• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab 3 Kelainan Tulang Belakang

Penyebab 3 Kelainan Tulang Belakang

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Tulang belakang terdiri dari tulang-tulang kecil yang saling bertumpuk dan saling mencengkram satu di atas yang lainnya. Fungsi tulang belakang penting, salah satu fungsinya adalah menyokong tubuh bagian atas. Tulang belakang yang sehat memiliki sedikit lengkungan jika dilihat dari samping.

Nah, lengkungan ini berfungsi untuk menyokong tubuh dari gravitasi dan berbagai gerakan tubuh. Ketika kelainan tulang belakang terjadi, kelengkungan alami tulang belakang tidak selaras atau ada lekukan berlebihan pada titik tertentu seperti yang dirasakan pengidap lordosis, kifosis, dan skoliosis.

Baca Juga: Hati-Hati, Tuberkulosis Bisa Menyerang Tulang Belakang!

Penyebab Lordosis

Lordosis adalah kelainan tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang bagian bawah melengkung atau bengkok ke depan. Tulang belakang normal juga memiliki lekukan di bagian bawah. Namun, mereka yang mengalami lordosis, lekukan ini terlalu berlebihan. Melansir Healthline, berikut ini hal yang menyebabkan lordosis: 

  • Spondylolisthesis atau pergeseran salah satu ruas tulang belakang yang condong ke depan dan menutupi tulang di bawahnya. Ini tercatat sebagai penyebab paling umum dari lordosis.

  • Keretakan atau patahnya salah satu ruas tulang belakang bagian bawah akibat osteoporosis. Kelainan ini disertai dengan nyeri punggung belakang, terutama pada area yang retak.

  • Obesitas atau kelebihan berat badan ekstrem yang menyebabkan tulang belakang tidak lagi mampu menopang berat tubuh dengan sempurna.

  • Discitis atau radang piringan sendi tulang belakang, yang umumnya terjadi akibat infeksi. 

Perawatan lordosis tergantung pada seberapa serius lengkungan terjadi. Pengidapnya dapat mengelola kondisi ini dengan terapi fisik dan latihan harian. Tetapi kamu harus memeriksakan ke rumah sakit jika lekukannya tetap sama meski kamu telah membungkuk ke depan. Segera buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengatasi kondisi ini. 

Baca Juga: 6 Jenis Olahraga untuk Tulang Belakang Kuat dan Sehat

Penyebab Kifosis

Kifosis adalah kondisi saat tulang belakang bagian atas condong ke belakang dengan lengkungan hingga lebih dari 50 derajat. Seseorang yang mengidap kifosis terlihat memiliki postur sangat bungkuk dan seakan memiliki punuk di punggungnya. Mereka yang rentan mengalami kondisi ini adalah wanita lanjut usia. Kifosis juga bisa menyerang siapa saja dan beberapa hal ini bisa sebabkan kifosis, yaitu: 

  • Penuaan, terutama jika memang kamu memiliki postur tubuh yang buruk;

  • Kelemahan otot di punggung atas;

  • Penyakit Scheuermann, yang terjadi pada anak-anak dan tidak diketahui penyebabnya;

  • Radang sendi atau penyakit degenerasi tulang lainnya;

  • Osteoporosis, atau hilangnya kekuatan tulang karena usia;

  • Cedera pada tulang belakang;

  • Skoliosis, atau kelengkungan tulang belakang;

  • Sementara ada beberapa hal yang juga bisa menyebabkan kifosis meski jarang: 

  • Infeksi pada tulang belakang;

  • Cacat lahir, seperti spina bifida;

  • Tumor;

  • Penyakit pada jaringan ikat;

  • Polio;

  • Penyakit Paget;

  • Distrofi otot.

Beberapa perawatan bisa dilakukan untuk membantu meringankan gejala kyphosis, seperti pemberian obat, terapi fisik untuk membantu membangun kekuatan pada otot inti dan punggung, latihan yoga, menurunkan berat badan hingga menjadi ideal, atau pada kasus yang parah bisa dilakukan pembedahan. 

Penyebab Skoliosis

Mereka yang mengidap skoliosis akan memiliki tulang belakang yang bengkok ke samping, seperti membentuk huruf S atau C. Sayangnya, belum diketahui alasan utama skoliosis. Meski begitu, para ahli melihat terdapat kaitannya dengan genetik. Nah, sebagian kecil kasus skoliosis bisa disebabkan :

  • Kondisi neuromuskuler, seperti cerebral palsy atau distrofi otot;

  • Cacat lahir mempengaruhi perkembangan tulang tulang belakang;

  • Cedera atau infeksi tulang belakang.

Skoliosis yang terjadi pada anak bisa menjalani perawatan khusus menggunakan kawat khusus. Perawatan ini tidak menyembuhkan skoliosis atau membalikkan struktur tulang, tetapi kondisi ini dapat mencegah kondisi semakin memburuk lebih lanjut.

Pada skoliosis yang parah, disarankan untuk dilakukan pembedahan untuk mencegahnya menjadi lebih buruk. Jenis operasi skoliosis yang paling umum ini disebut fusi tulang belakang.

Baca juga: Perbaiki Postur Tubuh yang Bungkuk dengan Latihan Ini

Itulah beberapa penyebab dari kelainan tulang belakang yang perlu kamu ketahui. Salah satu langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan melakukan pola hidup sehat.

Mulai dari memenuhi kebutuhan kalsium, rutin berolahraga, dan melindungi diri dari cedera. Dengan begini, maka kamu bisa tercegah dari masalah terkait tulang dan persendian.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Lordosis.
Web MD. Diakses pada 2019. Types of Spine Curvature Disorders.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Scoliosis.