08 February 2019

Operasi untuk Atasi Filariasis, Perlukah?

Operasi untuk Atasi Filariasis, Perlukah?

Halodoc, Jakarta – Filariasis disebut juga kaki gajah. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk pembawa cacing Filaria. Gejalanya pengidap filariasis adalah pembengkakan kelenjar getah bening di area lipatan paha atau ketiak, demam tinggi, serta pembesaran tungkai, lengan, payudara, dan skrotum. Meski bukan penyakit mematikan, filariasis bisa menyebabkan cacat permanen serta ke kerugian mental, sosial, dan finansial bagi pengidapnya.

Sebagian besar kasus filariasis disebabkan oleh parasit bernama Wuchereria bancrofti. Nyamuk pembawanya adalah Culex, Aedes, dan Anopheles. Parasit lainnya adalah Brugia malayi, menyebabkan filariasis yang ditularkan oleh nyamuk Mansonia dan Anopheles.

Bagaimana Proses Terjadinya Filariasis?

Cacing Filaria masuk ke tubuh lewat gigitan nyamuk, kemudian mikrofilaria pindah ke saluran limfatik dan kelenjar getah bening. Mikrofilaria lalu berkembang menjadi cacing dewasa dan bertahan selama bertahun - tahun di pembuluh getah bening. Larva cacing bisa menyebar ke pembuluh darah sehingga saat menggigit, nyamuk bisa menularkannya ke orang lain. Filariasis berkembang dari fase kronis, fase akut, hingga fase tanpa gejala.

Baca Juga: Ini 3 Stadium Filariasis yang Harus Diketahui

Berikut gejala filariasis sesuai klasifikasinya:

  • Filariasis limfatik (elephantiasis). Ditandai dengan pembengkakan atau penebalan kulit dan jaringan di bawahnya. Kebanyakan filariasis jenis ini berpengaruh pada anggota gerak tubuh bagian bawah, serta bagian lengan, vulva, payudara, dan skrotum.

  • Filariasis subkutan. Ditandai dengan ruam kulit, hipopigmentasi makula, hingga kebutaan yang disebabkan oleh Onchocerca volvulus.

  • Filariasis serosa, ditandai dengan sakit perut, ruam kulit, radang sendi, serta hiper atau hipopigmentasi makula.

Perlukah Filariasis Diatasi dengan Operasi?

Filariasis didiagnosis lewat tes darah, deteksi antibodi dengan uji imunodiagnostik, dan deteksi antigen filarial (CFA). Pengobatan filariasis umumnya dilakukan secara massal, tepatnya setahun sekali selama 5 – 10 tahun. Obat parasetamol bisa dikonsumsi untuk mencegah reaksi yang ditimbulkan setelah konsumsi obat tersebut. Pengobatan massal dihentikan jika tingkat mikrofilaria dalam darah kurang dari satu persen.

Baca Juga: Ketahui 3 Komplikasi Akibat Filariasis

Operasi filariasis dilakukan jika infeksi cacing filaria menyebabkan pembengkakan pada skrotum atau bagian mata. Pada beberapa kasus, operasi dilakukan untuk mengembalikan ukuran tungkai dan kaki yang membengkak. Sebab seringkali, pembengkakan tungkai dan kaki menghambat aktivitas sehari - hari pengidap filariasis.

Bisakah Filariasis Dicegah?

Langkah utama mencegah filariasis adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Caranya dengan menerapkan 3M plus, yaitu mengenakan baju dan celana panjang, tidur dalam kelambu, membersihkan genangan air di sekitar rumah, mengoleskan losion anti nyamuk, menutup sumber air, menguras bak air, dan gerakan lain yang bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Baca Juga: Pentingnya Cegah Kaki Gajah dengan Obat

Penularan filariasis juga dicegah dengan mengonsumsi obat khusus. Obat pencegah kaki gajah disediakan oleh Kementerian Kesehatan RI tiap Oktober selama lima tahun berturut – turut, dikenal sebagai Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (BELKAGA). Kegiatan minum obat ini disebut Pemberian Obat Pencegahan Massal (BPOM) Filariasis, diprioritaskan untuk daerah endemis filariasis. Obat yang digunakan adalah Dietilkarbamazin (DEC) 6 miligram/kilogram berat badan dikombinasikan dengan Albendazole 400 miligram.

Kalau kamu mengalami gejala serupa filariasis, tanya dokter Halodoc terkait cara penanganan yang tepat. Gunakan fitur Contact Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!