Ad Placeholder Image

Penyebab Mata Berair: Kenali Agar Tak Salah Atasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 Februari 2026

Kenali Penyebab Mata Berair dan Kapan Harus ke Dokter

Penyebab Mata Berair: Kenali Agar Tak Salah AtasiPenyebab Mata Berair: Kenali Agar Tak Salah Atasi

Apa Itu Mata Berair dan Mengapa Terjadi?

Mata berair adalah kondisi umum yang seringkali dapat diabaikan, namun bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada mata atau bagian tubuh lainnya. Produksi air mata yang berlebihan adalah mekanisme alami tubuh untuk melindungi dan membersihkan mata dari iritasi. Akan tetapi, jika mata berair terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain, ini memerlukan perhatian lebih lanjut.

Kondisi mata berair dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi serius atau kondisi medis kronis. Mengenali penyebabnya sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi. Artikel ini akan membahas secara rinci berbagai penyebab mata berair dan kapan waktu yang tepat untuk mencari bantuan medis.

Berbagai Penyebab Mata Berair

Mata berair, atau epifora dalam istilah medis, terjadi ketika produksi air mata meningkat atau drainase air mata terganggu. Kondisi ini dapat bersifat sementara atau kronis, tergantung pada pemicunya. Memahami berbagai penyebab mata berair membantu dalam identifikasi masalah dan langkah penanganan yang perlu dilakukan.

Faktor Umum Penyebab Mata Berair

Beberapa penyebab mata berair sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak selalu menunjukkan kondisi serius. Namun, tetap perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

  • Alergi Mata

    Reaksi alergi adalah salah satu penyebab paling umum mata berair. Paparan alergen seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, atau polusi dapat memicu respons kekebalan tubuh yang membuat mata gatal, merah, dan berair. Biasanya, kondisi ini disertai dengan bersin atau hidung berair.
  • Iritasi Lingkungan

    Mata sangat sensitif terhadap lingkungan sekitarnya. Paparan asap rokok, debu, angin kencang, atau bahan kimia tertentu (misalnya dari produk pembersih atau kosmetik) dapat mengiritasi mata. Iritasi ini memicu produksi air mata berlebihan sebagai upaya alami mata untuk membilas zat iritan.
  • Mata Kering Parah

    Paradoksnya, mata kering yang parah justru dapat menyebabkan mata berair. Ketika mata terlalu kering, tubuh memicu refleks produksi air mata dalam jumlah besar untuk mengkompensasi kekurangan kelembapan. Air mata refleks ini seringkali tidak memiliki komposisi yang sama dengan air mata normal, sehingga tidak efektif dalam melumasi mata dan dapat menguap lebih cepat.
  • Penyumbatan Saluran Air Mata

    Saluran air mata berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air mata dari permukaan mata ke rongga hidung. Jika saluran ini tersumbat, air mata tidak dapat mengalir dengan lancar dan akan menumpuk serta tumpah keluar dari mata. Penyumbatan saluran air mata sering terjadi pada bayi baru lahir (yang biasanya membaik dengan sendirinya) dan lansia karena perubahan struktur anatomi.

Kondisi Medis dan Infeksi Mata

Selain faktor umum, mata berair juga bisa menjadi indikasi adanya infeksi atau kondisi medis pada mata yang memerlukan penanganan khusus.

  • Infeksi Mata

    Beberapa jenis infeksi dapat menyebabkan mata berair. Contohnya, konjungtivitis (mata merah) adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata, seringkali disebabkan oleh virus atau bakteri. Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata yang menyebabkan mata berair, gatal, dan kelopak mata terlihat merah serta bengkak. Keratitis, peradangan pada kornea (lapisan bening di depan iris dan pupil), juga dapat memicu mata berair disertai nyeri.
  • Gangguan Kelopak Mata

    Posisi kelopak mata yang tidak normal dapat mengganggu distribusi air mata dan drainasenya. Entropion adalah kondisi di mana kelopak mata melipat ke dalam, menyebabkan bulu mata bergesekan dengan kornea dan menimbulkan iritasi serta mata berair. Sebaliknya, ektropion adalah kelopak mata yang melipat ke luar, menghalangi air mata menyebar dengan baik dan mengalir ke saluran drainase. Trikiasis adalah kondisi di mana bulu mata tumbuh ke arah dalam mata, mengiritasi kornea dan memicu mata berair.
  • Cedera Mata

    Goresan atau cedera pada kornea, misalnya akibat masuknya benda asing seperti debu, pasir, atau goresan kuku, dapat menyebabkan mata berair hebat. Kondisi ini sering disertai nyeri, sensasi mengganjal, dan sensitivitas terhadap cahaya. Cedera mata memerlukan penanganan segera untuk mencegah infeksi dan kerusakan lebih lanjut.

Faktor Lain yang Memicu Mata Berair

Ada beberapa faktor lain yang mungkin tidak secara langsung berhubungan dengan mata, namun dapat menyebabkan produksi air mata berlebihan.

  • Penggunaan Lensa Kontak

    Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat, kebersihan yang buruk, atau alergi terhadap bahan lensa atau cairan pembersih dapat mengiritasi mata dan menyebabkan mata berair. Penting untuk selalu mengikuti instruksi penggunaan dan perawatan lensa kontak.
  • Flu dan Pilek

    Infeksi saluran pernapasan atas seperti flu atau pilek seringkali disertai dengan gejala mata berair. Hal ini karena peradangan di saluran hidung dapat memengaruhi saluran air mata yang terhubung, menyebabkan pembengkakan dan tersumbatnya drainase air mata.
  • Efek Samping Obat-obatan

    Beberapa jenis obat-obatan tertentu, baik obat tetes mata maupun obat oral, dapat memiliki efek samping yang menyebabkan mata berair. Jika mencurigai obat yang sedang dikonsumsi menjadi penyebabnya, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
  • Kondisi Medis Tertentu

    Mata berair juga bisa menjadi gejala dari kondisi medis yang lebih luas. Penyakit autoimun seperti Sindrom Sjögren, meskipun sering menyebabkan mata kering, dapat memicu episode mata berair refleks. Gangguan tiroid, tumor di sekitar mata, atau kondisi neurologis tertentu juga dapat memengaruhi produksi atau drainase air mata.

Kapan Harus ke Dokter Mata?

Meskipun seringkali tidak berbahaya, mata berair yang terus-menerus atau disertai gejala lain memerlukan evaluasi medis. Segera konsultasikan dengan dokter mata jika mengalami mata berair yang disertai dengan:

  • Nyeri hebat pada mata.
  • Penglihatan kabur atau perubahan penglihatan mendadak.
  • Mata sangat merah atau bengkak.
  • Keluarnya cairan kental, lengket, atau nanah dari mata.
  • Mata berair akibat cedera mata atau masuknya benda asing.
  • Gejala tidak membaik setelah beberapa hari atau justru memburuk.

Pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu menentukan penyebab pasti mata berair dan memberikan rencana penanganan yang sesuai.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

Mata berair adalah kondisi multifaktorial yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dari iritasi lingkungan hingga infeksi dan kondisi medis yang lebih kompleks, setiap penyebab memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda. Jangan menunda untuk mencari bantuan medis jika gejala yang dialami mengkhawatirkan atau tidak membaik.

Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mata profesional. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah membuat janji temu dengan dokter mata spesialis, melakukan konsultasi online, atau membeli obat dan produk kesehatan yang direkomendasikan. Prioritaskan kesehatan mata untuk menjaga kualitas hidup.