Otot Jantung Bermasalah, Ini yang Disebut Kardiomiopati

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Otot Jantung Bermasalah, Ini yang Disebut Kardiomiopati

Halodoc, Jakarta – Kardiomiopati  adalah penyakit pada otot jantung yang membuat jantung lebih sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Kardiomiopati dapat menyebabkan gagal jantung. Perawatan yang dilakukan adalah pemberian obat-obatan, alat implan jantung, atau dalam kasus yang parah adalah transplantasi jantung. 

Sering kali penyebab kardiomiopati tidak diketahui. Pada beberapa orang, kondisi ini diakibatkan oleh situasi kesehatan lain atau juga diturunkan dari orang tua (diwariskan). Ingin tahu lebih lanjut mengenai kardiomiopati, baca selengkapnya di sini!

Baca juga: Ketahui Ciri Lemah Jantung dan Cara Mencegahnya

Gejala Kardiomiopati

Meskipun tidak pasti karena gejalanya mirip dengan gejala penyakit lainnya, tetapi umumnya kardiomiopati memiliki beberapa gejala berikut ini:

  1. Sesak napas saat beraktivitas atau bahkan saat istirahat.
  2. Pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki dan kaki.
  3. Kembung perut karena penumpukan cairan.
  4. Batuk saat berbaring.
  5. Kelelahan.
  6. Detak jantung terasa cepat dan berdebar.
  7. Ketidaknyamanan atau tekanan di dada.
  8. Pusing sampai nyaris pingsan.

Tanda dan gejala cenderung memburuk kecuali diobati. Pada beberapa orang, kondisinya memburuk dengan cepat sedangkan pada orang lain bisa jadi memburuk untuk waktu yang lama. Ingin tahu lebih lanjut mengenai gejala dan perawatan kardiomiopati, tanyakan langsung ke Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Tadi sudah disinggung sebelumnya, bagaimana kondisi kardiomiopati kerap terkait dengan kondisi kesehatan lainnya. Faktor yang berkontribusi seseorang mengalami kardiomiopati adalah:

  1. Tekanan darah tinggi jangka panjang.
  2. Kerusakan jaringan jantung akibat serangan jantung.
  3. Detak jantung cepat kronis.
  4. Masalah katup jantung.
  5. Gangguan metabolisme, seperti obesitas, penyakit tiroid atau diabetes.
  6. Kekurangan nutrisi vitamin atau mineral esensial, seperti thiamin (vitamin B1).
  7. Komplikasi kehamilan.
  8. Minum terlalu banyak alkohol selama bertahun-tahun.
  9. Penggunaan kokain, amfetamin, atau steroid anabolik.
  10. Penggunaan beberapa obat kemoterapi dan radiasi untuk mengobati kanker.
  11. Infeksi tertentu, terutama yang dapat memengaruhi jantung.
  12. Penumpukan zat besi di otot jantung (hemochromatosis).
  13. Timbulnya kondisi yang menyebabkan peradangan dan dapat menyebabkan gumpalan sel tumbuh di jantung dan organ lain (sarkoidosis).
  14. Gangguan yang menyebabkan penumpukan protein abnormal (amiloidosis).
  15. Gangguan jaringan ikat.

Kondisi ini sangat memungkinkan pengidapnya mengalami komplikasi, ini termasuk:

Baca juga: Infeksi pada Jantung Dapat Sebabkan Kardiomiopati

  • Gagal jantung

Jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Jika tidak diobati, gagal jantung bisa mengancam jiwa.

  • Penggumpalan Darah 

Karena jantung tidak dapat memompa secara efektif, gumpalan darah mungkin terbentuk di jantung. Jika gumpalan memasuki aliran darah, ini dapat memblokir aliran darah ke organ lain, termasuk jantung dan otak.

  • Masalah Katup

Kardiomiopati menyebabkan jantung membesar, katup jantung mungkin tidak menutup dengan benar. Ini dapat menyebabkan aliran darah ke belakang.

  • Kematian Mendadak

Kardiomiopati dapat menyebabkan irama jantung menjadi abnormal. Irama jantung yang abnormal ini dapat menyebabkan pingsan atau dalam beberapa kasus, kematian mendadak jika jantung berhenti berdetak secara langsung.

Dalam banyak kasus, kamu tidak dapat mencegah kardiomiopati. Kamu dapat membantu mengurangi kemungkinan kardiomiopati dan jenis penyakit jantung lainnya dengan menjalani gaya hidup sehat jantung dan membuat pilihan gaya hidup seperti:

  • Menghindari penggunaan alkohol atau kokain.
  • Mengontrol tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
  • Makan makanan sehat.
  • Berolahraga teratur.
  • Tidur yang cukup.
  • Mengurangi stres.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cardiomyopathy
National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 2019. Cardiomyopathy