi resiko infark miokard, stroke, kematian kardiovaskular atau kebutuhan akan prosedure revaskularisasi pada pasien >= 55 tahun dengan bukti klinis PJK, stroke atau penyakit vaskular perifer. Pasien DM > = 55 tahun dengan satu atau lebih faktor resiko : hipertensi, kolesterol total tinggi, perokok, diketahui mikroalbuminuria, adanya penyakit vaskular sebelumnya
Deskripsi
:
Dosis
:
Untuk hipertensi : awal 2.5 mg 1 kali/hari. Pemeliharaan : 2.5-5 mg/hari. Maksimal 10 mg/hari. Untuk pasien yang diterapi dengan diuretik ; bila mungkin diuretik dihentikan 2-3 hari sebelum terapi. Dosis awal : 1.25 mg/hari. Untuk gagal jantung kongestif : awal 1.25 mg 1 kali/hari. Maksimal 10 mg/hari. Untuk terapi sesudah infark miokard : awal 2.5 mg 2 kali/hari. Maksimal 10 mg/hari. Pada pasien yang tidak dapat mentolerir sebaiknya diberikan dosis 1.25 mg 2 kali/hari selama 2 hari. Dosis dapat ditingkatkan sampai dengan maksimal 10 mg/hari dengan selang waktu 1-3 hari. Maksimal 10 mg/hari.
Aturan Pakai
:
Diberikan sebelum atau sesudah makan.
Efek Samping
:
-
Komposisi
:
Ramipril
Kemasan
:
Tablet 2.5 Mg X 6 X 10
Segmentasi
:
Red
Perhatian
:
Monitor fungsi ginjal terutama pada minggu awal terapi, monitor K serum dan sel darah putih. Pasien dengan hiperstimulasi sistem renin-angiotensin, hipertensi maligna berat, gagal jantung, gangguan aliran ventrikel kiri, pra terapi dengan diuretik, pasien dengan defisiensi cairan atau garam. Gangguan hati atau ginjal, pasien yang mendapat transplantasi ginjal. Penurunan TD termasuk gejala dimana kepala terasa ringan, pusing. Edema angioneurotik, termasuk pada lidah, glotis atau laring. Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
Interaksi Obat
:
Efek antihipertensi dikurangi oleh simpatomimetik vasopresor dan AINS. Alopurinol, imunosupresan, kortikosteroid, prokainamid, sitostatik, obat lain dapat mempengaruhi TD dan meningkatkan terjadinya reaksi hematologik. Dengan garam litium dapat meningkatkan efek obat antidiabetes. Penggunaan bersama heparin dapat meningkatkan kadar K serum. Dapat meningkatkan efel alkohol. Pemberian dengan suplemen K atau obat hemat K meningkatkan resiko hiperkalemia. dengan diuretik dan antihipertensi lain, nitrat, antidepresan trisiklik, anestesi dapat meningkatkan efek hipotensi. Meningkatkan resiko hipokalemia dengan glukokortikoid atau laksatif. Reaksi anafilaksis dan anafilaktoid terhadap venom atau racun serangga dan alergen lainnya mungkin meningkat.
Manufaktur
:
Sanofi Aventis
Kontra Indikasi
:
Hamil dan laktasi. Hipotensi atau kondisi sirkulasi darah yang labil. Onset cepat yang berat dari reaksi hipersensitivitas serta menyerupai alergi (anafilaktoid). Dialisis atau hemofiltrasi denfan membran high-flux tertentu dan aferesis LDL dengan dekstran sulfat. Riwayat endema angioneurotik. Penurunan aliran darah pada arteri ginjal (stenosis yang relevan secara hemodinamik) bersifat bilateral atau unilateral pada ginjal tunggal.