Ad Placeholder Image

Penyebab Penyakit Kuning Pada Orang Dewasa: Kenali!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Penyebab Penyakit Kuning Pada Orang Dewasa: Waspada!

Penyebab Penyakit Kuning Pada Orang Dewasa: Kenali!Penyebab Penyakit Kuning Pada Orang Dewasa: Kenali!

Penyakit kuning, atau yang dikenal dengan istilah medis *jaundice*, adalah kondisi yang ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kekuningan. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam darah, yaitu pigmen kuning yang terbentuk dari pemecahan sel darah merah tua. Bilirubin seharusnya diproses oleh hati dan dibuang melalui feses. Ketika proses ini terganggu, kadar bilirubin akan meningkat dan menyebabkan gejala penyakit kuning.

Gejala Penyakit Kuning yang Perlu Diwaspadai

Selain kulit dan mata menguning, ada beberapa gejala tambahan yang sering menyertai penyakit kuning. Gejala-gejala ini dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab yang mendasari kondisi tersebut. Penting untuk mewaspadai tanda-tanda ini dan segera mencari pertolongan medis jika mengalaminya.

Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Urin berwarna gelap seperti teh.
  • Feses pucat atau berwarna tanah liat.
  • Gatal pada kulit yang tidak tertahankan.
  • Nyeri perut, terutama di bagian kanan atas.
  • Mual dan muntah.
  • Penurunan nafsu makan yang signifikan.
  • Kelelahan atau lemah yang berlebihan.

Beragam Penyebab Penyakit Kuning pada Orang Dewasa

Penyakit kuning pada orang dewasa dapat dikategorikan berdasarkan lokasi atau tahapan proses metabolisme bilirubin yang terganggu. Secara umum, penyebabnya dibagi menjadi tiga kelompok utama: pra-hepatik, hepatik, dan pasca-hepatik. Memahami kategori ini membantu dalam menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penyebab Pra-Hepatik (Pemecahan Sel Darah Merah)

Kategori pra-hepatik terjadi ketika produksi bilirubin berlebihan akibat pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat. Hati tidak mampu memproses semua bilirubin yang dihasilkan. Ini menyebabkan peningkatan kadar bilirubin yang belum terkonjugasi.

Beberapa kondisi yang termasuk dalam kategori ini meliputi:

  • Malaria: Infeksi parasit yang menghancurkan sel darah merah dalam jumlah besar, melepaskan banyak bilirubin ke dalam aliran darah.
  • Anemia Hemolitik atau Sel Sabit: Kondisi di mana sel darah merah hancur lebih cepat dari produksi normalnya. Hal ini dapat terjadi karena kelainan genetik atau gangguan autoimun.
  • Reaksi Obat Tertentu: Beberapa jenis obat dapat memicu penghancuran sel darah merah atau mengganggu metabolisme bilirubin. Contohnya adalah antibiotik tertentu, pil KB, atau penggunaan paracetamol dosis tinggi yang dapat membebani hati.

Penyebab Hepatik (Gangguan Hati)

Penyebab hepatik terjadi ketika kerusakan sel-sel hati mengganggu kemampuan hati untuk memproses bilirubin. Hati tidak dapat mengonjugasikan atau mengeluarkan bilirubin dengan efisien. Akibatnya, baik bilirubin terkonjugasi maupun tidak terkonjugasi dapat menumpuk dalam darah.

Contoh kondisi yang memicu penyakit kuning jenis hepatik adalah:

  • Hepatitis Virus: Infeksi virus hepatitis A, B, atau C dapat menyebabkan peradangan pada hati. Peradangan ini merusak sel-sel hati dan mengganggu fungsinya.
  • Penyakit Hati Alkoholik: Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan peradangan hati (hepatitis alkoholik) atau pengerasan hati (sirosis). Keduanya merusak sel hati secara progresif.
  • Kanker Hati: Kehadiran tumor primer di hati atau penyebaran kanker dari organ lain (metastasis) dapat merusak jaringan hati. Kerusakan ini mengganggu kemampuan hati untuk memproses bilirubin.
  • Penyakit Autoimun: Pada beberapa kondisi autoimun, sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel hati. Contohnya adalah hepatitis autoimun, yang menyebabkan peradangan kronis pada hati.

Penyebab Pasca-Hepatik (Penyumbatan Saluran Empedu)

Kategori pasca-hepatik, juga dikenal sebagai ikterus obstruktif, terjadi ketika bilirubin yang sudah diproses oleh hati tidak dapat keluar dari hati menuju usus. Ini biasanya disebabkan oleh penyumbatan pada saluran empedu. Penyumbatan ini menyebabkan bilirubin terkonjugasi kembali masuk ke aliran darah.

Penyebab umum penyumbatan saluran empedu meliputi:

  • Batu Empedu: Pembentukan batu di dalam kantung empedu atau saluran empedu dapat menghalangi aliran empedu. Hal ini menyebabkan penumpukan bilirubin di hati dan kemudian dalam darah.
  • Kanker Pankreas atau Saluran Empedu: Tumor ganas di pankreas atau saluran empedu dapat menekan atau menyumbat saluran empedu. Tekanan ini menghambat keluarnya empedu yang mengandung bilirubin.
  • Pankreatitis: Peradangan pada pankreas, terutama pankreatitis akut, dapat menyebabkan pembengkakan. Pembengkakan ini bisa menekan saluran empedu yang melintasinya, menyebabkan penyumbatan.

Pengobatan Penyakit Kuning pada Orang Dewasa

Penanganan penyakit kuning tidak hanya berfokus pada gejala, tetapi juga pada mengatasi penyebab yang mendasari. Oleh karena itu, diagnosis akurat oleh dokter sangat krusial. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dilanjutkan dengan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar bilirubin dan fungsi hati. USG atau pencitraan lainnya mungkin juga diperlukan untuk melihat kondisi hati dan saluran empedu.

Setelah penyebab diketahui, dokter akan merencanakan pengobatan yang sesuai. Misalnya, antibiotik untuk infeksi, obat antivirus untuk hepatitis, pengangkatan batu empedu melalui prosedur medis, atau penanganan kanker. Diagnosis dini dan intervensi yang tepat dapat mencegah komplikasi serius.

Pencegahan Penyakit Kuning pada Orang Dewasa

Mencegah penyakit kuning berarti menjaga kesehatan hati dan menghindari kondisi yang dapat memicu peningkatan bilirubin. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menghindari konsumsi alkohol berlebihan.
  • Menerapkan pola makan sehat dan seimbang.
  • Mendapatkan vaksinasi hepatitis A dan B.
  • Menghindari penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter.
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah infeksi.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu.

Kesimpulan

Penyakit kuning pada orang dewasa adalah tanda bahwa ada gangguan dalam metabolisme bilirubin, baik karena produksi berlebihan, masalah pada hati, atau penyumbatan saluran empedu. Mengabaikan gejala penyakit kuning dapat berakibat fatal. Jika mengalami kulit dan mata menguning, atau gejala penyerta lainnya, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah membuat janji temu atau berkonsultasi secara *online* untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari ahli medis profesional.