Perlu Tahu, Ini Efek Ganja pada Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Perlu Tahu, Ini Efek Ganja pada Kesehatan Tubuh

Halodoc, Jakarta - Beberapa waktu belakangan ini, kabar selebriti yang tersangkut masalah narkotika marak terjadi lagi. Diketahui juga alasan mereka menggunakan narkoba adalah untuk membuat terhindar dari stres, salah satu jenis narkoba yang digunakan adalah ganja. Ganja adalah obat herba yang terdiri dari daun, bunga, dan tunas tanaman Cannabis sativa. Ganja sering diisap seperti rokok pipa atau rokok ‘lintingan’.

Bahkan, beberapa daerah di Indonesia terkenal menggunakan sedikit ganja sebagai bumbu tambahan pada masakan tradisional mereka. Efek ganja memiliki dampak yang luas bagi tubuh. Namun, efek ganja memengaruhi kesehatan tubuh dan pikiran jika terus-terusan dikonsumsi dalam jangka panjang. Simak ulasannya berikut ini. 

Baca Juga: Legal di Thailand, Mariyuana Bisa Jadi Obat Diabetes? 

Efek Ganja Bagi Kesehatan

Beberapa negara seperti misalnya Thailand, sudah melegalkan ganja untuk tujuan medis. Namun, sayangnya Indonesia masih belum melegalkannya secara hukum, baik untuk alasan medis atau yang lainnya. Hal ini karena penggunaan tanaman ganja tanpa didasari oleh indikasi medis dan tidak di bawah pengawasan dokter memberikan dampak negatif pada berbagai organ dan pada kesehatan penggunanya secara umum.

Berikut ini adalah beberapa efek negatif ganja bagi tubuh adalah sebagai berikut:

  • Otak. Saat kamu menggunakan ganja terlalu banyak, maka ini akan mengganggu kemampuanmu dalam berpikir. Kamu juga bisa mengalami kehilangan memori hingga terhambatnya fungsi otak. Hal ini dibuktikan adanya perubahan struktur tertentu pada otak jika kamu menggunakan ganja dalam jangka panjang. 

  • Paru-paru. Faktanya kandungan tar pada ganja hampir tiga kali lipat lebih tinggi dari tar tembakau dalam rokok. Asap yang dihasilkan dari pembakaran ganja juga memiliki kandungan zat penyebab kanker jauh lebih tinggi dari asap rokok biasa. Akibatnya, risiko kanker paru-paru bisa semakin tinggi, terutama jika pemakaian ganja dalam waktu lama. 

  • Kesehatan Mental. Penggunaan ganja yang berlebihan juga bisa mengganggu kesehatan mental. Seperti misalnya menyebabkan kambuhnya gejala psikosis pada mereka yang mengidap skizofrenia. Tidak hanya itu, ganja membuat seseorang mengalami halusinasi, delusi, meningkatkan rasa cemas, dan serangan panik. Penggunaan ganja dalam jangka panjang juga membuat seseorang sulit tidur, mengalami perubahan suasana hati dan berkurangnya nafsu makan. 

Baca Juga: Benarkah Ganja Ampuh Sembuhkan Syringomyelia? 

  • Sistem Imun. Ganja bisa membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Tidak hanya itu, penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara penggunaan ganja dengan meningkatknya risiko terkena penyakit yang melemahkan kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS. Alhasil, tubuh semakin sulit melawan infeksi. Jika kamu merasa tubu semakin melemah, sebaiknya jangan tunda ke dokter. Segera buat janji dengan dokter menggunakan aplikasi Halodoc. Dengan penanganan yang tepat dan cepat, kamu bisa terhindar dari berbagai komplikasi yang mungkin terjadi.

  • Sistem Peredaran Darah. Nyatanya detak jantung meningkat beberapa saat setelah kamu menghisap ganja. Efek ganja ini bisa berlangsung sampai tiga jam. Hal ini membahayakan bagi mereka yang mengidap penderita penyakit jantung dan menyebabkan risiko serangan jantung. Selain itu, ganja juga menyebabkan tekanan darah naik dan membuat mata menjadi merah karena pembuluh darah melebar.

  • Kehamilan dan Menyusui. Seperti merokok, mengisap ganja selama kehamilan juga memengaruhi perkembangan otak janin. Tidak hanya itu, ganja bisa memperlambat pertumbuhan janin, menyebabkan kecacatan dan gangguan pada janin, meningkatkan risiko bayi lahir prematur, serta leukimia. Konsumsi ganja ketika ibu menyusui bisa membuat zat kimia dalam mariyuana yang disebut tetrahydrocannabinol (THC) masuk ke dalam ASI dan menghambat pertumbuhan bayi. 

Baca Juga: Bahaya Mana, Makanan Mengandung Ganja atau Diisap Langsung?