19 February 2019

Pemahaman Tentang Menstruasi yang Masih Keliru

Pemahaman Tentang Menstruasi yang Masih Keliru

Halodoc, Jakarta - Menstruasi adalah proses normal yang dialami kaum Hawa. Meski rutin terjadi setiap bulan, masih ada pemahaman keliru tentang menstruasi pada masyarakat. Hal ini perlu diluruskan agar kamu bisa memahami tubuh dengan lebih baik.

Apa Itu Menstruasi?

Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari Miss V akibat siklus bulanan alami yang dialami wanita. Menstruasi diawali dengan peningkatan hormon FSH (follicle stimulating hormone) yang berfungsi mematangkan sel telur (ovum). Kemudian terjadi peningkatan hormon LH (luteinizing hormone) dan terjadilah proses pembuahan (ovulasi). Selama proses pematangan sel telur, terjadi pematangan rahim yang dibantu oleh hormon estrogen sehingga dinding rahim menebal. Setelah menebal dan terjadi ovulasi, hormon progesteron meningkat dan dinding rahim siap dibuahi. Jika tidak terjadi proses pembuahan, dinding rahim akan luruh dan terjadi menstruasi. 

Sebutan darah kotor saat menstruasi tidak tepat. Pasanya, darah kotor adalah istilah medis yang menggambarkan ketiadaan oksigen dalam darah. Darah menstruasi merupakan hasil luruhnya dinding rahim sehingga bukan darah kotor yang berbahaya.

Apa Saja Mitos Menstruasi yang Masih Keliru?

1. Darah Menumpuk Jika Tidak Menstruasi

Jika tidak menstruasi, bukan berarti darah akan menumpuk di dalam tubuh. Tidak terjadinya menstruasi bisa disebabkan karena gangguan hormonal, kehamilan, atau faktor lainnya. Pada kasus yang jarang terjadi, tidak menstruasi sama sekali terjadi akibat tertutupnya selaput dara. Segera bicara pada dokter Halodoc jika kamu tidak menstruasi lebih dari satu bulan.

2. Tidak Boleh Keramas saat Menstruasi

Saat sedang menstruasi, tidak ada larangan untuk keramas. Keramas adalah hal yang normal dilakukan dan tidak perlu dihentikan saat sedang menstruasi. Keramas tidak akan meningkatkan nyeri saat menstruasi. Jika keramas bikin rileks, kamu dianjurkan keramas dan keringkan rambut dengan baik. Buatlah diri senyaman mungkin.

3. Tidak Boleh Makan Nanas saat Menstruasi

Kamu dianjurkan konsumsi makanan bergizi seimbang secara rutin saat menstruasi, termasuk buah nanas. Justru buah nanas mengandung banyak vitamin C yang baik untuk kesehatan dan tidak berbahaya bila dikonsumsi saat menstruasi.

4. Minuman Bersoda Memperpendek Periode Menstruasi

Minum soda tidak memperpendek periode menstruasi. Soda mengandung kafein yang justru memperpanjang periode menstruasi dan menyebabkan perdarahan berat. Jadi saat menstruasi, hindari konsumsi soda dan ganti dengan susu cokelat yang bikin rileks.

5. Berhubungan Intim saat Menstruasi Tidak Bikin Hamil

Tiap wanita memiliki rentan waktu menstruasi dan risiko kehamilan yang berbeda-beda. Ini berarti berhubungan intim saat menstruasi bisa saja menyebabkan kehamilan, apalagi jika dilakukan pada periode akhir menstruasi. Alasannya karena sperma dapat bertahan hidup selama 72 jam setelah dikeluarkan, sehingga potensi kehamilan tetap ada. Ini berarti semakin mendekati masa akhir dari periode menstruasi, resiko hamil juga akan semakin meningkat. 

6. Tidak Boleh Memotong Kuku dan Rambut saat Menstruasi

Memotong kuku dan rambut tidak ada hubungan dengan menstruasi. Mengecat rambut juga tidak dilarang selama menstruasi.

7. Pembalut Kotor yang Dibuang Tanpa Dibersihkan Akan Dimakan Makhluk Halus

Terlepas dari benar atau tidaknya anggapan ini, membersihkan pembalut sebelum dibuang penting untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Lipat pembalut dan bungkus dalam plastik, kemudian diikat sebelum kamu membuangnya ke tempat sampah.

Jika kamu mendapatkan informasi seputar menstruasi yang belum terbukti kebenarannya, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

*artikel ini pernah tayang di SKATA