14 November 2018

Perdarahan Usai Sedot Lemak, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

Perdarahan Usai Sedot Lemak, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Seorang wanita melaporkan adanya dugaan malapraktik yang dilakukan klinik di Jakarta Selatan. Pasalnya, dia merasa dirugikan karena mengalami perdarahan usai menjalani prosedur sedot lemak alias liposuction di klinik tersebut.

Wanita tersebut mengaku sudah memilih jenis sedot lemak yang menggunakan teknologi laser lipo. Metode sedot lemak tersebut dikatakan memiliki sedikit efek samping perdarahan, bahkan tidak ada perdarahan sama sekali. Sayangnya usai menjalani prosedur tersebut, dia malah mengalami perdarahan yang cukup parah dan disebut mengganggu fungsi dari beberapa organ tubuhnya.

Wanita tersebut mengaku mengalami sejumlah efek samping dari sedot lemak, bahkan sampai mengalami sesak napas. Lantas, benarkah sedot lemak bisa menyebabkan terjadinya perdarahan secara berlebih? Agar lebih jelas, yuk simak apa saja hal yang perlu diketahui dari sedot lemak!

Mengenal Sedot Lemak dan Manfaatnya

Sedot lemak alias liposuction merupakan prosedur bedah yang dilakukan untuk menghilangkan lemak yang tidak diinginkan dalam tubuh. Meski sering dilakukan untuk alasan kecantikan dan menjaga bentuk tubuh, tapi dalam beberapa kondisi sedot lemak juga dibutuhkan untuk menangani masalah kesehatan. Meskipun demikian, tidak semua orang bisa dengan mudah melakukan metode ini. Ada beberapa syarat dan pemeriksaan yang harus dilalui terlebih dahulu, terutama yang berkaitan dengan berat badan dan tingkat keelastisan kulit.

Umumnya sedot lemak dilakukan untuk mengurangi penumpukan lemak di bawah kulit, sehingga penampilan dan bentuk tubuh bisa diperbaiki. Biasanya cara ini akan ditempuh untuk memperbaiki dan mengatasi lemak yang sulit hilang meski sudah berolahraga dan mengatur pola makan. Selain itu, alasan kecantikan hingga fungsi seksual juga sering menjadi dasar seseorang memutuskan melakukan sedot lemak.

Sebelum melakukan tindakan ini, biasanya dokter akan terlebih dahulu meninjau riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga mengamati kondisi psikologis orang yang akan melakukan sedot lemak. Tak hanya itu, pemeriksaan untuk mengetahui potensi komplikasi yang bisa terjadi pun akan dilakukan dengan cara pemeriksaan darah dan urine.

Untuk itu, sangat penting memberi tahu seputar kondisi tubuh dan keluhan kesehatan apapun kepada dokter sebelum melakukan sedot lemak. Misalnya, adakah alergi terhadap obat-obatan tertentu, riwayat konsumsi obat-obatan tertentu, riwayat penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan aliran darah, hingga daya tahan tubuh lemah. Sampaikan juga apakah pernah menerapkan gaya hidup tertentu, seperti kebiasaan merokok atau menjalani diet ketat.

Jenis dan Efek Samping Sedot Lemak

Sedot lemak adalah prosedur yang dilakukan untuk menghancurkan lemak berlebih di dalam tubuh. Caranya adalah dengan menggunakan alat berupa selang tipis atau kanula yang disambungkan ke alat pengisap atau penyedot.

Ada beberapa jenis sedot lemak yang perlu diketahui, yaitu:

1. Tumescent liposuction

Merupakan teknik sedot lemak yang paling umum. Tumescent liposuction dilakukan dengan menyuntikkan larutan tumescent ke lemak tubuh yang akan disedot. Larutan yang sudah disuntikkan itu nantinya akan memudahkan penyedotan lemak keluar dari tubuh.

2. Ultrasound-assisted liposuction (UAL)

Cara ini dilakukan dengan memanfaatkan energi gelombang suara dan bertujuan untuk memecah dinding-dinding lemak di bawah kulit. Setelahnya, lemak akan mencair dan disedot keluar.

3. Laser-assisted liposuction (LAL)

Metode yang satu ini dilakukan dengan menggunakan laser. Tujuannya untuk memproduksi rentetan energi dan kemudian akan mencairkan lemak.

4. Super-wet technique

Teknik ini mirip dengan tumescent liposuction. Hanya saja larutan yang disuntikkan lebih sedikit dan membutuhkan pemberian obat bius atau anestesi umum.

Sedot lemak berisiko menimbulkan sejumlah efek samping. Mulai dari perdarahan, syok karena tubuh kekurangan cairan saat operasi, terbentuknya kantong berisi cairan di bawah kulit, permukaan kulit tidak rata, efek samping hingga alergi dari pembiusan, mati rasa di sekitar kulit, bahkan kerusakan saraf, pembuluh darah, paru-paru, otot, dan organ perut.

Cari tahu lebih lanjut seputar sedot lemak dengan bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi terpercaya dari dokter yang berpengalaman. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: