23 April 2018

Pankreatitis Akut, Penyakit yang Memaksa Avicii Pensiun Dini

Pankreatitis Akut, Penyakit yang Memaksa Avicii Pensiun Dini

Halodoc, Jakarta - Dunia musik sedang berduka atas meninggalnya produser dan DJ asal Swedia, Tim Bergling alias Avicii. Avicii meninggal di usia 28 tahun pada Jumat, 20 April saat ia sedang berlibur di Oman. Penyebab kematiannya sendiri masih belum diketahui.

Mengawali karirnya di usia 16 tahun, Avicii memutuskan untuk pensiun dari dunia musik pada 2016 karena penyakit yang menyerangnya, pankreatitis akut. Penyakit ini juga memaksanya untuk melakukan operasi pengangkatan kantung empedu berbarengan dengan operasi usus buntu pada 2014.

Pankreatitis akut adalah peradangan di dalam pankreas yang berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Meski berlangsung singkat, pankreatitis akut bisa menyebabkan kerusakan pankreas dan komplikasi lainnya. Pankreas memegang fungsi vital dalam metabolisme tubuh dengan memproduksi hormon yang mampu mencerna karbohidrat, lemak, dan protein yang kita makan.

 

Penyebab Pankreatitis Akut

Pada 2010, di usianya yang ke 21, Avicii mulai didiagnosis terkena pankreatitis akut. Hal utama yang menjadi penyebabnya adalah kebiasaan Avicii meminum alkohol secara berlebihan. Selain alkohol, penyebab pankreatitis akut antara lain:

  • Penyumbatan batu empedu.
  • Cedera atau operasi di bagian perut.
  • Hipertrigliserida atau kadar trigliserida darah yang tinggi.
  • Kadar kalsium tinggi dalam darah.
  • Infeksi dan parasit.
  • Efek samping antibiotik dan kemoterapi.
  • Kelainan autoimun.
  • Penyakit fibrosis kistik.

 

Gejala Pankreatitis Akut

Gejala pankreatitis akut yang disebabkan oleh alkohol biasanya muncul pada 6-12 jam setelah pengidapnya meminum minuman beralkohol. Setelah mengetahui kondisi penyakitnya ini, Avicii memutuskan untuk berhenti meminum alkohol secara total. Sayangnya, ini tak langsung menghilangkan peradangan yang sudah terlanjur terjadi.

Secara umum, gejala yang dirasakan oleh pengidap pankreatitis akut antara lain:

  • Nyeri pada perut bagian atas.
  • Nyeri perut yang menjalar sampai punggung atau nyeri perut yang memburuk setelah makan.
  • Demam.
  • Frekuensi denyut nadi meningkat.
  • Mual dan muntah.
  • Perut terasa nyeri saat disentuh.

(Baca juga: Mual Setelah Makan, Kenapa?)

Metode Pencegahan

Di antara banyaknya penyebab pankreatitis akut, alkohol dan penyumbatan batu empedu adalah dua faktor risiko terbesar. Sehingga, mencegah pankreatitis akut bisa dilakukan dengan mengindari dua hal tersebut. Untuk alkohol, cara pencegahannya cukup to the point, kurangi atau berhenti sama sekali.

Sementara itu, untuk menghindari pembentukan batu empedu, kita perlu lebih dulu memahami hal yang meningkatkan risiko pembentukannya. Batu empedu bisa terbentuk karena menumpuknya bilirubin, yaitu zat yang terbentuk dari proses penguraian sel darah merah yang telah mati.

Selain karena penumpukan bilirubin, batu empedu juga muncul karena kolesterol yang tidak terurai. Sehingga, pola makan rendah kolesterol bisa mencegah terbentuknya batu empedu pada pankreas. Makanan yang perlu kamu batasi atau bahkan hindari adalah daging berlemak, makanan berminyak, dan makanan tinggi kandungan mentega seperti kue dan donat. Imbangi juga diet kolesterolmu dengan makanan tinggi serat yang berasal dari sayur, buah, dan biji-bijian.

Dibutuhkan komitmen menyeluruh untuk mengubah pola makan agar lebih sehat dan rendah kolesterol. Namun, diet rendah kalori di mana asupan kalorimu kurang dari 800 kalori per hari juga bisa meningkatkan risiko pembentukan batu empedu. Penurunan berat badan yang terlalu drastis seperti pada diet protein dan operasi pengangkatan lemak juga berisiko tinggi dalam pembentukan batu empedu.

(Baca juga: Sembarangan Pilih Obat Pelangsing Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan)

Pankreatitis akut memang bisa menyebabkan berbagai komplikasi lain yang juga berbahaya. Selagi sehat, kamu perlu menjaga pola makan dan gaya hidupmu. Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang metode pencegahan pankreatitis akut lainnya, langsung hubungi dokter ahli di Halodoc saja. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.