Pengobatan Anemia Hemolitik yang Bisa Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pengobatan Anemia Hemolitik yang Bisa Dilakukan

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya pengidap anemia secara global? Jangan kaget, menurut dari dari WHO, sekitar 2,3 miliar orang mengidap anemia. Sangat banyak, bukan? Dari angka tersebut pravelensi tercatat di Asia dan Afrika, yaitu 85 persen. 

Di Asia Tenggara sendiri, sekitar 202 juta wanita mengidap anemia. Untuk Indonesia sendiri, pengidap anemia paling tinggi dialami oleh remaja putri dan ibu hamil. Nah, menyoal anemia ini, sebenarnya ada beragam jenis anemia yang bisa menyerang seseorang, salah satunya anemia hemolitik. Masih asing dengan anemia jenis ini? 

Pada tubuh yang sehat, sel darah merah memiliki waktu hidup selama sekitar 120 hari sebelum akhirnya hancur dan digantikan oleh sel darah merah baru. Nah, seseorang yang mengidap anemia hemolitik, sel darah merahnya akan hancur sebelum waktunya. 

Pada keadaan awal, sumsum tulang belakang akan berusaha mengatasi kekurangan darah merah dengan menghasilkan sel darah merah dengan lebih cepat. Namun, bila kondisi hancurnya sel darah merah berlangsung terus-menerus, maka usaha kompensasi dari sumsum tulang akan gagal dan terjadilah anemia. 

Baca juga: Bayi Baru Lahir Rentan Alami Anemia Hemolitik

Jangan anggap remeh berbagai jenis anemia, termasuk anemia hemolitik. Sebab,  anemia hemolitik dapat merupakan kondisi yang ringan, tetapi dapat pula berat dan mengancam nyawa.

Lantas, bagaimana sih cara mengobati anemia hemolitik? 

Tahap Lanjut, Memunculkan Beragam Gejala

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya berkenalan terlebih dahulu dengan gejalanya. Ketika seseorang mengidap anemia hemolitik yang ringan, umumnya mereka tidak merasakan gejala atau keanehan pada tubuh. Pada fase selanjutnya (berat), keluhan sejalan dengan jumlah kekurangan sel darah merah di dalam tubuh. Berikut ini gejala yang cenderung dialami banyak orang dengan anemia hemolitik:

  • Demam. 

  • Pusing. 

  • Mudah merasa lelah. 

  • Tekanan darah rendah. 

  • Kulit dan bagian putih mata menguning.

  • Pembesaran hati. 

  • Perubahan warna kulit. 

  • Warna urine yang menjadi lebih gelap. 

  • Detak jantung cepat. 

  • Sesak napas. 

  • Nyeri perut. 

  • Luka pada kaki.

  • Pembesaran limfa. 

  • Nyeri dada. 

Nah, bila kamu atau anggota keluarga ada yang mengalami gejala-gejala di atas, segeralah tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Lalu, bagaimana cara mengatasi anemia jenis ini? 

Baca juga: Anemia Aplastik Vs Anemia Hemolitik, Mana yang Lebih Bahaya?

Lewat Terapi Asam Folat hingga Operasi

Untuk mengobati anemia hemolitik, dokter akan menyesuaikan dengan berbagai faktor. Contohnya, penyebab anemia hemolitik, usia pengidap, riwayat medis, ataupun kondisi kesehatan secara menyeluruh. 

Nah, berikut ini metode pengobatan yang umumnya diberikan pada pasien:

  • Terapi asam folat.

  • Kortikosteroid. Kortikosteroid diberikan pada pengidap anemia hemolitik dengan autoimun. 

  • Imunoglobulin G intravena.

  • Terapi eritropoetin. Terapi ini diberikan pada pasien dengan gagal ginjal.

  • Memberhentikan konsumsi obat yang bisa meningkatkan risiko timbulnya anemia hemolitik. 

Selain hal-hal di atas, ada juga metode lainnya. Metode pengobatan di bawah ini dilakukan bila tingkat anemia hemolitik dinilai cukup parah. 

  • Transfusi darah. Terapi ini biasanya diberikan kepada pengidap anemia hemolitik berat atau dengan gangguan jantung/paru, penyakit thalassemia atau penyakit sel sabit. Meski begitu, transfusi darah memiliki efek samping. Contohnya, penumpukan besi di dalam tubuh akibat transfusi berulang. 

  • Operasi pengangkatan limfa. Tindakan ini dilakukan sebagai pilihan dalam kasus-kasus hemolisis yang tidak merespon kortikosteroid dan imunosupresan.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Hemolytic Anemia: What It Is and How to Treat It
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Hemolytic anemia