Operasi Mata Berisiko Terkena Endoftalmitis, Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Operasi Mata Berisiko Terkena Endoftalmitis, Mengapa?

Halodoc, Jakarta – Endoftalmitis atau peradangan berat pada bola mata akibat infeksi, terbagi menjadi 2 jenis yaitu endogen dan eksogen. Jenis endogen terjadi ketika peradangan terjadi akibat infeksi lain yang terjadi di dalam tubuh. Sementara itu, jenis eksogen terjadi akibat sesuatu yang berasal dari luar, misalnya prosedur operasi mata yang kurang tepat, masuknya bakteri atau jamur melalui sayatan luka operasi, dan suntikan intraokular pada mata.

Selain prosedur operasi, endoftalmitis juga dapat meningkat risikonya pada orang yang mengalami trauma atau cedera pada mata. Pokoknya, semua hal dari luar tubuh yang dapat menyebabkan infeksi pada mata, dapat meningkatkan risiko terjadinya endoftalmitis.

Baca Juga: Jangan Diremehkan, Ketahui Komplikasi Akibat Endoftalmitis

Sementara itu, pada jenis endoftalmitis endogen, peradangan berat pada mata disebabkan oleh infeksi yang telah terjadi di dalam tubuh, yang kemudian berpindah ke mata melalui aliran darah. Jenis-jenis bakteri, virus, jamur, dan parasit yang dapat menyebabkan endoftalmitis endogen adalah:

  • Bakteri: N. meningitidis, Staphylococcus aureus, S. epidermidis, S. pneumoniae, other streptococcal spp., Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa, organisme gram negatif lainnya.

  • Virus: Herpes simplex virus.

  • Jamur: Candida spp. Fusarium.

  • Parasit: Toxoplasma gondii, Toxocara.

Kenali Gejala Endoftalmitis Berikut

Endoftalmitis dapat menimbukan berbagai gejala seperti:

  • Kelopak mata memerah.

  • Mata terasa nyeri.

  • Kornea mata mengeruh.

  • Bola mata dan area sekitarnya berwarna kemerahan.

  • Mata sulit dibuka dan jika dipaksakan akan terasa sakit.

  • Mata jadi lebih sensitif dan silau pada cahaya.

  • Sakit kepala yang hilang timbul. Hal ini karena aliran darah di sekitar jaringan mata mengalami hambatan, akibat pergerakan bakteri di dalam jaringan mata.

Jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, segera bicarakan dengan dokter di aplikasi Halodoc lewat chat, atau datang ke rumah sakit untuk lakukan pemeriksaan dengan membuat janjinya terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc. Jangan sepelekan gejala apapun yang terjadi pada tubuh. Semakin dini terdeteksi, kemungkinan endoftalmitis untuk sembuh masih sangat besar.

Baca Juga: Cegah Kebutaan, Obati Endoftalmitis dengan 3 Cara Ini

Diagnosis dan Pengobatan Endoftalmitis

Untuk memastikan diagnosis endoftalmitis, dokter akan melakukan serangkaian wawancara medis dan pemeriksaan medis penunjang. Diagnosis yang tepat ini diperlukan agar pengobatan yang diberikan juga dapat disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya. Sebab, beda jenis dan penyebab, pengobatan yang bisa diberikan juga dapat berbeda. 

Kemudian, segera setelah diagnosis ditentukan, pengobatan akan diberikan secara intensif dan sesegera mungkin. Jika diketahui penyebab endoftalmiis adalah infeksi bakteri, pemberian antibiotik dapat dilakukan, dalam bentuk tetes mata, oral, ataupun intravena. Tak hanya itu, suntikan antibiotik juga dapat langsung dilakukan ke bola mata.

Sementara itu, jika penyebab endoftalmitis adalah infeksi jamur, dokter biasanya akan memberikan obat antijamur, seperti Amphotericin B yang langsung disuntikkan ke dalam mata, atau Fluconazol yang diberikan sebagai obat minum (oral). Lain lagi jika infeksi sudah semakin berat, dokter spesialis mata dapat melakukan tindakan bedah yang disebut Vitrectomy. Operasi dilakukan untuk mengangkat cairan dan nanah dari dalam mata.

Baca juga: 7 Penyakit Tak Biasa Pada Mata

Bisakah Endoftalmitis Dicegah?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah, atau setidaknya mengurangi risiko terjadinya endoftalmitis, yaitu:

  • Jika banyak beraktivitas di luar ruangan, khususnya aktivitas yang berisiko membuat cedera, selalu gunakan pelindung mata seperti kacamata dan penutup kepala.

  • Jika ada infeksi pada tubuh, seperti infeksi saluran kemih dan telinga, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Hal ini akan mengurangi risiko masuknya bakteri penyebab infeksi ke jaringan mata lewat aliran darah.

  • Berikan waktu pada mata untuk beristirahat agar tidak kelelahan.

  • Jika akan menjalani pembedahan pada mata, misalnya karena katarak, konsultasikan perawatan mata yang perlu dilakukan pasca operasi pada dokter.

Referensi:
American Academy of Opthalmology. Diakses pada 2019. What is Endophthalmitis?
Healthline. Diakses pada 2019. What is Endophthalmitis?