22 November 2018

Pencegahan yang Tepat agar Anak Tidak Terkena Tifus

pencegahan yang tepat agar anak tidak terkena tifus

Halodoc, Jakarta – Kesehatan anak adalah hal yang penting bagi seorang ibu. Menjaga kesehatan anak dapat dilihat dari asupan makanan yang diberikan serta lingkungan dan tubuh yang bersih. Beberapa penyakit bisa disebabkan oleh bakteri atau kondisi lingkungan yang kotor, salah satunya adalah penyakit tifus.

Tifus atau demam tifoid adalah salah satu penyakit yang dapat menyerang anak-anak dan disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Penyebaran penyakit tifus juga mudah diakibatkan penyebaran bakteri Salmonella Typhi yang tergolong cepat. Di Indonesia penyakit tifus merupakan salah satu penyakit endemik. 100.000 penduduk Indonesia terserang penyakit ini setiap tahunnya, termasuk anak-anak. Kekebalan tubuh anak yang belum optimal menjadi salah satu penyebab anak mudah terserang tifus.

Penyakit tifus adalah penyakit yang harus dihindari. Tifus dapat menyebabkan komplikasi kesehatan pada pengidap khususnya pada anak-anak. Gangguan saluran pencernaan dan perdarahan internal menjadi salah satu komplikasi dari penyakit tifus. Jika tidak segera ditangani, tifus dapat menyebabkan kematian pada anak.

Masa inkubasi bakteri Salmonella Typhi adalah 7-14 hari yang dihitung semenjak anak tertular bakteri ini. Setelah itu, biasanya anak mengalami beberapa gejala penyakit tifus, seperti demam tinggi, sakit kepala, anak terlihat lemas dan tidak bertenaga, penurunan berat badan yang disebabkan penurunan nafsu makan, diare, dan munculnya ruam bintik merah pada kulit. Jika anak mengalami gejala ini, sebaiknya ibu segera meminta pertolongan medis untuk mengetahui kondisi kesehatan anak lebih lanjut.

Pencegahan Tifus pada Anak

Sebaiknya lakukan pencegahan tifus pada anak agar kesehatan anak selalu terjaga. Berikut adalah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari anak dari penyakit tifus:

1. Jaga Kebersihan Sanitari

Bakteri Salmonella Typhi dapat dengan mudah menyebar pada tubuh manusia melalui urine atau feses seseorang yang mengidap penyakit tifus. Sebaiknya, ketika salah satu anggota keluarga mengidap tifus, jangan lupa untuk selalu membersihkan sanitari dan lingkungan. Bakteri penyebab tifus tidak mampu bertahan hidup lama dengan lingkungan yang bersih, sehingga menghindari anak tertular bakteri dan mengalami tifus.

2. Berikan Vaksinasi pada Anak

Vaksinasi tifoid merupakan salah satu vaksin yang bisa diberikan untuk mencegah anak mengalami penyakit tifus. Namun, vaksinasi tifoid bisa diberikan pada anak yang sudah berusia di atas 2 tahun. Vaksin ini perlu diulang setiap 3 tahun sekali agar imun anak bisa kuat terhadap penyebab penyakit tifus.

3. Berikan Makanan Sehat dan Bersih

Salah satu penyebab anak mudah mengalami tifus karena daya tahan tubuh yang belum optimal, sebaiknya ibu jangan lupa memberikan anak-anak makanan yang sehat dan bersih. Penuhi kebutuhan nutrisi dan gizinya agar daya tahan tubuh anak bisa optimal. Selain itu, hindari anak-anak dari makanan yang kurang bersih. Perhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak, makanan yang dijual di tempat yang terbuka membuat makanan mudah terpapar oleh bakteri.

4. Ajari Anak untuk Selalu Hidup Bersih

Rajin membersihkan diri menjadi salah satu kunci yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit tifus. Jangan lupa selalu mengajarkan anak agar hidup bersih. Ibu bisa mengajarkan anak untuk rajin mencuci tangan setelah melakukan kegiatan dan mau makan. Hal ini bisa mencegah anak mengalami penyakit tifus.

Itu cara pencegahan yang tepat agar anak tidak terkena tifus. Jika ingin bertanya mengenai kesehatan anak, gunakan aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: