Ad Placeholder Image

Penyebab Mata Juling: Fakta yang Wajib Kamu Tahu!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Mei 2026

Apa yang Menyebabkan Mata Juling? Yuk, Cari Tahu!

Penyebab Mata Juling: Fakta yang Wajib Kamu Tahu!Penyebab Mata Juling: Fakta yang Wajib Kamu Tahu!

Apa yang Menyebabkan Mata Juling? Memahami Kondisi Strabismus

Mata juling, atau dalam istilah medis disebut strabismus, adalah kondisi di mana kedua mata tidak sejajar dan tidak dapat fokus pada satu titik secara bersamaan. Satu mata mungkin melihat lurus ke depan, sementara mata lainnya berbelok ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah. Kondisi ini bukan hanya masalah estetika, tetapi juga dapat memengaruhi penglihatan.

Memahami apa yang menyebabkan mata juling sangat penting untuk penanganan yang tepat. Strabismus dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa, dan penyebabnya bervariasi dari masalah otot mata hingga kondisi neurologis yang lebih kompleks.

Definisi Mata Juling (Strabismus)

Strabismus adalah gangguan penglihatan binokular di mana kedua mata tidak dapat bekerja sama untuk memandang objek yang sama. Kondisi ini terjadi ketika otot-otot di sekitar mata tidak berfungsi secara seimbang atau otak mengalami kesulitan dalam mengoordinasikan gerakan mata.

Ketika mata tidak sejajar, otak menerima dua gambar yang berbeda dari setiap mata. Untuk menghindari penglihatan ganda, otak seringkali mengabaikan gambar dari mata yang juling, yang seiring waktu dapat menyebabkan penurunan penglihatan pada mata tersebut (ambliopia atau mata malas).

Penyebab Utama Mata Juling

Penyebab mata juling seringkali kompleks dan dapat melibatkan berbagai faktor, mulai dari masalah pada struktur mata itu sendiri hingga gangguan pada sistem saraf. Intinya, kondisi ini adalah masalah pada kontrol neuromuskular gerakan mata, ketidakseimbangan otot mata, atau gangguan saraf/otak.

Ketidakseimbangan Otot Mata

Setiap mata dikendalikan oleh enam otot eksternal yang bekerja secara berpasangan. Otot-otot ini bertanggung jawab untuk menggerakkan bola mata ke berbagai arah. Pada kasus mata juling, otot penggerak bola mata tidak berfungsi dengan baik, sehingga mata tidak bisa fokus ke satu arah bersamaan.

Ketika satu otot terlalu kuat atau terlalu lemah dibandingkan pasangannya, keseimbangan gerakan mata terganggu. Hal ini dapat menyebabkan satu mata menyimpang dari fokus mata lainnya.

Masalah Kontrol Neuromuskular atau Saraf/Otak

Otak berperan penting dalam mengendalikan otot-otot mata dan mengintegrasikan informasi visual dari kedua mata. Gangguan pada saraf yang mengirimkan sinyal ke otot mata, atau masalah pada bagian otak yang bertanggung jawab untuk koordinasi penglihatan, dapat menyebabkan mata juling.

Kondisi ini bisa muncul akibat kerusakan saraf atau area otak yang mengatur gerakan mata. Ini mengganggu kemampuan mata untuk bergerak secara sinkron.

Faktor Risiko dan Kondisi Pemicu Strabismus

Selain penyebab utama di atas, ada beberapa faktor dan kondisi lain yang dapat memicu atau meningkatkan risiko seseorang mengalami mata juling, meliputi:

  • Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan strabismus meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Ini menunjukkan adanya kecenderungan genetik.
  • Masalah Refraksi: Kondisi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), atau astigmatisme yang tidak terkoreksi dapat memicu mata juling. Terkadang, mata akan berupaya keras untuk fokus, yang menyebabkan penyimpangan.
  • Cedera Kepala: Trauma kepala dapat merusak saraf atau otot mata yang penting untuk koordinasi penglihatan, menyebabkan strabismus mendadak.
  • Kondisi Neurologis: Penyakit saraf tertentu, seperti cerebral palsy, Down syndrome, dan hidrosefalus, seringkali berhubungan dengan mata juling karena memengaruhi kontrol otot.
  • Penyakit Tertentu: Beberapa penyakit sistemik juga dapat menyebabkan strabismus, antara lain diabetes, stroke, kanker mata, dan penyakit Graves (hipertiroidisme). Penyakit-penyakit ini dapat memengaruhi saraf atau otot mata secara langsung.

Gejala Mata Juling yang Perlu Diperhatikan

Gejala mata juling bisa bervariasi tergantung pada usia penderita dan penyebabnya. Pada anak-anak, gejala mungkin tidak terlalu jelas dan seringkali hanya disadari oleh orang tua atau guru.

Beberapa gejala umum strabismus meliputi mata yang terlihat tidak sejajar, penderita sering memiringkan kepala atau memutar mata untuk melihat sesuatu, dan kesulitan dalam memperkirakan jarak objek. Pada orang dewasa, mata juling bisa menyebabkan penglihatan ganda (diplopia) dan ketegangan mata.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis untuk Mata Juling?

Penting untuk segera mencari bantuan medis jika ada kecurigaan mata juling, terutama pada anak-anak. Diagnosis dan penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius seperti mata malas permanen.

Jika penglihatan ganda atau mata juling muncul secara tiba-tiba pada usia berapa pun, hal ini perlu pemeriksaan medis segera. Kondisi ini bisa menjadi tanda masalah neurologis yang mendasari.

Pengobatan Mata Juling

Pengobatan mata juling bertujuan untuk menyelaraskan kembali mata dan mengembalikan penglihatan yang normal. Pilihan pengobatan bergantung pada penyebab, jenis, dan tingkat keparahan strabismus.

Metode pengobatan dapat meliputi penggunaan kacamata atau lensa kontak khusus untuk mengoreksi masalah refraksi. Terapi oklusi (menutup mata yang sehat) atau terapi penglihatan juga dapat digunakan untuk melatih mata yang juling. Dalam beberapa kasus, operasi otot mata mungkin diperlukan untuk menyesuaikan posisi otot dan menyelaraskan mata.

Pencegahan Mata Juling

Meskipun tidak semua kasus mata juling dapat dicegah, deteksi dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi dan memastikan hasil pengobatan yang optimal. Pemeriksaan mata rutin pada anak-anak sejak usia dini sangat direkomendasikan.

Pengelolaan kondisi medis yang mendasari seperti diabetes atau penyakit Graves juga penting untuk mencegah strabismus. Mengoreksi masalah refraksi seperti rabun jauh atau astigmatisme sejak dini juga dapat mengurangi risiko.

Jika ada kekhawatiran mengenai apa yang menyebabkan mata juling atau gejala terkait, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mata. Melalui platform Halodoc, dapatkan akses mudah untuk konsultasi dengan dokter spesialis yang berpengalaman. Dokter akan membantu menegakkan diagnosis dan merekomendasikan penanganan yang tepat sesuai kondisi.