Penanganan Rumahan untuk Mengatasi Postpartum Depression

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Penanganan Rumahan untuk Mengatasi Postpartum Depression

Halodoc, Jakarta – Lahirnya sang buah hati tentu menimbulkan percampuran emosi yang kuat. Tidak hanya kegembiraan, orangtua baru juga bisa mengalami ketakutan dan kecemasan. Kekhawatiran terhadap sang buah hati rentan menimbulkan depresi bagi ibu maupun ayah. Seseorang yang mengalami depresi pasca persalinan disebut postpartum depression (PPD).

Baca Juga: Kenali Perbedaan antara Postpartum Depression dan Baby Blues

Kondisi ini lebih sering dialami oleh ibu baru daripada ayah. Kondisi ini dapat menimbulkan perubahan suasana hati, kecemasan sampai kesulitan tidur. PPD dapat dimulai dalam 2-3 hari pertama setelah melahirkan dan kondisinya berlangsung sampai dua minggu. Tidak harus ditangani di rumah sakit, kondisi mental ini bisa ditangani di rumah. 

Perawatan Rumahan untuk Postpartum Depression

PPD bukan kondisi cacat mental atau kelemahan karakter, melainkan hanya komplikasi setelah melahirkan. Jika ibu atau istri mengalami PPD, perawatan dapat membantu mengelola gejala serta membantu menjalin ikatan dengan buah hati. Selain perawatan professional, ibu dapat melakukan beberapa hal di rumah ini untuk membantu mempercepat pemulihan, yaitu:

  1. Buat Rencana Hidup Sehat

Buat rencana-rencana hidup sehat yang melibatkan aktivitas fisik, seperti berjalan-jalan dengan Si Kecil dan jadikan olahraga sebagai rutinitas harian. Cobalah untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Konsumsi makanan bernutrisi dan hindari alkohol serta rokok.

  1. Targetkan Harapan yang Realistis

Jangan menekan diri agar mampu melakukan segalanya. Kurangi harapan tinggi terhadap gambaran rumah tangga yang sempurna. Lakukan apa yang hanya dapat ibu lakukan dan tinggalkan sisanya.

  1. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Luangkan waktu untuk diri sendiri dan keluar dari rumah sebentar. Ibu tentu perlu meminta izin pasangan untuk merawat Si Kecil atau menyerahkan pengasuh. Lakukan sesuatu hal yang disukai, seperti hobi atau semacam hiburan. Kamu mungkin juga menjadwalkan waktu sendirian dengan pasangan atau teman.

  1. Jangan Menutup Diri

Bicaralah dengan pasangan, keluarga, dan teman tentang perasaan ibu. Tanyakan ibu lain tentang pengalaman yang sudah mereka alami. Membuka diri membantu ibu bangkit dari keterpurukan dan merasa menjadi manusia seutuhnya lagi.

Baca Juga: Istri Alami Postpartum Depression, Suami Bisa Lakukan 5 Hal Ini

  1. Minta Dukungan

Cobalah untuk membuka diri kepada orang-orang yang dekat dengan dan beritahu mereka bahwa ibu membutuhkan bantuan. Ibu dapat mengambil ilmu dari meminta bantuan dengan keterampilan mengasuh anak yang dapat mencakup teknik pengasuhan untuk meningkatkan kualitas tidur bayi dan cara menenangkan Si Kecil ketika rewel dan menangis.

Ibu mungkin juga perlu bicara dengan psikolog Halodoc untuk bicara terkait kondisi mental yang sedang dialami. Kini bicara dengan psikolog tak harus pergi ke rumah sakit. Hubungi psikolog lewat aplikasi Halodoc, sehingga ibu dapat bicara kapan saja dan di mana saja. 

Langkah Pencegahan Postpartum Depression

Apabila kamu memiliki riwayat depresi, terutama PPD, beritahu dokter sebelum berencana hamil atau segera setelah mengetahui bahwa kamu telah hamil. Selama kehamilan, dokter dapat memonitor dengan seksama untuk tanda dan gejala depresi. Kemudian, ibu diminta untuk mengisi kuesioner seputar depresi selama kehamilan dan setelah melahirkan. Kadang-kadang depresi ringan dapat dikelola dengan kelompok pendukung, konseling atau terapi lain. 

Baca Juga: Tanda Ayah Juga Alami Postpartum Depression

Dalam kasus lain, antidepresan dapat direkomendasikan bahkan selama kehamilan. Setelah Si Kecil lahir ke dunia, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan awal pasca persalinan untuk mendeteksi tanda dan gejala PPD. Semakin dini terdeteksi, maka perawatan dapat segera dimulai. 

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Postpartum depression.
Healthline (Diakses pada 2019). Are There Natural Remedies for Postpartum Depression?.