22 December 2017

Penyakit yang Sering Menyerang Menurut Golongan Darah

Penyakit yang Sering Menyerang Menurut Golongan Darah

Halodoc, Jakarta – Saat ini ada empat pengelompokan golongan darah yang dikenal, yaitu golongan darah A, B, O, dan AB. Pada dasarnya, setiap manusia memiliki satu dan empat golongan darah tersebut. Perbedaan golongan darah seseorang ditentukan oleh substansi dalam darah yang terdapat di permukaan terluar sel darah merah.

Substansi “pembeda” ini merupakan warisan dari kedua orang tua. Selama ini mengetahui golongan darah dianggap bermanfaat jika suatu saat seseorang membutuhkan untuk memberi pun menerima donor dari orang lain. Sebab ada aturan kecocokan saat seseorang akan menerima darah dari orang lain. Namun baru-baru ini sejumlah penelitian menyebut bahwa golongan darah ternyata bisa memberi tahu jenis penyakit yang mungkin menyerang seseorang.

Hal itu terjadi karena adanya interaksi antara substansi “pembeda” dengan sistem imun dalam tubuh. Dan interaksi itulah yang kemudian memengaruhi risiko seseorang terhadap beberapa penyakit tertentu. Bagaimana mengetahuinya?

1. Golongan Darah A

Menurut penelitian, orang yang memiliki golongan darah A berpotensi tinggi mengalami kanker perut. Dibandingkan dengan golongan darah B atau O, risiko penyakit ini pada orang dengann golongan darah A lebih tinggi hingga 20 persen.

Kanker perut adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama H. pylori yang dimiliki oleh hampir semua manusia. Namun bakteri ini mungkin menjadi lebih sensitif pada golongan darah tertentu, seperti A dan AB. Hal inilah yang kemudian menyebabkan kanker perut mengintai golongan darah A. Untuk menurunkan risiko ini, mulai batasi asupan daging olahan seperti kornet, sosis dan lain sebagainya.

2. Golongan Darah AB

Sama seperti A, golongan darah AB juga berisiko mengalami kanker perut. Bahkan risiko lebih tinggi pada AB, yaitu sekitar 26 persen. Selain itu, golongan darah yang termasuk langka ini ternyata juga berisiko terhadap penyakit lain.

Menurut sebuah penelitian dari University of Vermont, orang-orang dengan golongan darah AB sangat berisiko mengalami gangguan kognitif dan masalah memori. Artinya, golongan darah AB mungkin mengalami malasah dalam belajar dan proses mengingat.

Penurunan kemampuan otak mungkin juga akan terjadi seiring berjalannya waktu. Untuk menghindarai atau mengurangi dampaknya, biasakanlah untuk melatih otak sejak dini. Seperti dengan rutin membaca buku, bermain teka-teki hingga belajar berbagai bahasa. Olahraga dengan rutin juga dapat membantu menjaga  kesehatan otak, lho.

3. Golongan Darah B

Menururt penelitian, diabetes tipe 2 adalah penyakit yang akan menghantui si golongan darah B. Jika dibandingkan dengan golongan darah O, risiko dibates tipe2 pada golongan darah B lebih besar hingga 20 persen. Untuk menurunkan potensi penyakit ini, batasi asupan gula dan jaga berat badan ideal dengan olahraga.

Selain diabetes, tipe darah B juga dikaitkan dengan penyakit hipertensi alias tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Bahkan orang dengan golongan darah B pun disebut berisiko terhadap penyakit pembuluh darah koroner. Agar terhindar dari penyakit yang tak diinginkan, usahakan untuk mengelola faktor yang dapat meningkatkan risiko dengan cara menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

4. Golongan Darah O

Berita baik bagi tipe darah O. Pasalnya studi dari Harvard School of Public Health menyebut orang dengan golongan darah O memiliki kekebalan terhadap penyakit jantung hingga 23 persen lebih tinggi dibanding dengan golongan darah lain.

Tak berhenti di situ, golongan darah O juga disebut memiliki kekebalan terhadap kanker pankreas hingga 37 persen. Namun, si O ternyata lebih rentan terhadap penyakit di seputar lambung.

Orang dengan golongan darah O berisiko dengan penyakit tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri H pylori. Risiko semakin tinggi karena orang dengan golongan darah O memiliki produksi sel telur yang lebih rendah dibandingkan dengan golongan darah lain. Untuk itu, golongan darah O harus memastikan kebutuhan nutrisi tercukupi dengan rutin makan buah dan saur. Selain itu, hindari faktor risiko penyakit seperti merokok, alkohol dan obesitas adalah cara yang dapat menyelamatkanmu.

Meski hal ini belum tentu sepenuhnya benar, mengingat setiap orang memiliki gaya hidup dan kebiasaan yang berbeda, namun tak ada salahnya untuk mengenali risiko. Sehingga kamu mungkin dapat mencegahnya dengan cara menghindari pemicu dari penyakit.

Yang pasti pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kondisi tubuh tentu dapat membantu mendeteksi penyakit sedini mungkin. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan berbicara pada dokter lewat aplikasi Halodoc. Di Halodoc kamu bisa bicara seputar masalah kesehatan dengan dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Download Halodoc di App Store dan Google play dan segera beli obat di sana. Pesanan akan diantar ke rumah dalam waktu satu jam.