19 March 2019

Perlukah Fisioterapi Dilakukan pada Pengidap Epidermolisis Bulosa?

epidermolisis bulosa

Halodoc, Jakarta - Kondisi kulit menjadi rapuh dan mudah melepuh dikenal dengan epidermolisis bulosa, yaitu kelompok penyakit keturunan. Lepuhan terjadi akibat cedera ringan, paparan cuaca panas, gesekan, atau garukan. Umumnya, lepuhan dapat terlihat ketika lahir. Namun, pada beberapa kasus, lepuhan baru muncul pada usia remaja atau awal masa dewasa.

Kondisi ini dapat diturunkan secara autosomal dominan atau autosomal resesif, tergantung pada jenisnya. Penyakit ini dikatakan autosomal dominan jika kelainan genetik dapat diturunkan hanya dengan salah satu orangtua memiliki mutasi pada gen. Sedangkan autosomal resesif memerlukan mutasi gen kedua orangtua. Dalam beberapa kasus, kelainan ini terjadi akibat adanya mutasi gen secara spontan (bukan diturunkan dari orangtua), yang kemudian dapat diturunkan ke anak pengidap.

Penanganan epidermolisis bulosa umumnya dengan cara menghindari gesekan. Pengidap EB juga disarankan untuk mengenakan pakaian yang berbahan lembut. Perawatan juga bisa dilakukan dengan pengisapan bula dengan jarum steril dan membiarkan dinding bula sebagai pelindung. Bagian kulit yang mengalami erosi dapat dioleskan salep antibiotik. Makanan dengan kandungan protein yang tinggi diperlukan untuk menggantikan kehilangan protein melalui luka lecet yang terjadi.

Baca juga: Kulit Sering Melepuh Bisa jadi Epidermolisis Bulosa

Beberapa pengobatan seperti salep kortikosteroid potensi sedang bisa digunakan pada kasus yang lebih berat dan fatal. Penanganan kasus EB memerlukan pemeriksaan langsung dan disesuaikan dengan kondisi kulit setiap pengidap.

Pada kondisi yang lebih parah, jaringan parut dan lepuh di kulit bisa membuat pergerakan tubuh menjadi terbatas. Untuk meningkatkan kemampuan gerak pengidap, dokter akan menyarankan fisioterapi dengan beberapa langkah pengobatan, seperti:

  • Mengoleskan krim pelembap, seperti petroleum jelly, pada lepuhan dan tutup dengan perban. Ingatlah untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh lepuhan dan mengganti perban.
  • Minum obat pereda nyeri 30 menit sebelum mengganti perban. Diskusikan terlebih dahulu pada dokter sebelum menggunakan obat-obatan ini.
  • Membersihkan luka dengan merendamnya ke dalam larutan air garam atau cuka selama 5-10 menit, lalu bilas dengan air hangat. Langkah ini mengurangi nyeri dan membantu perban yang menempel terlepas dengan sendirinya.
  • Menggunakan jarum steril untuk memecahkan lepuhan yang baru terbentuk supaya tidak terjadi penyebaran. Jangan mengelupas kulit yang tersisa dan biarkan mengering untuk melindungi lapisan kulit.
  • Menghindari cuaca yang panas, karena dapat memperburuk kondisi lepuhan.

Baca juga: Apakah Epidermolisis Bulosa Bisa Disembuhkan

Lepuhan yang timbul di dalam rongga mulut atau tenggorokan bisa membuat anak susah makan. Ada cara yang bisa dilakukan supaya anak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup:

  • Pada bayi yang masih menyusui, gunakan dot khusus, alat suntik, atau pipet obat yang ujungnya berbahan karet.
  • Bagi anak-anak, sajikan makanan bernutrisi yang lunak dan mudah ditelan, seperti sup, sayuran, jus buah, dan makanan padat yang dicampur dengan susu atau kaldu (puree).
  • Hidangkan makanan dan minuman pada temperatur hangat, sama dengan temperatur ruangan, atau dingin.

Baca juga: 2 Faktor Risiko Epidermolisis Bulosa

Sedangkan untuk langkah pencegahan, belum ada yang dapat dilakukan. Menghindari timbulnya bula dengan menghindari gesekan dengan baju atau hindari terjadinya luka adalah satu-satunya cara untuk tidak memperparah gangguan kulit ini.

Kamu bisa mendiskusikan mengenai penanganan penyakit kulit ini dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.