03 May 2018

Perlu Tahu, 4 Dampak Negatif Kesepian Bagi Kesehatan

Perlu Tahu, 4 Dampak Negatif Kesepian Bagi Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Berdasarkan banyak penelitian, hal yang paling membahayakan pada manusia ialah obesitas. Namun ternyata masih ada hal yang lebih membahayakan dari obesitas, yakni kesepian dan isolasi sosial.

Kesepian dan isolasi sosial mungkin sering dianggap sama, padahal ada perbedaan mencolok di antara keduanya. Isolasi sosial didefinisikan sebagai kurangnya kontak dengan individu lain namun tidak menyiratkan bahwa ia merasa sedih akibat kondisi ini. Sementara kesepian adalah saat seseorang secara emosional merasa terputus dari orang lain. Seseorang bisa saja masih merasa kesepian meski sedang bersama orang lain.

Orang yang kesepian biasanya mendambakan kehadiran seseorang yang tulus mengasihinya. Perasaan kesepian bisa menjadi begitu kuatnya hingga terasa menyakitkan. Mereka cenderung merasa kosong dan berpikir jika tidak ada orang yang peduli padanya.

Banyak sekali hal yang menyebabkan orang merasa kesepian. Ada yang merasa dikucilkan dari pergaulan akibat penampilan, atau perbedaan cara pandang hidup. Ada pula yang merasa kesepian karena berada di lingkungan baru untuk bekerja atau sekolah, sehingga harus meninggalkan kerabatnya di tempat lama. Yang terparah ialah mereka yang baru saja ditinggal orang yang disayangi, entah itu meninggalnya keluarga, atau baru putus dari pasangan. Kesepian macam ini lah yang bisa dirasakan hingga bertahun-tahun.

(Baca juga: Baru Putus? Supaya Tak Sedih Intip Jurus Jitunya)

Dari penelitian yang dilakukan University of Pittsburg Medical Center, Bruce Rubin menjelaskan bahwa, mereka yang merasa kesepian akan mengalami lebih banyak problem kesehatan, entah itu fisik atau mental ketimbang mereka yang tidak merasa kesepian dan sering berinteraksi dengan orang lain. Nah, berikut ini adalah dampak negatif kesepian bagi kesehatan.

Penyakit Jantung

Menurut penelitian yang dilakukan di Harvard tahun 2012 silam, orang dewasa yang merasa kesepian memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung sebanyak 24 persen. Interaksi sosial yang jarang terjadi membuatnya gampang sekali stres. Kondisi ini membuat risiko penyakit jantung semakin besar. Kolesterol juga ikut menumpuk pada organ hati akibat hormon yang dipicu stres. Apalagi mereka cenderung pasif dan kurang berminat melakukan olahraga, bahaya serangan jantung akan semakin menghantui.

Depresi

Rasa sepi yang dirasakan setiap hari akan membuat seseorang merasa sedih. Apabila kesedihan ini berlarut-larut, kemungkinan stres bisa berujung depresi. Perasaan kesepian memicu aktifnya hormon otak yang berkaitan dengan stres, seperti kortisol. Cara ampuh untuk mengatasi depresi adalah aktif berinteraksi dengan orang lain.

Penurunan Sistem Imun

Penelitian yang dilakukan Ohio State University tahun 2013 silam memperlihatkan bahwa seseorang yang kesepian cenderung memiliki sistem imunitas tubuh yang lebih lemah. Akibatnya, imun tubuh tak bisa melawan patogen secara optimal ketika stres. Mereka akan lebih rentan mengalami peradangan yang terkait penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, artritis, hingga alzheimer.

Meningkatkan Risiko Kematian

Kesepian berlarut-larut akan berdampak buruk bagi kesehatan, bahkan mampu mempercepat kematian. Hal ini disebabkan karena penurunan sistem imun, munculnya penyakit jantung sehingga bukan tidak mungkin kondisi kamu akan terus menurun. Berbagai riset juga telah membuktikan hal ini, dan hasilnya menyatakan bahwa risiko kematian akan meningkat sebesar 30 persen.

Pada dasarnya pikiran-pikiran negatif yang menyebabkan kesepian bukan sebuah fakta, melainkan hanya persepsi. Maka dari itu cara yang tepat untuk mengatasinya ialah dengan berusaha mengenali pikiran negatif yang muncul dan mengecek bagaimana faktanya.

Kalau kamu lagi stres hingga menyebabkan kesehatanmu terganggu, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa membicarakan semua keluhanmu dan minta rekomendasi obat dari dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

(Baca juga: Dampak Bahaya Terlalu Lama Sendiri Bagi Kesehatan)