03 February 2019

Ini yang Perlu Diketahui Tentang Penyakit Hernia

Ini yang Perlu Diketahui Tentang Penyakit Hernia

Halodoc, Jakarta - Kamu pernah mendengar istilah turun berok? Kondisi tersebut dikenal dengan penyakit hernia dalam dunia medis. Gangguan kesehatan ini terjadi ketika ada organ yang mendorong melalui lubang otot atau jaringan yang menahannya. Misalnya, usus yang menembus area lemah di bagian dinding perut.

Hernia paling umum terjadi di perut, tetapi penyakit ini bisa terjadi pada bagian paha atas, pusar, bahkan di daerah selangkangan. Kebanyakan kasus hernia tidak mengancam jiwa, tetapi penyakit ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Terkadang dibutuhkan tindakan pembedahan untuk mencegah timbulnya komplikasi yang membahayakan jiwa.

Penyebab dan Gejala Hernia

Penyakit hernia disebabkan oleh kombinasi antara kelemahan dan ketegangan otot. Bergantung pada penyebabnya, hernia bisa berkembang dengan cepat atau memakan waktu yang lama. Penyebab umum hernia adalah usia, batuk, kerusakan akibat cedera atau operasi, hamil, sembelit, dan banyak lagi.

Baca juga: 4 Kebiasaan Pemicu Hernia pada Ibu Hamil

Sementara itu, gejala hernia yang paling umum adalah munculnya benjolan pada area yang terinfeksi. Pada kasus hernia inguinalis, benjolan muncul pada dua sisi tulang kemaluan. Penyakit ini semakin terasa ketika kamu membungkuk, batuk, atau ketika berdiri. Gejala umum lain yang mengindikasikan seseorang mengalami hernia adalah rasa sakit atau tidak nyaman pada area yang terinfeksi dan tekanan yang membuat perut terasa berat.

Jenis Hernia yang Umum Dijumpai

Ada beberapa jenis penyakit hernia, di antaranya paling umum ditemui, seperti berikut ini.

  • Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis adalah jenis hernia yang paling umum terjadi. Sekitar 70 persen kasus hernia adalah jenis hernia inguinalis. Penyakit ini terjadi ketika usus mendorong melalui titik lemah atau robekan pada dinding perut bagian bawah, sering kali pada saluran inguinalis. Jenis hernia ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

Baca juga: Benarkah Angkat Beban Bisa Sebabkan Hernia?

  • Hernia Hiatal

Hernia hiatal terjadi ketika bagian perut menonjol melalui diafragma ke dalam rongga dada. Jenis hernia ini lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Namun, apabila hernia hiatal terjadi pada anak, kondisi ini disebabkan karena cacat bawaan sejak lahir. Hernia hiatal hampir selalu menyebabkan terjadinya gastroesofageal refluks, yaitu isi perut yang naik menuju kerongkongan, yang menyebabkan munculnya sensasi terbakar.

  • Hernia Umbilikalis

Penyakit hernia jenis ini dapat terjadi pada anak dan bayi di bawah 6 bulan. Ini terjadi ketika usus membesar melalui dinding perut di dekat pusar. Tonjolan mungkin terlihat pada area sekitar pusar. Dari jenis hernia yang ada, hernia umbilikalis adalah satu-satunya yang bisa menghilang dengan sendirinya karena menguatnya otot perut anak, biasanya pada usia 1 tahun. Namun, jika tidak demikian, pembedahan mungkin diperlukan.

  • Hernia Insisional

Hernia insisional dapat terjadi setelah kamu menjalani operasi pada area perut. Kondisi ini memungkinkan usus mendorong melalui bekas luka sayatan atau jaringan di sekitarnya yang melemah.

Baca juga: Prostat dan Hernia, Ini yang Perlu Diketahui Perbedaannya

Itu tadi hal yang perlu kamu ketahui tentang penyakit hernia. Jadi, kalau kamu merasakan adanya gejala yang sama seperti yang telah dipaparkan tadi, jangan ragu untuk langsung bertanya pada dokter, agar kamu segera mendapatkan penanganan. Kamu bisa bertanya melalui aplikasi Halodoc, tentunya setelah kamu download aplikasinya di ponsel kamu. Layanan Tanya Dokter bisa kamu pilih setelah kamu mengisi halaman pendaftaran di bagian depan. Yuk, pakai Halodoc!