04 July 2018

Perlu Tahu Vaksin MR dan MMR untuk Anak

vaksin MR,Vaksin MMR,Vaksin untuk Anak

Halodoc, Jakarta – Pernahkah ibu bertanya-tanya apa perbedaan vaksin MR dan MMR? Apalagi, baru-baru ini pemerintah Indonesia kembali mengencangkan kewajiban pemberian vaksin pada anak, terutama vaksin MR. Lantas, apakah anak yang sudah pernah mendapat vaksin MMR harus divaksin MR lagi?

Pada dasarnya, vaksin MR merupakan kombinasi dari vaksin campak, yaitu Measles (M) dan Rubella (R).  Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella alias campak jerman. Kedua penyakit ini sangat menular melalui saluran pernapasan dan udara, seperti saat batuk atau bersin.

Sementara MMR merupakan vaksin yang terdiri atas 3 jenis vaksin. Yaitu Mumps (gondongan), Measles (campak), dan Rubella. Jenis vaksin ini diberikan pada anak untuk mencegah penyakit campak, rubella, dan gondongan. Yang membedakan vaksin MMR dan MR adalah kandungan mumps yang melawan gondongan. Pada vaksin MR, mumps tidak dimasukkan.

Baca juga: Hindari Tertular Campak dengan Vaksin

Gondongan adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus. Gejala yang ditunjukkan saat seseorang sudah terinfeksi virus ini adalah demam, nyeri sendi, sakit kepala, pembengkakan kelenjar di bagian bawah telinga, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.

Campak merupakan jenis penyakit yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Alhasil, pengidapnya mungkin akan mengalami demam, ruam, batuk, pilek, dan mata merah serta berair. Sementara campak Jerman alias rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan memicu demam, sakit tenggorokan, ruam, sakit kepala, mata merah dan mata gatal. Rubella sering ditemukan pada anak-anak dan remaja.

Pemberian vaksin MR nyatanya adalah hal yang penting. Mengingat, campak dan rubella bisa memicu terjadinya komplikasi yang berat bahkan mematikan. Nah, meski anak sudah mendapat vaksin MMR, tetap perlu untuk mendapatkan vaksin MR.  

Hal itu bertujuan untuk memastikan kekebalan tubuh anak terhadap virus penyebab penyakit. Selain itu, pemberian vaksin MR pada anak sama sekali tidak memberikan efek samping yang berbahaya. Jadi para orangtua tidak perlu khawatir dengan berita yang beredar, apalagi tidak semua terbukti kebenarannya.

Baca juga: Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak Sejak Lahir

Tapi bukan berarti pemberian vaksin tidak memiliki efek samping sama sekali. Sama dengan vaksin suntik lainnya, pemberian vaksin MR juga bisa memicu terjadinya demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di lokasi suntikan. Namun hal tersebut sebenarnya normal dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 hari.

Jika tidak ditangani dengan benar, campak merupakan penyakit yang bisa menjadi pembunuh pada anak-anak. Sementara rubella bisa menyebabkan seorang anak mengalami cacat lahir seumur hidup. Pemberian vaksin MR merupakan langkah awal yang paling efektif untuk mencegah anak terinfeksi virus tersebut.

Selain anak-anak, pemberian vaksin juga penting pada remaja dan orang dewasa. Terutama pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Sebab jika infeksi virus terjadi pada wanita hamil, bisa memicu terjadinya berbagai masalah pada janin. Bahkan masalah tersebut mungkin juga akan bertahan dan terbawa hingga anak dewasa kelak.

Baca juga: 7 Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa

Kalau ibu ragu dan butuh saran lebih lanjut seputar masalah vaksin, terutama vaksin MR, tanyakan pada dokter di Halodoc saja. Ibu juga bisa menyampaikan masalah kesehatan dan keluhan lain lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat biar cepat sembuh dan tips menjaga kesehatan dari dokter terpercaya. Ayo, download sekarang di App Store dan Google Play.