09 January 2019

Operasi Tahi Lalat untuk Estetika atau Kesehatan?

Operasi Tahi Lalat untuk Estetika atau Kesehatan?

Halodoc, Jakarta - Pada beberapa orang, tahi lalat yang muncul pada wajah atau area tubuh lainnya dapat mengindikasikan kanker kulit yang sedang berkembang. Oleh karena itu, operasi tahi lalat perlu dilakukan untuk mencegah perkembangan kanker kulit. Ada juga sebagian orang yang melakukan operasi tahi lalat sebagai estetika karena tampilan tahi lalat kerap mengganggu dan membuat kepercayaan diri seseorang menurun.

Sebagaimana operasi bedah lainnya, operasi tahi lalat tidak termasuk dalam operasi yang berat. Namun, bukan berarti operasi tahi lalat tidak memiliki risiko. Alergi terhadap obat bius dan kerusakan sistem saraf adalah beberapa risiko yang terjadi.

Meski hal ini jarang terjadi, kamu wajib berdiskusi terlebih dulu sebelum melakukan tindakan medis ini. Selain itu, mungkin saja operasi bedah ini akan menyebabkan bekas luka. Bila tahi lalat memiliki akar yang dalam, maka dokter membuat luka yang dalam pula. Hal ini membuat luka operasi harus ditutup dengan jahitan benang. Meski obat tertentu dapat mengatasi hal ini, dalam beberapa kasus luka bekas operasi bisa saja tidak hilang sama sekali.

Baca Juga: Serba Serbi Hilangkan Tahi Lalat

Prosedur Operasi Tahi Lalat Menurut Aturan Medis

Sejumlah cara bisa dilakukan untuk menghilangkan tahi lalat di tubuh. Jika kamu hendak menghilangkan tahi lalat tersebut, maka bicarakan dulu ke dokter spesialis kulit. Mereka mengecek terlebih dahulu kondisi tahi lalat pasien, jika tahi lalat tidak mengalami perubahan bentuk atau ukuran, umumnya dianggap tidak membahayakan bagi kesehatan. Namun jika pasien menginginkan operasi ini untuk alasan kecantikan, maka hal ini diperbolehkan. Asalkan pasien memahami bahwa terdapat risiko yang dapat terjadi seperti yang disebutkan sebelumnya. Berikut ini prosedur operasi tahi lalat yang dapat dilakukan:

  • Bedah pencukuran (Shave Removal). Metode ini dilakukan untuk tahi lalat yang kecil dan lebih tinggi dari kulit di sekitar. Pertama-tama, dokter membius area yang diangkat dengan menyuntikkan anestesi lokal. Kemudian, pisau bedah digunakan untuk mengangkat seluruh tahi lalat yang lebih tinggi dari kulit sekitar. Pembedahan ini tidak memerlukan jahitan pada lokasi pembedahan karena kulit biasanya sembuh dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Namun, dalam metode ini, tahi lalat punya kemungkinan untuk tumbuh kembali.

  • Pembedahan eksisi. Operasi tahi lalat dengan cara ini dikhususkan untuk menghilangkan tahi lalat besar. Dokter menggunakan pisau bedah untuk mengangkat bagian tahi lalat hingga ke akar-akarnya. Terakhir, bagian kulit bekas ditumbuhi tahi lalat juga akan dijahit.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Tahi Lalat Berbahaya dan Tidak Berbahaya

  • Laser. Cara ini digunakan untuk menghilangkan kondisi tahi lalat yang rata dengan permukaan kulit yang berwarna coklat. Pemakaian laser diberikan dengan menembakkan sinar khusus ke daerah yang ditumbuhi tahi lalat untuk menghilangkan pigmen berwarna cokelat.

Selain itu, kamu bisa mengonsumsi makanan yang tinggi protein, vitamin, dan mineral, yang mampu membuat luka operasi cepat kering dan sembuh. Jangan biarkan juga luka operasi terbuka bila belum saatnya dilepas jahitan. Usai melakukan operasi tahi lalat, dokter mungkin memberikan obat untuk mencegah infeksi bakteri. Pastinya kamu menanyakan langsung pada dokter apakah perlu konsumsi obat tertentu atau tidak.

Baca Juga: Alasan Orang Berkulit Terang Dapat Memiliki Lebih Banyak Tahi Lalat

Kalau kamu memiliki masalah yang sama dan ingin tahu lebih banyak seputar operasi tahi lalat, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.