• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Orangtua yang Tidak Menepati Janji Buat Anak Jadi Pembohong

Orangtua yang Tidak Menepati Janji Buat Anak Jadi Pembohong

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Tak banyak orangtua yang tahu kalau anak-anak dapat belajar berbohong sejak usia yang masih sangat dini, biasanya sekitar usia tiga tahun. Ketika kebiasaan berbohong ini dibiarkan, anak-anak bahkan bisa lebih sering berbohong lagi ketika usianya menginjak 4-6 tahun. Di usia tersebut pun anak mungkin sudah lebih profesional dalam berbohong dengan mencocokkan ekspresi wajahnya serta nada suaranya saat mengatakan sesuatu. 

Semakin bertambah usia anak, kebohongannya pun bisa semakin rumit karena anak sudah punya kosa kata lebih banyak dan mampu memahami cara berpikir orang lain. Sayangnya, anak yang terbiasa berbohong biasanya disebabkan oleh pola asuh atau meniru sikap orangtuanya sendiri. Misalnya, orangtua yang sering tidak menepati janji bisa membuat anak menjadi pembohong. Kok bisa? Ini alasannya. 

Baca juga: Jangan Langsung Emosi, Pahami Dulu 3 Fase Unik Perkembangan Anak

Tidak Menepati Janji Bisa Buat Anak Berbohong

Ayah dan ibu pasti sering mendengar istilah “anak bagaikan kertas putih”. Maksudnya, anak-anak adalah individu yang masih sangat polos dan mudah menyerap perilaku orang-orang di sekitarnya, termasuk orangtua. Jadi, orangtua sebenarnya bebas menulis di atas kertas putih tersebut seperti yang diharapkan. Ada pula istilah yang menyebut “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Artinya, sifat anak pasti mirip seperti orangtuanya.

Dari kedua istilah tersebut, bisa disimpulkan bahwa anak-anak yang masih kecil masih sangat polos dan tidak tahu apa-apa, sehingga mereka hanya bisa meniru perilaku orang-orang disekitarnya. Itu mengapa, sebagai orangtua, ayah dan ibu perlu mencontohkan sikap-sikap yang baik untuk membentuk karakter anak menjadi pribadi yang baik. Ketika anak punya kebiasaan berbohong, bukan tidak mungkin disebabkan karena mencontoh perilaku ayah dan ibunya.

Contohnya, orangtua yang sering tidak menepati janji untuk membelikan mainan atau mengajak ke suatu tempat dapat menurunkan kepercayaan Si Kecil. Nah, ketidakpercayaan inilah yang kemudian membuat sang anak sering berbohong, meski dalam hal yang sederhana. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari berjanji kepada anak atau sekedar memberinya harapan yang mungkin sulit ditepati oleh ayah dan ibu. 

Baca juga: Bukan Cuma Masalah Emosional, Ini 4 Penyebab anak Sering Berbohong

Cara Mengatasi Anak yang Suka Berbohong

Ketika ayah dan ibu telah mendapati Si Kecil suka berbohong, ada beberapa tips yang bisa dicoba agar Si Kecil mengubah kebiasaan buruknya itu dan mau bersikap jujur:

  • Cobalah untuk mengajarkan atau mencontohkan sikap kejujuran pada anak. Hindari memberinya harapan atau janji yang mungkin tidak bisa ayah atau ibu tepati. Ketika merasa belum mampu untuk membelikan mainan kesukaan anak atau mengajaknya jalan-jalan, sebaiknya jujur dan katakan alasan yang sebenarnya. 
  • Bantu anak menghindari situasi yang membuatnya merasa perlu berbohong. Misalnya, jika anak menumpahkan susu dan ibu bertanya apakah dia melakukannya, dia mungkin tergoda untuk berbohong. Untuk menghindari situasi ini ibu bisa mengatakan, “Wah, kakak/adik tidak sengaja numpahin susu ya, yuk, bersihkan bareng-bareng”
  • Cerita “hebat” dengan membual bisa menjadi cara anak untuk mendapatkan kekaguman atau rasa hormat dari orang lain. Jika hal ini sering terjadi, cobalah untuk sering memuji anak, misalnya, ketika dia mempelajari sesuatu yang baru. Ini dapat membantu meningkatkan harga diri Si Kecil.
  • Pastikan ayah dan ibu punya aturan dan konsekuensi yang jelas tentang perilaku yang dapat diterima di keluarga.
  • Ketika anak mengaku melakukan sesuatu yang salah, berikan pujian karena mereka telah berusaha jujur. Katakan hal-hal seperti, “ibu sangat senang sekali, kakak/adik mau jujur​​'. Ini mengirimkan pesan bahwa ibu tidak akan marah ketika anak melakukan sesuatu
  • Bacakan buku atau cerita tentang kejujuran pada anak. Terkadang, cerita yang mengandung pesan moral dikemas menarik, sehingga akan lebih melekat dalam otak anak. 

Baca juga: Ini 2 Dampak Mendidik Anak dengan Berbohong

Nah, itulah sejumlah tips yang bisa ayah dan ibu coba saat Si Kecil mulai bisa berbohong. Kalau punya pertanyaan lain mengenai pola asuh anak, hubungi dokter atau psikolog di Halodoc saja. Mereka bisa dihubungi kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Baby Bonus. Diakses pada 2020. Lies: Why Children Lie And What To Do.
Child Mind Institute. Diakses pada 2020. Why Kids Lie and What Parents Can Do About It.