Ad Placeholder Image

Penyebab Keputihan Bau Amis: 5 Hal Perlu Tahu

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Penyebab Keputihan Bau Amis? Jangan Panik, Cek Ini

Penyebab Keputihan Bau Amis: 5 Hal Perlu TahuPenyebab Keputihan Bau Amis: 5 Hal Perlu Tahu

Memahami Penyebab Keputihan Bau Amis: Kenali Gejala dan Penanganannya

Keputihan merupakan kondisi alami pada wanita, namun perlu diwaspadai jika disertai bau amis yang tidak biasa. Bau amis pada keputihan sering kali menjadi indikasi adanya ketidakseimbangan flora vagina atau infeksi. Mengenali penyebabnya adalah langkah awal untuk penanganan yang tepat dan menjaga kesehatan organ intim.

Apa Itu Keputihan Bau Amis?

Keputihan yang normal umumnya tidak berbau atau memiliki bau yang sangat samar. Konsistensinya bisa bervariasi dari encer hingga kental, tergantung siklus menstruasi. Ketika keputihan mengeluarkan bau amis yang menyengat, terutama setelah berhubungan intim, ini menandakan adanya perubahan kondisi di area vagina.

Bau amis ini sering dikaitkan dengan peningkatan bakteri anaerob, yaitu jenis bakteri yang berkembang biak tanpa oksigen dan menghasilkan senyawa berbau tidak sedap.

Gejala Penyerta Keputihan Bau Amis

Selain bau amis, keputihan tidak normal dapat disertai beberapa gejala lain. Gejala ini bervariasi tergantung pada penyebabnya:

  • Perubahan warna keputihan, menjadi putih keabu-abuan, kuning, atau kehijauan.
  • Perubahan konsistensi keputihan, menjadi lebih encer atau berbusa.
  • Rasa gatal atau iritasi pada area kewanitaan.
  • Sensasi terbakar atau perih saat buang air kecil.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman selama berhubungan intim.

Penyebab Utama Keputihan Bau Amis

Berbagai faktor dapat memicu munculnya bau amis pada keputihan. Beberapa penyebab paling umum meliputi:

Bacterial Vaginosis (BV)

Ini adalah penyebab paling sering keputihan berbau amis. Bacterial Vaginosis terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri baik (Lactobacillus) dan bakteri jahat di vagina. Kondisi ini membuat bakteri jahat berkembang biak secara berlebihan.

Keputihan akibat BV umumnya encer, berwarna putih atau abu-abu. Bau amis sering kali semakin menyengat setelah berhubungan intim atau setelah menstruasi.

Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis. Infeksi ini dapat menyebabkan keputihan berwarna kuning kehijauan dan berbau busuk atau amis yang sangat kuat.

Gejala lain meliputi gatal, kemerahan, atau nyeri pada vagina, serta ketidaknyamanan saat buang air kecil atau berhubungan intim.

Ketidakseimbangan pH Vagina

Vagina memiliki tingkat keasaman (pH) alami yang cenderung asam untuk melindungi dari infeksi. Penggunaan sabun pembersih vagina (douching) atau produk kewanitaan yang mengandung pewangi dapat mengganggu keseimbangan pH ini. Kondisi ini membunuh bakteri baik dan memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau.

Darah Menstruasi

Darah memiliki pH yang lebih tinggi dibandingkan pH alami vagina. Selama periode menstruasi, darah yang keluar dapat mengubah sedikit pH vagina. Perubahan ini kadang-kadang bisa menyebabkan bau amis yang ringan, terutama di akhir siklus.

Faktor Kebersihan dan Gaya Hidup

Kebersihan area genital yang kurang terjaga juga berkontribusi pada bau amis pada keputihan. Keringat berlebih di area selangkangan, jarang mengganti celana dalam, atau penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat dapat menciptakan lingkungan lembap yang disukai bakteri.

Beberapa penelitian juga mengindikasikan bahwa pola makan tertentu dapat memengaruhi bau tubuh, termasuk bau organ intim.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meskipun beberapa penyebab keputihan bau amis tidak berbahaya, penting untuk segera mencari bantuan medis jika keputihan disertai gejala tertentu. Segera periksakan diri ke dokter jika:

  • Keputihan disertai gatal, nyeri, atau sensasi terbakar pada vagina.
  • Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim.
  • Keputihan berwarna tidak biasa seperti kuning, hijau, atau berbusa.
  • Bau amis semakin menyengat dan tidak hilang dalam beberapa hari.
  • Terdapat luka atau bintik-bintik di area genital.

Penanganan yang tepat, seperti pemberian antibiotik atau antijamur, dapat diberikan setelah diagnosis akurat oleh dokter.

Pencegahan Keputihan Bau Amis

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah munculnya keputihan bau amis:

  • Menjaga kebersihan area intim dengan membilas dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar.
  • Menggunakan sabun tanpa pewangi atau khusus area kewanitaan dengan pH seimbang, dan tidak membersihkan bagian dalam vagina (douching).
  • Mengenakan pakaian dalam berbahan katun yang longgar dan menggantinya secara teratur.
  • Menghindari penggunaan celana terlalu ketat.
  • Praktikkan hubungan seksual yang aman untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual.
  • Hindari penggunaan pantyliner setiap hari.

Kesimpulan

Keputihan bau amis merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak seimbang di area organ intim. Memahami penyebabnya, mulai dari Bacterial Vaginosis, Trikomoniasis, hingga faktor kebersihan, sangat penting untuk mengambil tindakan yang tepat.

Jika mengalami keputihan bau amis yang disertai gejala mengganggu, disarankan untuk tidak menunda konsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, pemeriksaan dan diagnosis yang akurat dapat diperoleh, sehingga penanganan dapat diberikan secara efektif dan sesuai kondisi.