Ad Placeholder Image

Pertolongan Pertama Menghilangkan Kejang Pada Anak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Maret 2026

Jangan Panik! Menghilangkan Kejang pada Anak Dengan Tepat

Pertolongan Pertama Menghilangkan Kejang Pada AnakPertolongan Pertama Menghilangkan Kejang Pada Anak

Memahami Kejang pada Anak dan Pentingnya Penanganan Tepat

Kejang pada anak adalah kondisi medis yang bisa membuat orang tua khawatir. Kondisi ini terjadi ketika ada gangguan aktivitas listrik otak yang menyebabkan gerakan otot tidak terkontrol atau perubahan kesadaran. Mengenal langkah pertolongan pertama yang benar saat anak mengalami kejang sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci cara **menghilangkan kejang pada anak** melalui penanganan yang tepat dan kapan harus mencari bantuan medis.

Apa Itu Kejang pada Anak?

Kejang merupakan gangguan neurologis yang timbul akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Pada anak-anak, kejang bisa bermanifestasi dalam berbagai bentuk, mulai dari tatapan kosong, gerakan kedutan ringan, hingga kontraksi otot seluruh tubuh yang melibatkan kehilangan kesadaran. Pemahaman dasar tentang jenis dan penyebab kejang dapat membantu orang tua lebih siap menghadapi situasi ini.

Penyebab Umum Kejang pada Anak

Ada beberapa faktor yang dapat memicu kejang pada anak. Salah satu penyebab paling umum adalah demam tinggi, yang dikenal sebagai kejang demam. Selain itu, kejang juga bisa disebabkan oleh infeksi otak, cedera kepala, gangguan metabolik, gangguan genetik, atau kondisi medis seperti epilepsi. Identifikasi penyebab dapat membantu penanganan jangka panjang oleh dokter.

Pertolongan Pertama Menghilangkan Kejang pada Anak: Langkah Tepat dan Cepat

Saat anak mengalami kejang, kunci utamanya adalah tetap tenang dan bertindak cepat namun hati-hati. Tujuan utama adalah melindungi anak dari cedera dan memastikan jalan napas tetap terbuka. Berikut adalah langkah-langkah detail pertolongan pertama yang dapat dilakukan:

  • **Amankan Posisi Anak:** Segera letakkan anak di tempat yang aman dan datar, seperti tempat tidur atau lantai. Jauhkan semua benda tajam, keras, atau berbahaya di sekitar anak untuk mencegah cedera akibat gerakan tak terkendali.
  • **Posisikan Miring (Recovery Position):** Miringkan tubuh anak ke satu sisi. Posisi ini membantu air liur atau muntahan keluar dari mulut anak sehingga tidak menyumbat jalan napas. Ini sangat penting untuk mencegah risiko tersedak.
  • **Jangan Menahan Gerakan:** Jangan pernah mencoba menahan atau menghentikan gerakan tubuh anak secara paksa. Tindakan ini justru dapat menyebabkan cedera pada otot, tulang, atau sendi anak. Biarkan tubuh anak bergerak sesuai iramanya.
  • **Buka Jalan Napas:** Kendorkan semua pakaian yang ketat, terutama di area leher seperti kerah baju atau syal. Hal ini bertujuan untuk memastikan anak dapat bernapas dengan lega dan mencegah penyempitan jalan napas.
  • **Jangan Memasukkan Apapun ke Mulut:** Larangan keras untuk tidak pernah memasukkan sendok, jari, atau benda apapun ke dalam mulut anak yang sedang kejang. Tindakan ini berisiko menyebabkan cedera pada gigi, gusi, lidah, atau bahkan patahnya rahang. Ada juga risiko benda tersebut masuk ke saluran napas.
  • **Catat Durasi Kejang:** Perhatikan dan catat dengan tepat berapa lama kejang berlangsung. Informasi mengenai durasi kejang sangat penting untuk disampaikan kepada tenaga medis dan membantu diagnosis.

Penanganan Khusus untuk Kejang Demam

Kejang demam adalah jenis kejang yang paling sering terjadi pada anak-anak. Jika kejang disebabkan oleh demam tinggi, ada langkah tambahan yang perlu dilakukan:

  • **Turunkan Panas:** Kompres hangat dapat ditempatkan di area lipatan tubuh seperti ketiak atau selangkangan. Hindari menggunakan air dingin atau alkohol karena dapat menyebabkan suhu tubuh anak turun terlalu drastis atau iritasi kulit.
  • **Berikan Obat Penurun Panas:** Jika anak sudah sadar dan mampu menelan, berikan obat penurun panas sesuai dosis yang dianjurkan dokter atau apoteker. Untuk anak yang tidak sadar, obat penurun panas dapat diberikan melalui dubur (supositoria) sesuai resep dokter.
  • **Diazepam Rektal:** Bagi anak yang memiliki riwayat kejang demam berulang, dokter mungkin meresepkan diazepam dalam bentuk gel rektal (melalui anus). Gunakan obat ini hanya jika diinstruksikan oleh dokter dan sesuai dosis yang ditentukan.

Kapan Harus Segera Mencari Bantuan Medis?

Meskipun banyak kejang pada anak dapat ditangani dengan pertolongan pertama, ada situasi tertentu yang memerlukan perhatian medis darurat. Orang tua harus segera membawa anak ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat jika:

  • Kejang berlangsung lebih dari 5 menit tanpa henti.
  • Kejang terjadi lagi dalam waktu singkat (lebih dari satu kali dalam 24 jam).
  • Anak mengalami kesulitan bernapas atau tampak membiru setelah kejang.
  • Anak tidak sadar atau sangat lesu setelah kejang berakhir.
  • Ini adalah kejang pertama yang dialami anak.

Perawatan Setelah Kejang Berhenti

Setelah kejang berhenti, anak mungkin akan merasa lelah, bingung, atau tertidur. Berikan waktu kepada anak untuk pulih sepenuhnya. Penting untuk tidak memberikan minum atau makan sampai anak benar-benar sadar sepenuhnya dan responsif. Pastikan anak berada di lingkungan yang tenang dan aman selama proses pemulihan.

Kesimpulan

Menghadapi kejang pada anak bisa menjadi pengalaman yang menakutkan, namun dengan pengetahuan yang tepat, orang tua dapat memberikan pertolongan pertama yang efektif. Ingatlah untuk tetap tenang, amankan posisi anak, miringkan tubuhnya, dan jangan memasukkan apapun ke dalam mulutnya. Segera cari bantuan medis jika kejang berlangsung lama, berulang, atau jika ada tanda-tanda bahaya lainnya. Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi medis, Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis anak yang siap membantu memberikan panduan dan rekomendasi terbaik untuk kesehatan anak.