• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Bulimia Rentan Alami Sindrom Mallory Weiss

Pengidap Bulimia Rentan Alami Sindrom Mallory Weiss

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Sindrom Mallory-Weiss adalah suatu kondisi yang ditandai dengan robekan pada selaput lendir atau lapisan dalam, di mana esofagus bertemu perut. Biasanya sindrom ini bisa sembuh dalam 7 hingga 10 hari tanpa pengobatan, tetapi tak jarang juga dapat menyebabkan perdarahan yang signifikan. 

Sindrom Mallory Weiss erat kaitannya dengan bulimia. Ini dikarenakan komplikasi akibat bulimia yang erat hubungannya dengan kerusakan esofagus. Sebagai informasi, bulimia dapat menyebabkan pecahnya perut dan kerongkongan. Selengkapnya, mengenai kondisi ini baca keterangan di bawah ini.

Kenapa Bulimia Terkait dengan Sindrom Mallory Weiss

Penyebab paling umum dari Mallory Weiss adalah muntah yang parah atau berkepanjangan. Walaupun jenis muntah ini dapat terjadi pada penyakit lambung, tetapi ini juga sering terjadi karena penyalahgunaan alkohol kronis atau bulimia.

Baca juga: 3 Cara Mendiagnosis Sindrom Mallory Weiss

Kondisi lain juga dapat menyebabkan robekan pada kerongkongan. Ini termasuk:

  1. Trauma pada dada atau perut.
  2. Cegukan parah atau berkepanjangan.
  3. Batuk hebat.
  4. Mengangkat beban berat sehingga menyebabkan ketegangan.
  5. Gastritis, yang merupakan radang selaput lambung.
  6. Hiatal hernia, yang terjadi ketika bagian perut mendorong melalui bagian diafragma.
  7. Kejang.
  8. Mengalami resusitasi kardiopulmonari (CPR) juga dapat menyebabkan robekan kerongkongan.

Mallory Weiss lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Ini terjadi lebih sering pada orang dengan alkoholisme. Ingin tahu bagaimana lebih banyak mengenai bulimia dan sindrom Mallory Weiss tanyakan langsung ke Halodoc.

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih kapan dan di mana saja mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Untuk mencegah sindrom Mallory Weiss, penting untuk merawat kondisi yang menyebabkan episode panjang dari muntah parah. Penggunaan alkohol berlebihan dan sirosis dapat memicu episode berulang. Jika kamu memiliki Mallory Weiss, hindari alkohol dan bicarakan dengan dokter tentang cara untuk mengelola kondisi tersebut untuk mencegah episode mendatang.

Baca juga: Alasan Kecanduan Alkohol Berisiko Terkena Sindrom Mallory Weiss

Jika ternyata Mallory Weiss yang kamu alami dikarenakan bulimia, tentunya kamu harus mengatasi persoalan tersebut. Ketika kamu memiliki bulimia, kamu mungkin memerlukan beberapa jenis perawatan. Ini termasuk menggabungkan psikoterapi dengan antidepresan mungkin yang paling efektif untuk mengatasi gangguan tersebut.

Perawatan umumnya lainnya akan melibatkan pendekatan mencakup pengidapnya, keluarga, penyedia perawatan, seorang profesional kesehatan mental dan ahli gizi yang berpengalaman dalam mengobati gangguan makan. Berikut ini pilihan dan pertimbangan perawatan bulimia:

  1. Psikoterapi, juga dikenal sebagai terapi wicara atau konseling psikologis, melibatkan mendiskusikan kondisi bulimia dan masalah terkait dengan profesional kesehatan mental. 
  2. Obat-obatan, seperti antidepresan yang dapat membantu mengurangi gejala bulimia ketika digunakan bersama dengan psikoterapi. 
  3. Pendidikan gizi, di mana ahli gizi dapat merancang rencana makan untuk membantu kamu mencapai kebiasaan makan yang sehat. Ini termasuk menghindari kelaparan dan mengidam dan upaya mendapatkan nutrisi yang baik. Menerapkan pola makan secara teratur dan tidak membatasi asupan makanan adalah penting dalam mengatasi bulimia.

Orang yang mengidap bulimia bisa dibilang tidak pulih sepenuhnya. Terkadang ini bisa dipengaruhi keadaan gaya hidup, termasuk tingkat stres. Mengedukasi diri mengenai bulimia dapat memberdayakan dan memotivasi pengidapnya untuk tetap pada rencana perawatan.

Sangat penting untuk mendapatkan nutrisi yang tepat. Jika kamu tidak makan dengan baik atau sering melakukan “pembersihan” alias memuntahkan makanan, besar kemungkinan kamu tubuh tidak mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Bulimia Nervosa.
Healthline. Diakses pada 2019. Mallory-Weiss Syndrome.