Advertisement

Ortho-K vs LASIK, Mana yang Lebih Efektif Atasi Mata Minus?

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 Agustus 2025

Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan kondisi mata masing-masing individu.

Ortho-K vs LASIK, Mana yang Lebih Efektif Atasi Mata Minus?Ortho-K vs LASIK, Mana yang Lebih Efektif Atasi Mata Minus?

Daftar Isi:

  1. Apa Itu Ortho-K?
  2. Apa Itu LASIK?
  3. Biaya Ortho-K vs LASIK
  4. Kapan Harus ke Dokter?

Mata minus atau miopia adalah kondisi umum yang menyebabkan penglihatan buram saat melihat objek jauh.

Kondisi ini dapat dikoreksi dengan berbagai prosedur koreksi penglihatan seperti Ortho-K dan LASIK.

Keduanya menawarkan solusi yang berbeda untuk mengatasi mata minus. Tapi sebelum itu, simak terlebih dahulu informasi mengenai Ortho-K dan LASIK, mana yang lebih efektif atasi mata minus?

Apa Itu Ortho-K?

Orthokeratology atau lebih dikenal sebagai Ortho-K, adalah prosedur non-bedah untuk mengoreksi mata minus (miopia) dan mata silinder (astigmatisme).

Prosedur ini menggunakan lensa kontak rigid gas permeable (RGP) khusus yang dipakai semalaman saat tidur.

Lensa ini secara bertahap membentuk ulang permukaan kornea, sehingga penglihatan menjadi lebih jelas di siang hari tanpa perlu memakai kacamata atau lensa kontak.

Lensa Ortho-K bekerja dengan memberikan tekanan lembut pada kornea selama tidur. Tekanan ini menyebabkan perubahan sementara pada bentuk kornea, sehingga cahaya dapat fokus dengan lebih tepat pada retina. Efeknya, penglihatan menjadi lebih jelas di siang hari.

Perubahan bentuk kornea bersifat sementara. Jika penggunaan lensa Ortho-K dihentikan, kornea akan kembali ke bentuk aslinya, dan mata minus akan kembali.

Oleh karena itu, lensa Ortho-K perlu dipakai secara rutin setiap malam untuk mempertahankan efek koreksi penglihatan.

Kelebihan Ortho-K:

  • Non-bedah: Tidak melibatkan tindakan operasi, sehingga risiko komplikasi lebih rendah.
  • Reversibel: Efeknya sementara, sehingga penglihatan akan kembali seperti semula jika penggunaan lensa dihentikan.
  • Cocok untuk anak-anak dan remaja: Dapat memperlambat perkembangan mata minus pada anak-anak dan remaja.
  • Nyaman: Tidak perlu memakai kacamata atau lensa kontak di siang hari.

Kekurangan Ortho-K:

  • Membutuhkan waktu: Hasilnya tidak instan dan memerlukan pemakaian lensa secara rutin selama beberapa minggu atau bulan untuk mencapai koreksi penglihatan yang optimal.
  • Tidak permanen: Efeknya hanya bertahan selama lensa dipakai secara rutin.
  • Risiko infeksi: Seperti semua jenis lensa kontak, penggunaan lensa Ortho-K dapat meningkatkan risiko infeksi mata jika tidak dirawat dengan baik.
  • Tidak semua orang cocok: Tidak semua orang memenuhi syarat untuk menjalani prosedur Ortho-K.

Apa Itu LASIK?

LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) adalah prosedur bedah refraktif yang menggunakan laser untuk mengoreksi mata minus, mata plus (hiperopia), dan astigmatisme.

LASIK adalah salah satu prosedur bedah mata yang paling umum dilakukan dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

Prosedur LASIK melibatkan pembuatan flap tipis pada kornea menggunakan laser femtosecond. Flap ini kemudian diangkat, dan laser excimer digunakan untuk mengubah bentuk kornea sesuai dengan kebutuhan koreksi penglihatan.

Setelah bentuk kornea diubah, flap dikembalikan ke posisi semula dan akan menyatu secara alami tanpa memerlukan jahitan.

Mulai dari Katarak hingga Lasik, Ini Jenis Operasi Mata yang Perlu Diketahui.

Kelebihan LASIK:

  • Permanen: Hasilnya permanen, sehingga tidak perlu lagi memakai kacamata atau lensa kontak setelah prosedur.
  • Cepat: Prosedurnya relatif cepat dan biasanya hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit untuk kedua mata.
  • Efektif: Tingkat keberhasilan LASIK sangat tinggi, dengan sebagian besar pasien mencapai penglihatan 20/20 atau lebih baik.

Kekurangan LASIK:

  • Bedah: Melibatkan tindakan operasi, sehingga ada risiko komplikasi seperti mata kering, infeksi, atau masalah penglihatan lainnya.
  • Tidak reversibel: Perubahan pada kornea bersifat permanen dan tidak dapat dikembalikan.
  • Tidak semua orang cocok: Tidak semua orang memenuhi syarat untuk menjalani prosedur LASIK.

Biaya Ortho-K vs LASIK

Biaya Ortho-K bervariasi tergantung pada kompleksitas kasus dan tempat praktik dokter mata. Secara umum, biaya Ortho-K lebih murah daripada LASIK. Biaya LASIK juga bervariasi tergantung pada teknologi yang digunakan dan tempat praktik dokter mata.

Sebagai gambaran, biaya Ortho-K di Indonesia berkisar antara Rp 8.000.000 hingga Rp 15.000.000 untuk satu pasang lensa. Sementara itu, biaya LASIK berkisar antara Rp 15.000.000 hingga Rp 30.000.000 untuk kedua mata.

Mata gatal dan merah mengganggu aktivitas kamu? Simak selengkapnya, 11 Rekomendasi Obat Tetes Mata untuk Redakan Gatal dan Kemerahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter mata jika mengalami gejala-gejala berikut:

  • Penglihatan buram atau kabur.
  • Mata merah, gatal, atau berair.
  • Sakit mata.
  • Melihat kilatan cahaya atau floaters (bintik-bintik kecil yang melayang-layang di penglihatan).
  • Penglihatan ganda.

Pemeriksaan mata secara rutin juga penting untuk menjaga kesehatan mata dan mendeteksi masalah penglihatan sejak dini.

Baik Ortho-K maupun LASIK adalah pilihan yang efektif untuk mengoreksi mata minus. Ortho-K menawarkan solusi non-bedah yang reversibel, sementara LASIK memberikan koreksi permanen.

Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan, preferensi, dan kondisi mata masing-masing individu.

Konsultasi dengan dokter spesialis mata kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2025. What Is Orthokeratology?
European Academy of Orthokeratology. Diakses pada 2025. European Academy of Orthokeratology.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Lasik eye surgery.
American Academy of Ophthalmology (AAO). Diakses pada 2025. What is Lasik?