Ad Placeholder Image

Penyebab Kuku Mengelupas dan Cara Mudah Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Kuku Mengelupas Ternyata Ini Penyebab dan Solusinya

Penyebab Kuku Mengelupas dan Cara Mudah MengatasinyaPenyebab Kuku Mengelupas dan Cara Mudah Mengatasinya

Apa Itu Kuku Mengelupas?

Kuku mengelupas atau onychoschizia adalah kondisi umum ketika lapisan kuku terpisah atau terpecah menjadi beberapa lembaran tipis. Kondisi ini dapat terjadi pada kuku tangan maupun kuku kaki. Kuku yang mengelupas seringkali terasa rapuh, kering, dan dapat mengganggu penampilan serta aktivitas sehari-hari. Meskipun seringkali tidak berbahaya, kuku mengelupas bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Gejala Kuku Mengelupas

Kondisi kuku mengelupas dapat dikenali dari beberapa tanda yang tampak pada kuku. Gejala utama adalah terpisahnya lapisan kuku menjadi lembaran-lembaran halus atau pecahan. Selain itu, kuku juga mungkin menunjukkan gejala lain.

  • Kuku terasa rapuh dan mudah patah.
  • Permukaan kuku terlihat kering atau bersisik.
  • Perubahan warna pada kuku, seperti menjadi kekuningan atau keputihan.
  • Kuku menebal atau berubah bentuk secara tidak normal.
  • Terjadi nyeri atau ketidaknyamanan di area sekitar kuku jika disertai infeksi.

Penyebab Kuku Mengelupas

Ada berbagai faktor yang dapat memicu kuku mengelupas. Beberapa penyebab berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, sementara yang lain mungkin menunjukkan kondisi medis yang mendasarinya. Pemahaman terhadap penyebab dapat membantu penanganan yang tepat.

Trauma Fisik pada Kuku

Cedera berulang pada kuku adalah penyebab umum kuku mengelupas. Aktivitas yang menekan kuku secara berlebihan, seperti mengetik atau menggunakan kuku sebagai alat, dapat melemahkan struktur kuku. Kebiasaan mencabut cat kuku atau menggunakan kuku secara kasar juga termasuk dalam kategori ini.

Paparan Air dan Kekeringan

Kuku yang terlalu sering terpapar air dan kemudian mengering dapat menyebabkan kuku kehilangan kelembapan alami. Kondisi ini membuat kuku menjadi kering dan rapuh, sehingga mudah mengelupas. Penggunaan sabun keras atau deterjen tanpa pelindung juga dapat memperburuk kondisi ini.

Paparan Bahan Kimia

Berbagai zat kimia dapat merusak kuku. Penggunaan produk pembersih rumah tangga yang kuat, kutek yang mengandung formaldehida, atau aseton pada penghapus cat kuku dapat menghilangkan minyak alami kuku. Hal ini mengakibatkan kuku menjadi lebih rentan terhadap kerusakan dan pengelupasan.

Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada kuku, atau onikomikosis, dapat menyebabkan kuku menjadi tebal, rapuh, dan mengelupas. Jamur juga bisa mengubah warna kuku menjadi kekuningan, kecoklatan, atau kehitaman. Kondisi ini memerlukan penanganan medis untuk mencegah penyebaran dan kerusakan lebih lanjut.

Kekurangan Nutrisi

Kesehatan kuku sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Kekurangan vitamin dan mineral esensial, seperti zat besi, biotin, dan vitamin C, dapat memengaruhi pertumbuhan dan kekuatan kuku. Kuku yang mengelupas bisa menjadi salah satu tanda kekurangan nutrisi tersebut.

Kondisi Medis Lainnya

Beberapa masalah kesehatan sistemik juga dapat berkontribusi pada kuku mengelupas. Gangguan tiroid, psoriasis, atau anemia adalah contoh kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan kuku. Dalam kasus ini, penanganan masalah kesehatan yang mendasari menjadi kunci.

Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Penanganan kuku mengelupas dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Namun, beberapa langkah umum dapat membantu memperbaiki kondisi kuku. Fokus utama adalah menjaga kelembapan, melindungi kuku, dan mengatasi masalah yang mendasarinya.

  • Melembapkan Kuku: Oleskan pelembap kuku atau minyak kutikula secara teratur untuk menjaga hidrasi.
  • Melindungi Kuku: Gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga yang melibatkan air atau bahan kimia.
  • Hindari Pemicu: Kurangi kebiasaan menggigit kuku, mencabut cat kuku, atau menggunakan kuku secara berlebihan.
  • Pilih Produk yang Tepat: Gunakan penghapus cat kuku tanpa aseton dan pilih kutek yang bersifat breathable.
  • Nutrisi Seimbang: Pastikan asupan makanan kaya vitamin dan mineral, terutama biotin, zat besi, dan zinc.
  • Potong Kuku Secara Teratur: Jaga kuku tetap pendek dan rapi untuk mengurangi risiko kerusakan.

Pencegahan Kuku Mengelupas

Mencegah kuku mengelupas lebih baik daripada mengobati. Langkah-langkah pencegahan berfokus pada menjaga kebersihan, hidrasi, dan melindungi kuku dari faktor-faktor pemicu. Kebiasaan perawatan kuku yang baik adalah kunci utama.

  • Jaga kebersihan kuku dan hindari kelembapan berlebih yang bisa memicu jamur.
  • Gunakan pelembap tangan dan kuku secara rutin, terutama setelah mencuci tangan.
  • Hindari penggunaan produk kuku yang keras atau mengandung bahan kimia berbahaya.
  • Kenakan sarung tangan pelindung saat membersihkan rumah atau berkebun.
  • Pastikan diet harian kaya akan protein, vitamin, dan mineral penting untuk kesehatan kuku.
  • Hindari kebiasaan menggigit kuku atau mencabut kutikula secara paksa.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila kuku mengelupas tidak membaik dengan perawatan rumahan, atau disertai gejala seperti nyeri, perubahan warna yang signifikan, penebalan kuku, atau tanda-tanda infeksi seperti kemerahan dan bengkak (paronikia), disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Penanganan medis yang tepat diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab dan mencegah komplikasi serius. Dokter dapat memberikan diagnosis akurat dan merekomendasikan pengobatan yang sesuai.