Ad Placeholder Image

Penyebab Telinga Berdengung? Ini Dia!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Apa Penyebab Telinga Berdengung? Ini Pemicunya!

Penyebab Telinga Berdengung? Ini Dia!Penyebab Telinga Berdengung? Ini Dia!

Apa Penyebab Telinga Berdengung? Simak Penjelasan Medisnya

Telinga berdengung, atau dalam istilah medis dikenal sebagai tinnitus, adalah kondisi ketika seseorang mendengar suara dering, desis, atau dengungan di dalam telinga tanpa adanya sumber suara eksternal. Sensasi ini bisa bersifat sementara maupun kronis dan sering kali mengganggu konsentrasi serta kualitas tidur pengidapnya. Penting untuk dipahami bahwa tinnitus bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala dari kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Memahami apa penyebab telinga berdengung merupakan langkah awal yang krusial dalam menentukan metode penanganan yang tepat. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga gangguan medis yang memerlukan perhatian serius dari dokter spesialis THT. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai berbagai faktor yang memicu terjadinya tinnitus.

Paparan Suara Keras dan Kebisingan

Salah satu jawaban paling umum dari pertanyaan apa penyebab telinga berdengung adalah paparan suara keras dalam jangka waktu lama. Kondisi ini sering dialami oleh pekerja yang beraktivitas di lingkungan industri bising, musisi, atau individu yang sering menghadiri konser musik keras tanpa pelindung telinga.

Selain itu, penggunaan earphone atau headphone dengan volume tinggi dalam durasi panjang juga menjadi faktor risiko utama. Suara yang terlalu keras dapat merusak sel-sel rambut halus di dalam koklea (telinga bagian dalam) yang berfungsi mengirimkan sinyal suara ke otak. Kerusakan pada sel-sel ini kemudian diinterpretasikan oleh otak sebagai suara dengungan.

Penumpukan Kotoran dan Infeksi Telinga

Sumbatan pada saluran telinga adalah penyebab fisik yang sering terjadi. Penumpukan kotoran telinga atau serumen yang mengeras dapat menyumbat saluran telinga. Kondisi ini meningkatkan tekanan di dalam telinga dan mengubah cara getaran suara masuk, sehingga menimbulkan sensasi berdengung.

Selain kotoran, infeksi telinga juga berperan signifikan. Infeksi pada telinga luar atau telinga tengah, yang dikenal sebagai otitis media, sering memicu tinnitus. Peradangan dan penumpukan cairan akibat infeksi menyebabkan perubahan tekanan di belakang gendang telinga, yang memicu munculnya suara abnormal.

Faktor Usia dan Penurunan Fungsi Pendengaran

Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh mengalami penurunan, termasuk organ pendengaran. Kondisi ini dikenal secara medis sebagai presbikusis. Gangguan pendengaran akibat faktor usia ini umumnya mulai terjadi pada individu di atas usia 60 hingga 75 tahun.

Presbikusis terjadi karena degenerasi alami pada saraf pendengaran atau koklea. Penurunan kemampuan mendengar frekuensi tertentu sering kali disertai dengan munculnya tinnitus yang bersifat menetap atau hilang timbul.

Efek Samping Penggunaan Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan memiliki sifat ototoksik, yaitu berpotensi merusak struktur telinga dalam jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Penggunaan obat tertentu dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi telinga berdengung. Beberapa jenis obat yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Aspirin dalam dosis tinggi.
  • Antibiotik tertentu, seperti polimiksin B, eritromisin, vankomisin, dan neomisin.
  • Obat antimalaria, seperti kina atau klorokuin.
  • Obat kemoterapi tertentu.
  • Beberapa jenis obat antidepresan dan diuretik.

Gangguan Medis dan Penyakit Tertentu

Selain faktor eksternal, tinnitus juga dapat menjadi indikator adanya penyakit tertentu. Penyakit Meniere adalah salah satu gangguan pada telinga bagian dalam yang disebabkan oleh tekanan cairan yang tidak normal. Kondisi ini sering kali ditandai dengan tinnitus, vertigo, dan penurunan pendengaran.

Cedera pada kepala atau leher juga menjadi penyebab yang signifikan. Trauma fisik yang hebat dapat merusak saraf pendengaran, struktur telinga dalam, atau area otak yang memproses suara. Tinnitus akibat cedera fisik biasanya hanya terjadi pada satu sisi telinga.

Selain itu, tumor jinak seperti neuroma akustik yang tumbuh di saraf kranial dapat menyebabkan dengungan. Meskipun kasus ini lebih jarang terjadi, tumor ini menekan saraf yang mengatur keseimbangan dan pendengaran, sehingga memicu gejala tinnitus unilateral (satu sisi).

Masalah Pembuluh Darah dan Kondisi Lainnya

Gangguan pada sistem sirkulasi darah dapat memicu jenis tinnitus tertentu yang disebut tinnitus berdenyut (pulsatile tinnitus). Pada kondisi ini, penderita mendengar suara seperti detak jantung di dalam telinga. Hal ini biasanya disebabkan oleh:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Aterosklerosis atau penumpukan plak di pembuluh darah.
  • Aliran darah yang turbulen akibat pembuluh darah yang menyempit atau menekuk.
  • Malformasi kapiler.

Faktor psikologis dan muskuloskeletal juga berpengaruh. Stres dan kecemasan tingkat tinggi diketahui dapat memperburuk persepsi suara dengungan. Selain itu, gangguan pada sendi rahang atau Temporomandibular Joint (TMJ) dapat memengaruhi otot dan ligamen di sekitar telinga, sehingga memicu terjadinya tinnitus.

Rekomendasi Medis dan Kapan Harus ke Dokter

Mengingat beragamnya faktor pemicu, mengetahui secara pasti apa penyebab telinga berdengung memerlukan pemeriksaan medis yang komprehensif. Jika tinnitus tidak kunjung hilang, terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab jelas, atau disertai dengan gejala lain seperti pusing berputar, nyeri hebat, dan penurunan pendengaran yang drastis, pemeriksaan ke dokter spesialis THT sangat disarankan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes pendengaran (audiometri), atau pemindaian (seperti MRI atau CT Scan) jika diperlukan untuk mendiagnosis penyebab utamanya. Penanganan yang tepat, mulai dari pembersihan kotoran telinga, terapi suara, hingga pengobatan medis, dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.