Penyebab Mulut Terasa Kering Meskipun Sudah Cukup Minum

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
penyebab mulut kering, kelenjar ludah

Halodoc, Jakarta - Terdapat beberapa hal yang menunjukkan gejala mulut kering terjadi pada diri kamu. Mulut yang kering dapat mengakibatkan kesulitan berbicara, mengunyah, dan menelan makanan. Di samping itu, mulut kering juga dapat menyebabkan berkurangnya pengecapan pada lidah, mulut terasa seperti terbakar, kesulitan menggunakan gigi palsu, mudah teriritasi atau luka, karies gigi meningkat, radang pada jaringan penyangga gigi, infeksi jamur candida, hingga bau mulut.

Penyebab kondisi mulut kering meski sudah minum ini berasal dari berbagai faktor. Mulai dari faktor fisiologis hingga gangguan emosional. Faktor fisiologis misalnya sehabis berolahraga, berbicara terlalu lama, dan kebiasaan bernapas melalui mulut.  Sedangkan gangguan emosional yang dapat memicu kondisi mulut kering antara lain stres, putus asa, dan rasa takut. Keadaan emosional merangsang sistem saraf otonom dan menghalangi sistem saraf parasimpatik, sehingga menyebabkan turunnya produksi air ludah.

Faktor lain penyebab yang memicu mulut kering meski sudah minum dengan jumlah yang cukup adalah:

  • Efek samping obat-obatan. Beberapa jenis obat yang memengaruhi, misalnya obat antinyeri, antikonvulsi (mencegah kekambuhan kejang seperti pada epilepsi), antimuntah, antialergi, antihipertensi, antimual, antiparkinson, antigatal, obat flu, obat peningkat lajur air seni, obat pereda hidung tersumbat, obat pengencer dahak, obat relaks otot, obat psikotropika, obat sedatif, dan obat anti kram otot.

  • Penyakit sistemik, seperti diabetes dan gagal ginjal kronis. Demam dan diare berkepanjangan yang menimbulkan dehidrasi juga menyebabkan mulut kering. Hal ini terjadi karena adanya gangguan dalam pengaturan air dan elektrolit yang kemudian diikuti dengan terjadinya ketidakseimbangan air, sehingga menyebabkan turunnya produksi air ludah

  • Usia lanjut. Mereka yang lansia sering ditemukan mengalami keluhan mulut kering. Hal ini disebabkan karena pengecilan otot pada kelenjar ludah sejalan dengan pertambahan umur yang akan menurunkan produksi air ludah.

Proses penuaan pada usia lanjut juga menyebabkan perubahan dan kemunduran fungsi kelenjar ludah. Di samping itu, para lansia yang mengalami penyakit dan menjalani pengobatan tertentu juga biasanya mengalami kondisi mulut kering.

  • Terapi radiasi pada daerah leher dan kepala untuk perawatan kanker terbukti merusak kelenjar ludah akibat paparan sinar radioterapi tersebut. Banyaknya kelenjar ludah yang rusak tergantung pada dosis dan lamanya penyinaran.

  • Beberapa jenis penyakit. Misalnya penyakit sindrom Sjogren, yaitu penyakit autoimun yang memengaruhi kelenjar air mata dan ludah. Sel-sel kelenjar ludah rusak karena adanya kebocoran limfosit, sehingga produksi ludah pun berkurang.

  • Gangguan pada kelenjar ludah, seperti sialadenitis. Pada kondisi ini terjadi penyumbatan di saluran kelenjar ludah. Selain itu, kista-kista dan tumor kelenjar ludah baik yang jinak maupun ganas, dapat menekan saluran kelenjar ludah sehingga memengaruhi produksi kelenjar ludah.

  • Penyandang AIDS yang mengalami sarkoma kaposi (sejenis tumor karena virus herpes) dan menjalani radiasi akan mengalami penurunan fungsi kelenjar ludah. Akibatnya, terjadi mulut kering.

  • Agenesis atau tidak terbentuknya kelenjar ludah. Kondisi ini memang jarang ditemui, tetapi keluhan mulut sejak lahir dapat terjadi. Hasil pemeriksaan sialografi dengan sinar X pada kelenjar ludah akan terlihat adanya cacat yang luas pada kelenjar ludah.

Agar terhindari dari keluhan mulut kering, sebaiknya kamu mengonsumsi cukup air putih, setidaknya delapan gelas per hari. Selain itu, kamu juga perlu menjaga kesehatan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat agar tidak perlu mengonsumsi obat-obatan

Jika gangguan mulut kering yang kamu alami cukup serius, sebaiknya ceritakan kondisi dan gejala yang kamu alami pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!