Ad Placeholder Image

Penyebab Mata Berair dan Gatal serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Cara Mudah Mengatasi Mata Berair dan Gatal yang Mengganggu

Penyebab Mata Berair dan Gatal serta Cara MengatasinyaPenyebab Mata Berair dan Gatal serta Cara Mengatasinya

Mengenal Kondisi Mata Berair dan Gatal

Mata berair dan gatal merupakan keluhan kesehatan yang sering dialami oleh banyak orang dalam berbagai rentang usia. Kondisi ini biasanya muncul sebagai respons perlindungan alami mata terhadap rangsangan dari luar atau adanya gangguan pada sistem drainase air mata. Produksi air mata yang berlebih bertujuan untuk membilas iritan, sementara rasa gatal menandakan adanya reaksi inflamasi atau peradangan.

Secara medis, keluhan ini sering kali merujuk pada kondisi konjungtivitis atau peradangan pada lapisan tipis yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Reaksi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari faktor lingkungan hingga infeksi mikroorganisme. Memahami penyebab spesifik sangat penting agar penanganan yang diberikan dapat tepat sasaran dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Mata yang terus-menerus mengeluarkan cairan dan terasa gatal tidak boleh diabaikan begitu saja. Jika dibiarkan tanpa penanganan, iritasi dapat meningkat dan mengganggu penglihatan serta kenyamanan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, mengenali gejala klinis dan faktor pemicunya menjadi langkah awal yang krusial dalam menjaga kesehatan indra penglihatan.

Penyebab Utama Mata Berair dan Gatal

Terdapat beberapa faktor yang paling sering menjadi pemicu munculnya sensasi tidak nyaman pada area mata. Alergi merupakan penyebab paling umum yang sering ditemukan dalam kasus medis. Ketika mata terpapar zat asing seperti serbuk sari, debu, bulu hewan, atau polusi udara, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan senyawa kimia yang disebut histamin.

Pelepasan histamin inilah yang memicu pembuluh darah di mata melebar sehingga mata tampak merah, bengkak, dan memicu rasa gatal yang hebat. Selain alergi, konjungtivitis atau mata merah juga menjadi penyebab yang signifikan. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang bersifat menular, maupun akibat paparan bahan kimia dan alergen yang bersifat non-menular.

Kondisi medis lain yang perlu diperhatikan adalah blepharitis, yaitu peradangan yang terjadi pada tepi kelopak mata akibat penyumbatan kelenjar minyak. Selain itu, sindrom mata kering atau dry eye syndrome secara paradoks dapat menyebabkan mata berair. Hal ini terjadi karena kualitas air mata yang buruk memicu kelenjar air mata untuk memproduksi cairan secara berlebihan sebagai kompensasi atas kekeringan yang dirasakan permukaan mata.

Gejala yang Menyertai Mata Berair dan Gatal

Penderita biasanya tidak hanya merasakan gatal dan air mata yang keluar terus-menerus, tetapi juga diikuti oleh serangkaian gejala lainnya. Gejala yang sering muncul meliputi mata yang tampak kemerahan dan kelopak mata yang membengkak. Rasa perih atau sensasi seperti ada pasir di dalam mata juga sering dilaporkan oleh penderita gangguan ini.

Pada kasus yang disebabkan oleh infeksi bakteri, mata mungkin akan mengeluarkan sekret atau kotoran mata yang kental dan berwarna kekuningan atau kehijauan. Jika penyebabnya adalah alergi, biasanya akan disertai dengan gejala sistemik seperti bersin-bersin atau hidung tersumbat. Sensitivitas terhadap cahaya atau fotofobia juga dapat muncul jika peradangan sudah cukup parah.

Penting untuk memperhatikan durasi dan intensitas gejala yang muncul. Jika mata berair dan gatal disertai dengan penglihatan yang tiba-tiba kabur atau rasa nyeri yang menusuk, hal tersebut bisa menandakan adanya masalah yang lebih serius pada kornea. Pengamatan mandiri terhadap gejala penyerta akan sangat membantu dokter dalam menentukan diagnosis yang akurat.

Cara Mengatasi Mata Berair dan Gatal secara Mandiri

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghindari tindakan mengucek mata. Mengucek mata hanya akan memperparah iritasi dan berisiko menyebabkan luka pada kornea serta memindahkan kuman dari tangan ke area mata. Penggunaan kompres dapat menjadi pertolongan pertama yang efektif untuk meredakan rasa tidak nyaman.

  • Kompres dingin menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin dapat membantu menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi rasa gatal akibat alergi.
  • Kompres hangat bermanfaat untuk membuka sumbatan pada kelenjar minyak di kelopak mata, terutama bagi penderita blepharitis.
  • Penggunaan tetes mata air mata buatan atau artificial tears untuk melumasi permukaan mata dan membilas sisa-sisa alergen atau polutan.
  • Menggunakan kacamata pelindung saat berada di luar ruangan untuk menghindari paparan asap, debu, dan angin kencang yang bisa memperburuk iritasi.

Kebersihan diri memegang peranan vital dalam proses penyembuhan dan pencegahan penularan. Penderita disarankan untuk rutin mencuci tangan dan membersihkan area wajah dengan sabun yang lembut. Mengganti sarung bantal secara berkala dan menghindari penggunaan kosmetik mata untuk sementara waktu juga sangat disarankan hingga kondisi mata benar-benar pulih.

Rekomendasi Pengobatan dan Peran Farmakoterapi

Dalam situasi di mana gejala mata berair dan gatal muncul bersamaan dengan keluhan sistemik seperti demam ringan atau rasa nyeri di sekitar wajah akibat infeksi, penanganan medis tambahan mungkin diperlukan. Infeksi virus atau bakteri terkadang memicu respons tubuh berupa peningkatan suhu sebagai tanda perlawanan sistem imun. Untuk meredakan demam atau nyeri ringan yang menyertai, penggunaan antipiretik dan analgesik dapat dilakukan.

Untuk mengatasi masalah utama pada mata, dokter mungkin akan meresepkan tetes mata yang mengandung antihistamin untuk menghambat efek histamin pada kasus alergi. Jika ditemukan indikasi infeksi bakteri, penggunaan tetes mata atau salep mata antibiotik harus dilakukan sesuai petunjuk medis. Jangan pernah menggunakan obat tetes mata yang mengandung steroid tanpa pengawasan dokter karena risiko efek samping yang serius.

Pencegahan Jangka Panjang dan Konsultasi Medis

Mencegah terjadinya mata berair dan gatal lebih baik daripada mengobatinya. Langkah pencegahan dapat dimulai dengan mengidentifikasi dan menghindari pemicu alergi yang ada di lingkungan sekitar. Penggunaan alat pemurni udara atau air purifier di dalam ruangan dapat membantu menyaring debu dan serbuk sari yang berpotensi masuk ke area mata.

Bagi pengguna lensa kontak, sangat penting untuk menjaga sterilitas lensa dan wadahnya, serta tidak menggunakan lensa kontak saat mata sedang mengalami iritasi. Pemeriksaan kesehatan mata secara rutin ke dokter spesialis mata juga disarankan, terutama bagi penderita yang memiliki riwayat mata kering kronis atau alergi musiman. Segera lakukan konsultasi jika muncul tanda bahaya seperti nyeri hebat, penglihatan menurun drastis, atau mata terasa sangat mengganjal.