27 November 2017

Pemeriksaan Penting Pada Kehamilan Trimester Ketiga

Pemeriksaan Penting Pada Kehamilan Trimester Ketiga

Halodoc, Jakarta – Menjelang hari kelahiran yang sudah semakin dekat, ibu pasti mempunyai rasa deg-degan sekaligus bahagia akan bertemu dengan sang buah hati sebentar lagi. Tapi ibu masih perlu memantau kondisi perkembangan bayi dengan melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan lebih sering di trimester ketiga ini. Ibu juga sebaiknya memerhatikan hal-hal berikut setiap kali melakukan pemeriksaan. 

Ibu akan lebih sering mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan di periode akhir kehamilan ini. Jika pada trimester awal, ibu hanya sebulan sekali ke dokter kandungan, pada trimester terakhir ini, ibu perlu ke dokter minimal dua minggu sekali tergantung anjuran dokter. Beberapa pemeriksaan dasar, seperti mengevaluasi pertambahan berat badan ibu, mengukur tekanan darah, tes urin dan memeriksa jantung serta paru-paru masih tetap akan dilakukan. Tapi ada beberapa pemeriksaan penting lainnya yang akan dilakukan di trimester ketiga:

Pemeriksaan Kondisi Janin

Bayi yang akan dilahirkan sebentar lagi perlu pemeriksaan lebih dalam untuk memastikan kondisi kesehatan bayi dan untuk mengetahui jika terdapat masalah tertentu pada bayi.

  • Berat Badan Janin

Walaupun berat badan janin yang pasti tidak bisa diketahui, namun dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memperkirakan berat badan janin, seperti pengukuran fundus uteri, USG dan melalui perhitungan akumulasi bobot badan ibu. Memperkirakan berat badan janin ini sangat penting untuk menentukan metode persalinan.

Jika melalui pemeriksaan didapati bahwa bobot bayi kurang, maka ibu disarankan untuk meningkatkan konsumsi makanan yang bergizi dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tapi jika bobot bayi berlebih, maka ibu mungkin disarankan untuk melahirkan secara caesar. 

  • Posisi Janin

Pemeriksaan penting lainnya yang akan dilakukan di trimester ketiga adalah pemeriksaan Manuver Leopold. Dokter dapat mengetahui posisi janin dalam rahim melalui pemeriksaan tersebut, sehingga dapat menyarankan metode persalinan yang sesuai. Ada 4 tahap pemeriksaan yang akan dilakukan dokter untuk mengidentifikasi posisi kepala janin, bokong, tulang belakang, serta anggota geraknya. Jika hasil Manuver Leopold belum cukup jelas, maka USG bisa dilakukan untuk membantu menentukan posisi bayi.

Posisi bayi yang normal adalah kepalanya mengarah ke bagian bawah. Bayi dikatakan sungsang jika posisi kepalanya berada di atas, sedangkan bokong dan kakinya berada di bawah.

  • Gerakan Janin

Setelah memasukki bulan ketujuh, bayi dalam kandungan sudah bisa menunjukkan gerakan aktif seperti menendang-nendang perut. Kondisi sehat atau tidaknya janin juga dapat diketahui melalui pergerakannya. Dokter akan melakukan pemeriksaan melalui tes USG dan kardiotokografi untuk memantau gerakan janin beberapa minggu sebelum persalinan.

Ibu juga disarankan melakukan perhitungan pergerakan bayi sendiri di rumah. Caranya adalah dengan meraba perut. Bayi biasanya bergerak minimal 10 kali dalam sehari dan semakin aktif di malam hari. Jika tidak ada pergerakan, mungkin ia sedang tidur. Ibu bisa membantu membangunkan bayi dengan memberinya rangsangan suara atau cahaya.

  • Skrining Streptokokus Grup B

Bayi yang baru lahir rentan terkena infeksi yang disebabkan oleh streptokokus grup B. Akibatnya, bayi bisa mengalami gangguan mental, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran. Jadi penting untuk melakukan skrining untuk mendeteksi adanya streptokokus grup B. Jika hasil skrinning positif, dokter akan memberikan antibiotik saat persalinan untuk melindungi bayi dari infeksi.

  • Detak Jantung Bayi

Memantau detak jantung bayi juga penting dilakukan untuk mengetahui apakah janin dalam kondisi normal atau adakah masalah tertentu pada bayi.

 

Pemeriksaan Ibu

Akan terjadi perubahan pada fisik ibu jelang persalinan. Melalui sejumlah pemeriksaan, dokter dapat mengetahui apakah tubuh ibu telah siap untuk melahirkan.

  • Pemeriksaan Serviks

Pemeriksaan yang akan dilakukan kepada ibu di trimester ketiga ini adalah pemeriksaan serviks atau leher rahim. Jelang persalinan, serviks akan mengalami perubahan karena meningkatnya kadar hormon estrogen. Hal itu menyebabkan jumlah lendir pada serviks meningkat. Dan jika sudah mendekati hari persalinan, serviks juga akan terbuka sekitar 1-2 sentimeter. 

  • Pemeriksaan Lebar Panggul

Panggul memiliki peran penting dalam proses persalinan sebagai jalan keluarnya bayi. Jika ibu memiliki panggul yang sempit, maka metode melahirkan normal tidak mungkin dilakukan, karena bayi akan sulit keluar. Pemeriksaan lebar panggul ini akan dilakukan di minggi ke-36 kehamilan.

  • Tes Darah

Pemeriksaan darah pada ibu hamil bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai macam penyakit, seperti kolesterol, diabetes, hepatitis, asam urat, dan rubella. Melalui tes darah, dokter juga bisa mengetahui apakah ibu mengalami anemia atau tidak.

Jika kehamilan ibu mengalami gangguan tertentu atau ibu hamil anak kembar, maka pemeriksaan berikut akan dianjurkan:

  • Tes Stress Contraction (CST). Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk ibu yang memiliki kehamilan berisiko tinggi. Dengan menggunakan alat monitor fetus, respon detak jantung bayi terhadap kontraksi yang dirangsang oleh oksitosin atau stimulasi pada putting payudara akan diukur. Dengan demikian, dokter dapat menilai apakah bayi dapat bertahan melalui tekanan pada saat persalinan.
  • Tes Non-stress. Pemeriksaan ini ditujukan untuk ibu yang hamil anak kembar atau ibu hamil yang memiliki diabetes dan tekanan darah tinggi.

Ibu hamil juga bisa membicarakan tentang kondisi kesehatannya kepada dokter, tanpa perlu keluar rumah, melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan chat untuk berdiskusi dan meminta saran kesehatan kapan saja. Ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.