12 January 2018

Pengidap Maag Butuh 4 Posisi Tidur yang Tepat

Pengidap Maag Butuh 4 Posisi Tidur yang Tepat

Halodoc, Jakarta – Sakit maag dan beberapa masalah di seputar perut lainnya ternyata bisa jadi sangat mengganggu, lho. Karena rasa nyeri yang sering tiba-tiba menyerang tanpa mengenal waktu. Nyeri karena sakit maag bisa menyerang kapan saja, sekalipun saat seseorang tengah terlelap di malam hari.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan sakit maag kambuh, biasanya faktor tersebut berhubungan dengan pola makan yang salah seperti telat makan dan salah mengonsumsi makanan. Namun tahukah kamu bahwa ternyata posisi tidur kamu juga bisa berpengaruh?

Pada seseorang yang memiliki maag, terutama dengan refluks asam lambung, gejala dan nyeri yang muncul kadang bisa lebih hebat. Kondisi ini bisa memunculkan sensasi terbakar pada bagian ulu hati dan dada. Dan yang paling parah, gejala-gejala sakit yang muncul ini bisa mengganggu tidur dan membuat seseorang terbangun di tengah tidur pada malam hari.

Kalau kamu termasuk yang sering mengalami gejala ini di malam hari, coba perhatikan lagi posisi tidur. Bisa jadi posisi tidur kamu salah sehingga memicu munculnya rasa sakit. Coba terapkan 4 cara dan posisi tidur berikut agar terhindar dari serangan maag di malam hari.

1. Hindari Tidur Terlentang

Salah satu kunci untuk tidak mengalami serangan  sakit maag  adalah dengan memilih posisi tidur yang tepat. Pada pengidap maag, posisi tidur secara terlentang adalah hal yang harus dihindari. Apalagi pada seorang pengidap maag yang juga mengalami obesitas alias kelebihan berat badan.

Sebab tidur terlentang dapat menyebabkan meningkatnya tekanan yang terjadi pada rongga perut. Tekanan yang besar ini dapat memicu lambung untuk memaksa mengeluarkan isinya dari atas alias dengan  cara muntah. Apalagi kalau kamu baru saja makan, sebaiknya hindari tidur dengan posisi ini karena terlentang dapat menyebabkan asam lambung naik.

2. Tinggikan Kepala

Selain membuat posisi tidur yang nyaman, meninggikan kepala saat tidur juga bisa membantu mengurangi rasa nyeri. Kamu bisa mencoba untuk menumpuk bantal sampai kepala berada pada posisi yang paling nyaman. Mengutip dari berbagai sumber, tinggi kepala yang dianjurkan adalah sekitar 30 derajat.

Hal ini dinilai mampu mengurangi efek grafitasi terhadap tubuh. Dampaknya, produksi asam yang ada pada tubuh lebih kecil risikonya naik ke bagian kerongkongan. Artinya, risiko mengalami serangan maag maupun naiknya asam lambung pun semakin kecil.

3. Hindari Miring ke Kanan

Jika kamu memiliki penyakit maag yang cukup parah, dianjurkan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri. Sejumlah penelitian menemukan bahwa tidur dengan tubuh yang miring ke kiri dapat mengurangi rasa nyeri. Selain itu, ternyata saat seseorang tidur dengan menghadap ke kanan malah bisa meningkatkan potensi terjadinya serangan.

Karena tidur menghadap ke kanan disebut dapat menyebabkan relaksasi otot spincther. Yaitu bagian yang merupakan “pembatas” yang memisahkan lambung dan esofagus. Jika hal ini terjadi, maka dapat memicu naiknya asam lambung.

4. Pakaian yang Nyaman

Usahakan untuk tidak menambah “siksaan” pada tubuhmu selama tidur. Hindari menggunakan pakaian tidur yang terlalu ketat sehingga dapat membuat rasa tak nyaman dan membuat nyeri semakin terasa.

Selain itu, saat kamu mengetahui potensi penyakit maag sebaiknya batasi dan perhatikan pola makan harian. Hindari mengonsumsi makanan yang dapat memicu maag kambuh. Pastikan juga untuk selalu terhubung dengan dokter agar kesehatan lambung dan seputar perut tetap terjaga. Pakai aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter seputar masalah kesehatan lewat Video/Voice Call dan Chat. Kamu juga bisa membeli obat dan merencanakan pemeriksaan laboratorium. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.