• Home
  • /
  • Pencegahan yang Tepat agar Anak Tidak Terkena Tifus

Pencegahan yang Tepat agar Anak Tidak Terkena Tifus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
tifus, pencegahan tifus, tifus pada anak,

Halodoc, Jakarta – Kesehatan sang buah hati merupakan hal terpenting bagi orangtua. Sebenarnya, cara menjaga kesehatan Si Kecil dapat dengan mudah dilakukan, yaitu menjaga asupan makanan sehat dan lingkungan yang bersih. Pasalnya, ketika anak menempati lingkungan yang kotor, bakteri dan kuman akan berkembang dan menyebabkan serangan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah tifus.

Tifus, atau yang lebih akrab disapa dengan demam tifoid, merupakan salah satu penyakit yang rentan sekali dialami oleh anak. Tifus pada anak sendiri disebabkan oleh infeksi bakteri yang bernama Salmonella Typhi, yang penyebarannya sangat cepat. Tifus pada anak sendiri merupakan salah satu penyakit endemik yang dapat menyerang, karena kekebalan tubuh anak yang belum optimal.

Baca juga: 5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba

Pencegahan Tifus pada Anak

Tifus merupakan salah satu penyakit yang wajib dihindari, karena dapat menyebabkan komplikasi kesehatan pada pengidapnya, khususnya pada anak-anak. Komplikasi berbahaya yang dapat terjadi, yaitu gangguan saluran pencernaan dan perdarahan internal yang dapat berujung pada kematian. Ibu wajib tahu bagaimana langkah pencegahan tifus yang tepat!

Bakteri yang menyebabkan demam tifoid memiliki masa inkubasi selama 7-14 hari, terhitung sejak anak terinfeksi. Kemudian, serangkaian gejala akan muncul yang ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, anak terlihat selalu lemas, anak mengalami penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, diare, serta adanya bintik merah atau ruam pada kulit.

Jika Si Kecil mengalami serangkaian gejalanya, sebaiknya ibu segera memeriksakan Si Kecil di rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan medis yang tepat. Sebelum terlambat, lakukan beberapa hal berikut sebagai langkah pencegahan tifus pada anak:

  • Menjaga Kebersihan

Bakteri Salmonella Typhi dapat dengan mudah menyebar pada tubuh melalui urine atau feses pengidap penyakit tifus. Sebagai langkah pencegahan, selalu bersihkan sanitasi dan lingkungan rumah jika didapati salah satu anggota keluarga mengidap penyakit tifus. Hal tersebut dilakukan mengingat bakteri penyebab tifus tidak mampu bertahan hidup lama di lingkungan yang bersih.

Baca juga: Mirip, Ini 8 Cara Membedakan Gejala Tifus dan Demam Berdarah

  • Berikan Vaksinasi pada Anak

Vaksinasi tifoid merupakan salah satu pencegahan tifus pada anak yang ampuh dilakukan. Sayangnya, vaksin ini baru dapat dilakukan ketika anak sudah menginjak usia 2 tahun dan perlu diulang setiap 3 tahun sekali, agar imunitas tubuh anak tetap kebal terhadap bakteri penyebab penyakit tifus.

  • Terapkan Pola Makan Sehat

Anak memiliki daya tahan tubuh yang belum optimal, sehingga rentan sekali untuk mengidap penyakit tifus. Untuk mencegahnya, sebaiknya ibu selalu memberikan mereka makanan yang sehat dan bersih. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizinya, dapat membantu daya tahan tubuh anak tetap terjaga dengan baik. Jangan lupa untuk menghindari anak-anak dari makanan yang kurang bersih, dengan memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak.

  • Ajari Anak untuk Selalu Hidup Bersih

Pentingnya mengajarkan anak untuk selalu hidup bersih sejak dini, salah satunya agar terhindar dari penyakit tifus. Dalam hal ini, ibu bisa mengajarkan anak untuk rajin mencuci tangan setelah melakukan kegiatan apapun, serta sebelum dan sesudah makan.

Baca juga: Kenali 5 Gejala dan Cara Mengobati Tifus Pada Anak

Dalam kasus yang jarang terjadi, gejala demam tifoid dapat sembuh pada minggu ketiga atau keempat. Hal yang perlu diperhatikan adalah, penyakit ini bisa datang kapan saja. Untuk mencegahnya, selalu lakukan beberapa langkah pencegahan tersebut ya, bu!

Referensi:

CDC Diakses pada 2020. Typhus Fevers.
Kids Health. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
Medline Plus. Diakses pada 2020. Typhus.