18 July 2018

Penting untuk Wanita, Ini 4 Cara Mencegah Kanker Serviks

cara mencegah kanker serviks

Halodoc, Jakarta – Kanker serviks merupakan penyakit yang menjadi ancaman terbesar bagi wanita. Dilansir dari laman Kumparan, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, KHOM mengungkapkan bahwa dari 40 wanita yang terdiagnosis mengidap kanker serviks, 20 wanita di antaranya meninggal dunia. Mengingat betapa ganasnya penyakit yang satu ini, wanita diharapkan dapat lebih memperhatikan dan menjaga kesehatan rahimnya dengan baik agar terhindar kanker serviks.

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Kondisi ini bermula ketika sel-sel yang tadinya sehat, mengalami mutasi generik atau perubahan pada DNA, sehingga berubah menjadi sel abnormal. Sel-sel kanker ini kemudian akan tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali di leher rahim wanita. Walaupun kanker serviks bisa disebabkan oleh beberapa faktor, namun 99 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh virus HPV. Jadi, cara utama agar terhindar dari kanker serviks adalah dengan melakukan tindakan pencegahan terhadap virus HPV.

1. Berhubungan Intim dengan Aman

Virus HPV dapat menyebar melalui hubungan intim yang tidak aman. Jadi, agar terhindar dari kanker serviks, kamu dianjurkan untuk menggunakan kondom ketika berhubungan intim.

Kamu juga sebaiknya setia hanya dengan satu pasangan karena risiko tertular virus HPV dapat meningkat bila kamu sering bergonta-ganti pasangan seksual. Bahkan wanita yang hanya memiliki satu pasangan pun bisa terinfeksi virus ini bila pasangannya memiliki banyak pasangan seksual lain.

Baca juga: Hobi Berganti Pasangan, Hati-hati dengan Penyakit Berbahaya Ini

2. Melakukan Screening Leher Rahim Secara Rutin

Selain berhubungan intim dengan aman, cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan screening pada leher rahim atau pap smear secara rutin. Metode pemeriksaan ini bukanlah tes untuk kanker, melainkan untuk mendeteksi sel-sel yang berpotensi menjadi kanker.

Wanita yang sudah berusia 25-49 tahun atau yang sudah pernah berhubungan intim sangat dianjurkan untuk melakukan pap smear tiap tiga tahun sekali. Sedangkan untuk wanita berusia 50-64 tahun, disarankan melakukan pemeriksaan ini tiap lima tahun sekali. Dengan melakukan screening secara rutin, bibit-bibit kanker serviks dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga dapat langsung segera ditangani dan mencegah kondisi kanker semakin parah.

Baca juga: Pentingnya Melakukan Pap Smear untuk Kesehatan Miss V

3. Vaksinasi HPV

Melakukan vaksinasi HPV atau human papilloma virus juga sangat penting dilakukan oleh para wanita, untuk mencegah infeksi virus HPV yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Sebenarnya vaksin HPV lebih efektif bila diberikan pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan intim. Namun, wanita dewasa yang sudah aktif secara seksual juga dianjurkan untuk segera mendapatkan vaksin ini sebelum terlambat.

Bagi wanita yang sudah pernah berhubungan intim, sebelum mendapatkan vaksin perlu melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu. Bila hasil pap smear normal, maka ia boleh langsung mendapatkan vaksin HPV. Namun bila ternyata melalui screening, didapati adanya sel-sel yang tidak normal, maka dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui diagnosis yang lebih lengkap.

Walaupun vaksin HPV bisa mengurangi risiko kanker serviks, namun vaksin ini tidak menjamin kamu akan terlindungi sepenuhnya dari kanker serviks. Kamu tetap disarankan untuk melakukan hubungan intim secara sehat dan rutin melakukan pap smear.

4. Stop Kebiasaan Merokok

Terakhir, kamu juga bisa mencegah kanker serviks dengan menghentikan kebiasaan tidak sehat seperti merokok. Hal ini karena kandungan rokok membuat infeksi HPV sulit dihilangkan dari tubuh. Infeksi inilah yang berpotensi menjadi kanker serviks.

Baca juga: Perlukah Pemeriksaan Kanker Serviks Sebelum Menikah

Kalau kamu ingin mengetahui informasi seputar kanker serviks lebih lanjut, tanyakan saja langsung pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Gunakan fitur Call, Chat, atau Video Call untuk berdiskusi dan minta saran kesehatan dari dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.