ZOLTRIM SIRUP 60 ML

ZOLTRIM SIRUP 60 ML

Kategori
:
Indikasi Umum
:
Untuk pengobatan infeksi-infeksi, saluran pernafasan : otitis media akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae. Infeksi saluran pencernaan : sebagai pencegahan traveller diare yang disebabkan oleh bakteri E. coli. Infeksi saluran kemih : untuk pengobatan infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri coli, Klebsiella, Enterobacter, Morganella morganii, Proteus mirabilis, atau P. vulgaris. Brucellosis dan kolera : untuk pengobatan brucellosis untuk pasien yang tidak bisa menggunakan tetracycline (misalnya anak-anak). Infeksi mikobakteri : infeksi kulit yang disebabkan oleh Mycobacterium marinum juga bisa menggunakan antibiotik ini. Pertusis. Demam tifus dan infeksi Salmonella lain, zoltrim (Cotrimoxazole) digunakan sebagai alternatifnya.
Komposisi
:
Per 5 mL: Co-trimoxazole: Trimethoprim 40 mg, Sulfamethoxazole 200 mg.
Kemasan
:
Botol, 60 ml X 1
Manufaktur
:
Sandoz
Aturan Pakai
:
-
Dosis
:
Dewasa dan anak > 12 tahun : 2 x sehari 2 tablet atau 1 kaplet forte. Anak 6-12 tahun : 2 x sehari 1 tablet atau 10 ml syrup. 6 bulan - 5 tahun : 2 x sehari 1/2 tablet atau 5 ml syrup. Dosis minimum dewasa dan jangka panjang (> 14 hari) : 2 x sehari 1 tablet. Pengobatan dilakukan paling sedikit 5 hari atau 2 hari setelah gejala hilang.
Therapeutic Class
:
-
Segmentasi
:
Red
Efek Samping
:
-
Kontra Indikasi
:
Jangan menggunakan zoltrim (Cotrimoxazole) untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap trimethoprim dan sulfamethoxazole, obat-obat golongan sulfonamide lainnya. Penggunaan obat ini untuk pasien dengan gangguan hati dan ginjal yang berat sebaiknya dihindari. Jangan digunakan untuk wanita hamil terutama menjelang kelahiran, anak < 2 tahun (kecuali untuk pengobatan atau pencegahan pneumocytosis jiroveci (P. carinii) pada bayi dari usia empat minggu atau lebih). Obat ini diketahui ikut keluar bersama air susu ibu, oleh karena itu pemakaian selama menyusui sebaiknya dikonsultasikan pada dokter.
Perhatian
:
Zoltrim (Cotrimoxazole) harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal. Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma bronkial. Orang-orang yang kekurangan folat seperti pasien lanjut usia, pecandu alkohol, sedang menggunakan obat anti konvulsan, atau oang-orang yng mengalami malnutrisi, jika menggunakan zoltrim (Cotrimoxazole) harus mendapatkan perhatian serius. Seperti antibiotik lainnya obat ini harus digunakan sampai dosis yang disarankan habis. Jangan menghentikan pemakaian sebelum waktunya untuk menghindari terjadinya resistensi. Pasien yang menggunakan antibiotik ini harus mengkonsumsi cukup cairan untuk mencegah kristaluria.
Interaksi Obat
:
ACE inhibitor seperti captopril, enalapril, lisinopril,obat-obat antiaritmia, kalium aminobenzoate, obat-obat golongan sulfonilurea, phenytoin, diuretik terutama golongan tiazide, obat-obat antikoagulan, siklosporin, digoxin, obat-obat antivirus seperti lamivudine dan zalcitabine, glibenclamide, pyrimethamine, rifampisin dan zoltrim, procainamide dan amantadine, clozapine dan antipsikotik lainnya.