21 November 2017

Perlukah Wanita Minum Susu Khusus Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Bagi sebagian ibu, minum susu khusus ibu hamil adalah satu hal yang cukup menyiksa. Pasalnya, jenis susu yang satu ini biasanya memiliki rasa yang kurang enak jika dibandingkan dengan susu biasa. Akhirnya ibu memilih untuk berhenti minum susu dan menjauhi susu khusus ibu hamil.

Pada ibu hamil, mengonsumsi susu dapat membantu melengkapi kebutuhan energi tubuh. Tak hanya bagi ibu, nutrisi yang terkandung dalam susu khusus hamil juga baik untuk janin. Lalu bagaimana jika susu yang dikonsumsi bukan susu khusus?

Sebenarnya tidak ada larangan atau kewajiban yang mengatur jenis susu untuk ibu hamil. Namun, pada susu hamil, biasanya jumlah gizi telah diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan calon ibu.

Mengutip Livestrong, United States Department of Agriculture (USDA) merekomendasikan ibu hamil mengonsumsi susu sebanyak 3 gelas per hari. Sehingga kebutuhan kalsium, vitamin D dan protein janin dapat terpenuhi. Sayangnya hingga kini soal minum susu hamil masih menjadi perdebatan.

Bagi ibu hamil yang berusia 19 tahun, jumlah kalsium yang dibutuhkan adalah 1000 mg per hari. Sementara jika ibu masih berusia di bawah 19 tahun, dibutuhkan setidaknya 1300 mg kalsium untuk memenuhi kebutuhan harian. Setiap satu gelas susu rendah lemak, mengandung sekitar 305 mg kalsium, sehingga  rekomendasi tiga gelas susu per hari diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ini.

Melihat fungsi susu khusus hamil untuk menutrisi janin, sebenarnya ibu bisa menggantinya dengan  makanan sehat yang seimbang. Serta menjaga gaya hidup sehat. Pastikan makanan dan minuman sehari-hari ibu sudah memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Sehingga susu khsusus bukan lagi menjadi prioritas.

Manfaat jangka panjang

Namun ada baiknya ibu tetap mempertimbangkan untuk mengonsumsi susu khusus kehamilan. Sebab jenis susu ini memiliki manfaat jangka panjang bagi bayi.

Penelitian yang diterbitkan oleh European Journal of Clinical Nutrition menunjukkan manfaat dari susu khusus kehamilan. Menurut penelitian itu, ibu hamil yang rutin mengonsumsi susu setiap hari akan melahirkan anak yang memiliki tinggi badan lebih dibanding dengan anak dari ibu yang tidak minum susu. Perbedaan tersebut akan terlihat saat anak-anak memasuki masa remaja.

Rutin minum susu selama masa kehamilan pun dapat membuat anak yang lahir memiliki risiko diabtes lebih rendah. Rata-rata ibu hamil yang menjadi objek penelitian ini minum lebih dari 150 ml susu selama mengandung.

Rutin minum susu selama hamil juga dapat mencegah ibu mengalami masalah tulang, seperti osteoporosis. Sebab kalsium dalam susu akan membantu menjaga kekuatan tulang ibu sekaligus membantu membentuk tulang pada janin. Jika ibu tidak mengonsumsi susu, maka proses ini akan diambil dari kepadatan tulang ibu.

Agar mendapatkan manfaat penuh, pastikan ibu memilih susu sesuai yang dibutuhkan. Biasakan membaca label untuk mengecek kandungan apa saja yang ada dalam susu. Jika ragu, cobalah untuk meminta saran pada dokter atau bidan terkait nutrisi apa saja yang ibu butuhkan selama hamil.

Sebelum memilih jenis susu yang akan dikonsumsi, ibu juga bisa berbicara dengan dokter menggunakan aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Melalui Halodoc, ibu juga bisa dengan mudah membeli produk kesehatan termasuk susu kehamilan. Pesanan akan diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, unduh Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.