Perawatan Rumahan untuk Atasi Henoch Schonlein Purpura

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 henoch schonlein purpura, peradangan pembuluh darah kecil

Halodoc, Jakarta - Kondisi Henoch Schonlein Purpura (HSP) merupakan peradangan pembuluh darah kecil. Gangguan ini sebenarnya jarang terjadi dan lebih sering terjadi pada anak usia di bawah 10 tahun. Walau begitu, gangguan ini juga bisa menyerang orang pada usia berapa pun.

Henoch Schonlein Purpura juga sering disebut sebagai vaskulitis. Pembuluh darah pada beberapa bagian tubuh teriritasi dan membengkak, menyebabkan munculnya ruam (perdarahan di kulit) dan bisa menyerang ginjal dan usus.

Kondisi HSP ini sebenarnya tidak serius. Kebanyakan bahkan dapat sembuh dalam waktu 4-6 minggu. Pada kasus tertentu, peradangan bisa menyebabkan komplikasi serius seperti orkitis (bengkak pada testis), intususepsi (lipatan abnormal pada usus), dan gagal ginjal. Hanya saja jika tidak serius, pengidap bisa menjalani perawatan rumahan setelah memeriksakan diri dari dokter. Ruam, nyeri sendi, dan nyeri perut biasanya akan sembuh tanpa pengobatan.

Baca juga: Alasan Henoch Schonlein Purpura Bisa Picu Kerusakan Ginjal

Jika diperlukan, obat anti-radang seperti ibuprofen bisa digunakan untuk meredakan nyeri sendi. Kendati demikian, kamu sebaiknya tetap berhati-hati dalam menggunakannya, karena obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh mereka yang memiliki masalah pada ginjal atau usus. Untuk kasus seperti ini bisa menggunakan obat anti-nyeri jenis parasetamol. Obat steroid juga terkadang digunakan untuk meringankan nyeri perut.

Perawatan rumahan yang bisa kamu jalani adalah:

  1. Istirahat

Pada gangguan HSP tahap ringan, penyakit ini sebenarnya tidak membutuhkan perawatan khusus dan dapat hilang sendirinya. Pengidap HSP disarankan untuk cukup istirahat untuk meredakan gejala dan mengatasi ruam yang muncul. Namun, hal ini biasanya hanya berlaku apabila HSP dan ruam yang muncul tidak bersifat serius.

  1. Konsumsi Obat-Obatan

HSP juga dapat diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan khusus. Penggunaan obat bertujuan untuk meredakan gejala yang muncul sebagai tanda penyakit. Biasanya, setelah melakukan pemeriksaan, dokter akan memutuskan jenis obat apa saja yang harus dikonsumsi. Obat antiradang serta obat yang berfungsi meredakan demam serta dan sendi sering juga menjadi pilihan untuk mengatasi gangguan ini.

Baca juga: Memar Tubuh Hilang Timbul, Kapan Perlu Waspada?

Penyakit Henoch Schonlein Purpura (HSP) bisa juga terjadi pada saat pembuluh darah mengalami peradangan (vaskulitis), sehingga menimbulkan perdarahan di dalam kulit yang tampak seperti ruam merah atau ungu, serta di usus dan ginjal. Dalam hal lain, kondisi ini diduga disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang dipicu oleh infeksi sebelumnya.

Pada sebagian besar pengidapnya, HSP terjadi setelah mereka mengalami infeksi virus atau bakteri pada tenggorokan dan paru-paru. Selain itu, gangguan sistem kekebalan tubuh pada kasus HSP diduga juga bisa dipicu oleh makanan, obat-obatan, cuaca dingin, atau gigitan serangga. HSP sering kali terjadi pada anak-anak usia 2-6 tahun.

Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab pasti peradangan Henoch Schonlein Purpura (HSP). Oleh karena itu, cukup sulit untuk melakukan tindakan pencegahan yang berarti. Apabila infeksi terjadi pada anak-anak, usahakan mereka mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter. Pastikan pula mereka mendapatkan tidur dan istirahat yang cukup, serta lakukan langkah-langkah untuk memperbaiki daya tahan tubuhnya.

Baca juga: Selain Ruam, Apa Saja Gejala Henoch Schonlein Purpura?

Itulah informasi mengenai perawatan rumahan yang dapat kamu lakukan apabila mengalami gangguan HSP. Jika kamu cemas akan terjadi gangguan HSP dan mencurigai adanya gejala, segeralah komunikasikan apa yang kamu rasakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.