10 January 2018

Pengidap Diabetes Harus Jaga Jarak dari Makanan Manis?

Pengidap Diabetes Harus Jaga Jarak dari Makanan Manis?

Halodoc, Jakarta – Diabetes sering dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan manis, seperti gula. Artinya, banyak orang yang memercayai bahwa seseorang akan terkena penyakit diabetes jika ia terlalu banyak mengonsumsi gula. Sehingga muncul pula banyak anggapan bahwa gula adalah “musuh” utama bagi para penderita diabetes.

Anggapan itu membuat seseorang yang divonis diabetes sering “dipaksa” untuk berhenti mengonsumsi gula dan makanan serta minuman manis. Namun benarkah anggapan tersebut? Apakah pengidap diabetes memang harus berhenti total dalam mengonsumsi gula?

Jawabannya adalah tidak benar. Sangat disayangkan bahwa anggapan demikian masih beredar dan banyak dipercaya. Diabetes memang termasuk penyakit yang  terjadi karena tingginya kadar gula dalam darah, namun gula bukanlah satu-satunya penyebab seseorang mengalami penyakit ini.

Mitos soal pengidap diabetes yang harus berhenti mengonsumsi gula ternyata malah bisa jadi berbahaya. Karena gula merupakan salah satu asupan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Terlalu ketat membatasi gula, terutama pada orang yang memiliki diabetes, malah bisa menyebabkan terjadinya hipoglikemia.

Sejauh ini, sejumlah ahli masih memperdebatkan larangan mengonsumsi gula pada orang diabetes. Namun banyak yang menyebut bahwa pengidap diabetes pun sah-sah saja untuk mengonsumsi gula dan makanan manis, selama masih di dalam batas yang wajar.

Gula merupakan jenis makanan yang akan diubah tubuh menjadi sumber energi yang dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari. Konsumsi camilan serta makanan berserat pun sebaiknya tetap dilakukan, namun dengan porsi yang telah ditentukann pula. Pola makan bagi pengidap diabetes tentunya akan berubah pula agat tubuh lebih baik dalam mencerna dan mengendalikan gula. Namun bukan berarti harus  memantang sesuatu secara ekstrem.

Membatasi gula dan ancaman hipoglikemia

Orang dengan diabetes yang terlalu memantang konsumsi makanan manis dan gula malah berpotensi mengalami hipoglikemia. Yaitu suatu kondisi di mana kadar gula dalam tubuh berada di bawah angka normal (60 mg/dl). Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia.

Pemicu hipoglikemia yang paling sering adalah penggunaan insulin atau obat-obatan diabetes secara berlebihan, serta tidak mengindahkan aturan makan 3J (Jadwal, Jumlah, Jenis). Yaitu salah satu metode yang sering digunakan untuk mengontrol asupan makanan terutama asupan gula pada pengidap diabetes.

Kurang berolahraga dan kurang aktivitas fisik juga bisa menjadi penyebab dari hipoglikemia. Ada beberapa gejala yang biasanya menjadi tanda seorang diabetes mengalami hipoglikemia. Seperti perasaan gelisah dan gemetar, mual, lapar, berkeringat, hingga pandangan kabur dan kesulitan berbicara.

Kondisi ini sebaiknya tidak disepelekan karena bisa berdampak berbahaya. Hipoglikemia pada pengidap diabetes yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan kejang, hilang kesadaran hingga kematian.

Saat hipoglikema sudah terlanjur terjadi, segera lakukan pertolongan pertama dengan makan dan minum sesuatu yang mengandung setidaknya 15 g karbohidrat. Seperti teh manis dengan 2 sendok makan gula pasir, 3-4 buah permen yang terbuat dari gula, 3 buah crackers, atau ½ gelas jus buah.

Meski perlu untuk mengontrol dan mengurangi kadar gula, penderita diabetes pun tetap membutuhkan asupan gula. Agar terhindari dari kondisi ini, pastikan untuk rutin mengontrol kadar gula darah. Gunakan aplikasi Halodoc untuk selalu terhubung dengan dokter dan bicara seputar masalah kesehatan. Kamu bisa menghubungi dokter menggunakan fitur Video/Voice Call dan Chat selama 24 jama. Halodoc juga bisa digunakan untuk membeli obat dan merencanakan pemeriksaan laboratorium. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play.