Perlu Tahu, Tes SGPT untuk Pengidap Gangguan Fungsi Hati

Perlu Tahu, Tes SGPT untuk Pengidap Gangguan Fungsi Hati

Halodoc, Jakarta - SGPT atau Serum Glutamic Pyruvic Transaminase merupakan enzim yang banyak terdapat dalam organ hati. Kendati demikian, enzim yang satu ini juga bisa ditemui di berbagai organ tubuh lainnya. Yang perlu ditegaskan, enzim ini memiliki tugas yang amat penting, SGPT membantu mencerna protein dalam tubuh.

Lalu, apa jadinya bila hati seseorang mengalami kerusakan? Nah, ketika sel hati mengalami kerusakan, maka secara otomatis akan terjadi pengeluaran enzim SGPT dari dalam sel hati ke sirkulasi darah. Nantinya enzim ini akan terukur melalui pemeriksaan darah di lab.

Baca juga: Pemeriksaan SGPT Bisa Deteksi 7 Penyakit Ini

Karena itu, ketika seseorang mengalami gangguan fungsi hati, tes  SGPT merupakan salah satu pemeriksaan medis yang perlu dilakukan. Tapi, jangan salah paham, nilai dari SGPT yang tinggi enggak selalu mengindikasikan adanya masalah hati, lho.

Lalu, seperti apa sih tes SGPT pada pengidap gangguan fungsi hati?

Mengambil Sampel Darah

Tes SGPT dilakukan dengan cara yang cukup simpel. Di sini ahli medis akan  mengambil sampel darah pengidap yang mengalami gangguan fungsi hati. Pada orang yang sehat, enzim SGPT biasanya akan terlihat normal. Adapun batas normal SGPT yang seharusnya dimiliki adalah:

  • SGOT: 5–40 µ/L (mikro per liter)

  • SGPT: 7–56 µ/L (mikro per liter)

Meski begitu, batas normal SGPT setiap orang dapat berbeda-beda yang tergantung pada teknik dan prosedur yang ada ketika hasil tes darah diteliti. Untuk mengetahuinya, kita dapat melihat angka normal yang biasanya tertera pada hasil tes darah. Dari hasil tersebut, biasanya laboratorium akan memberitahukan angka batas normal yang digunakan serta apakah kadar SGPT normal atau tidak.

Baca juga: Hati Lebih Berat dari Normal, Waspada Perlemakan Hati

Serangkaian Tes Lain Bila Tes SGPT Tinggi

Dalam keadaan normal, SGPT ini berada di dalam sel-sel organ, terutama sel hati. Tapi, bila organ tersebut mengalami kerusakan, maka enzim ini akan keluar dari sel dan kemudian masuk ke dalam pembuluh darah. Inilah yang membuat hasil SGPT meningkat di dalam tubuh. Enzim ini akan berada pada kadar yang tinggi ketika dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Ketahui Fakta Penting tentang Pemeriksaan SGPT

Yang perlu digarisbawahi, meski enzim SGPT paling banyak terdapat di organ hati, ketika kadar enzim ini meningkat, bukan berarti masalahnya terdapat pada organ hati saja. Tapi pada sebagian besar kasus, meningkatnya kadar SGPT dalam tubuh memang menandakan adanya gangguan fungsi hati. Karena itu, ketika hasil tes SGPT tinggi, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes lainnya yang terkait dengan fungsi hati, seperti:

  • Tes tingkat albumin, untuk mengecek apakah tingkat albumin (protein) tubuh normal atau tidak.

  • Tes bilirubin, untuk mengetes apakah zat kuning dalam darah (bilirubin) normal atau tidak

  • Tes waktu protrombin, yaitu melihat waktu yang dibutuhkan tubuh dalam pembekuan darah.

Mau tahu lebih jauh mengenai tes SGPT? Atau memiliki keluhan kesehatan pada tubuh? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!