25 July 2018

Penyebab 3 Kelainan Tulang Belakang

penyebab kelainan tulang belakang, kelainan tulang belakang, lordosis, kifosis, skoliosis

Halodoc, Jakarta - Tulang belakang adalah bagian tubuh vital yang salah satu fungsinya adalah menyokong tubuh bagian atas. Tulang belakang terdiri atas tumpukan tulang-tulang kecil yang masing-masing ditumpu oleh piringan sendi. Tulang belakang yang sehat memiliki sedikit lengkungan jika dilihat dari samping. Lengkungan ini berfungsi untuk menyokong tubuh dari gravitasi dan berbagai gerakan tubuh.

Baca juga: 6 Jenis Olahraga untuk Tulang Belakang Kuat dan Sehat

Jika dilihat dari belakang, tulang belakang yang sehat tampak lurus sepanjang punggung bagian tengah. Ketika seseorang memiliki kelainan tulang belakang, akan ada lekukan berlebihan pada titik tertentu seperti pada pengidap lordosis, kifosis, dan skoliosis. Penyebab 3 kelainan tulang belakang tersebut berbeda. Berikut penjelasannya.

Lordosis

Lordosis adalah kondisi di mana tulang belakang bagian bawah melengkung atau bengkok ke depan. Sebetulnya, tulang belakang normal juga memiliki lekukan di bagian bawah. Namun, pada pengidap lordosis, lekukan ini terlalu berlebihan. Beberapa hal yang menyebabkan lordosis, antara lain:

  • Spondylolisthesis atau pergeseran salah satu ruas tulang belakang yang condong ke depan dan menutupi tulang di bawahnya. Merupakan penyebab paling umum dari lordosis.
  • Keretakan atau patahnya salah satu ruas tulang belakang bagian bawah akibat osteoporosis. Kelainan ini juga disertai dengan nyeri punggung belakang, terutama pada area yang retak.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan ekstrem di mana tulang belakang tak mampu menopang berat tubuh dengan sempurna.
  • Discitis atau radang piringan sendi tulang belakang. Biasanya disebabkan oleh infeksi.

Kifosis

Pengidap kifosis memiliki tulang belakang bagian atas yang condong ke belakang dengan lengkungan hingga lebih dari 50 derajat. Seseorang yang mengidap kifosis memiliki postur sangat bungkuk dan terlihat memiliki punuk di punggungnya. Wanita lanjut usia rentan mengidap kifosis. Meski begitu, kifosis juga bisa menyerang siapa saja.

Baca juga: Perbaiki Postur Tubuh yang Bungkuk dengan Latihan Ini

Penyebab kelainan tulang belakang kifosis antara lain:

  • Pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal selama di dalam kandungan, atau dikenal juga dengan istilah kifosis kongenital.
  • Kebiasaan postur tubuh yang kurang baik, yaitu sering duduk dan berdiri dengan postur bungkuk. Ini juga dikenal dengan istilah postural kyphosis.
  • Scheuermann's disease, yaitu kelainan yang memengaruhi perkembangan tulang belakang bagian atas. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi ada kaitan dengan malabsorbsi nutrisi, infeksi, dan kelainan pada endokrin.
  • Spina bifida, yaitu cacat lahir yang disebabkan karena tulang belakang tidak berkembang sempurna selama di kandungan.
  • Arthritis.
  • Osteoporosis.
  • Tumor tulang belakang

Skoliosis

Pengidap skoliosis memiliki tulang belakang yang bengkok ke samping, seperti membentuk huruf S atau C. Hingga saat ini, dokter belum mengetahui penyebab utama skoliosis. Meski begitu, para ahli melihat kaitan dengan faktor keturunan. Sebagian kecil kasus skoliosis bisa juga disebabkan oleh:

  • Kelainan otot saraf, seperti cerebral palsy atau distrofi otot.
  • Cacat lahir akibat kelainan perkembangan tulang belakang selama di kandungan
  • Kecelakaan atau infeksi pada tulang belakang

Baca juga: Hati-Hati, Tuberkulosis Bisa Menyerang Tulang Belakang!

Jika kamu mengalami masalah kesehatan, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui diagnosis awal. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tentang keluhan yang kamu alami, tanpa perlu ke luar rumah. Kamu juga bisa membeli obat dan vitamin lewat Halodoc, lho! Pesanan kamu akan dikirim ke tujuan dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!