Penyebab Utama Terjadinya Adenoiditis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penyebab Utama Terjadinya Adenoiditis

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit bernama adenoiditis? Bagaimana dengan gejala telinga terasa nyeri, sakit tenggorokan, dan disertai membedakannya getah bening di area leher, pernah mengalaminya? 

Dalam dunia medis, adenoiditis merupakan pembengkakan atau pembesaran pada adenoid. Adenoid ini terletak saluran hidung, tepatnya di bagian paling belakang. Dalam tubuh, organ ini berfungsi untuk mencegah organisme berbahaya masuk ke tubuh. Tak cuma itu saja, organ ini juga memproduksi antibodi yang bertugas melawan infeksi. 

Dalam kebanyakan kasus, adenoiditis ini lebih sering dialami oleh anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Adenoiditis yang terjadi di usia 0–5 tahun umumnya terbilang normal. Sebab, pembengkakan adenoid ini akan menyusut dengan sendirinya ketika anak menginjak usia lima tahun. Akan tetapi, bila kelenjar ini tak menyusut, barulah kondisi ini bisa disebut abnormal. 

Lalu, seperti apa sih gejala dan penyebab adenoiditis? 

Baca juga: Harus Tahu, 5 Fakta Penting Mengenai Adenoiditis

Gegara Infeksi dan Faktor Pemicu

Penyebab adenoiditis sebenarnya terbilang umum, yaitu akibat infeksi. Ketika seseorang mengalami sakit tenggorokan, terkadang tonsil alias amandel di dalam mulut dapat terinfeksi. 

Nah, adenoid yang terletak lebih tinggi di dalam mulut, di belakang hidung dan langit-langit mulut, juga bisa ikut terinfeksi. Dari banyaknya bakteri yang bisa menyebabkan infeksi, bakteri Streptococcus yang paling sering menjadi biang keladinya, 

Disamping itu, adenoiditis juga bisa disebabkan oleh beberapa jenis serangan virus. Contohnya, Epstein Barr, adenovirus, dan rhinovirus. Untuk kasus-kasus tertentu, adenoiditis juga bisa disebabkan karena reaksi alergi. 

Hal yang perlu digarisbawahi, selain hal-hal di atas ada pula faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya adenoiditis. Misalnya: 

  • Infeksi tenggorokan, leher, atau kepala berulang.

  • Kontak dengan virus airborne, kuman, dan bakteri. 

  • Mengidap penyakit GERD atau asam lambung.

  • Infeksi amandel.

  • Usia, kebanyakan kasus adenoiditis sering ditemukan pada anak-anak.

Penyebabnya sudah, bagaimana dengan gejalanya? 

Bisa Beragam, Bergantung Penyebabnya

Gejala dari masalah medis ini bisa berbeda-beda pada tiap orangnya. Gejalanya akan bergantung dari penyebabnya. Namun, setidaknya ada beberapa yang umumnya muncul, seperti telinga terasa nyeri, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. 

Selain hal-hal di atas, adenoiditis juga dapat menyebabkan hidung tersumbat. Ketika hidung tersumbat, pengidapnya akan mengalami gangguan dalam bernapas, sehingga muncul gejala lain berupa:

  • Sleep apnea.

  • Mendengkur. 

  • Sulit tidur.

  • Bindeng.

  • Bibir pecah-pecah dan mulut kering.

Nah, andaikan Si Kecil atau dirimu mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Kenali 7 Gejala dari Adenoiditis pada Orang Dewasa 

Segera Obati, Komplikasi Taruhannya

Pembesaran adenoid yang dibiarkan tanpa penanganan, bisa memicu sederet masalah kesehatan lainnya. Nah, berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin dialami oleh pengidapnya:

  • Sinusitis.

  • Penurunan berat badan. 

  • Infeksi telinga kronis, bahkan bisa menyebabkan hilangnya pendengaran. 

Selain itu, komplikasi ini juga bisa disebabkan oleh operasi untuk mengatasi adenoiditis. Contoh gejala yang dialami bisa berupa:

  • Keluar darah dari mulut atau hidung.

  • Adanya darah di air liur.

  • Sesak napas hingga menimbulkan mengi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol kapan dan di mana saja dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Enlarged Adenoids.  
WebMD. Diakses pada 2019. Adenoiditis.