• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pigmentasi Pengaruhi Warna Kulit Wanita

Pigmentasi Pengaruhi Warna Kulit Wanita

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu menemukan kemunculan bintik-bintik gelap berukuran besar pada area seperti wajah, leher, bahu, dan tangan? Jika kamu menemukannya, maka kondisi ini disebut pigmentasi, yang sebagian besar terjadi karena pengaruh sinar matahari. Warna tubuh pada manusia sendiri dipengaruhi oleh zat melanin yang terkandung dalam pigmen.

Jika kamu memiliki kandungan melanin yang cukup tinggi, maka kamu memiliki warna kulit lebih gelap. Begitu juga jika kamu memiliki kandungan melanin sedikit dalam pigmen kamu, warna kulit kamu akan terang. Namun, penyebab pigmentasi bukan hanya matahari. Terdapat faktor yang menyebabkan pigmentasi pada kulit, seperti pencemaran lingkungan, masalah hormonal atau masalah kesehatan lainnya.

Baca juga: Cara Meratakan Kulit Belang Akibat Sinar Matahari 

Jenis Pigmentasi pada Kulit

Zat melanin pada pigmen dihasilkan oleh sel-sel melanosit. Ketika melanosit mengalami kerusakan maka produksi melanin bisa terganggu. Hal ini yang menyebabkan pigmentasi pada kulit. Ada sebagian pigmentasi yang hanya membuat sedikit warna kulit berbeda, sehingga memengaruhi sebagian kecil warna kulit.

Ada juga gangguan pigmen yang menyerang hampir seluruh warna kulit pada tubuh. Berikut ini jenis masalah pigmen pada kulit yang perlu diketahui: 

  • Melasma. Mereka yang mengalami penyakit melasma, biasanya mengalami warna kulit dengan timbul bercak-bercak di kulit pipi, dahi, batang hidung, dagu, tangan, dan leher. Melasma juga bisa muncul pada bagian-bagian kulit yang sering terpapar sinar matahari. Kondisi ini lebih umum dialami wanita, terutama wanita hamil akibat perubahan hormon di dalam tubuhnya. Gangguan ini bisa hilang setelah masa kehamilan selesai atau dengan pengobatan menggunakan krim kulit.

  • Vitiligo. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja. Akibat kondisi ini, maka seseorang akan kehilangan warna kulit, sehingga timbul bercak putih. Umumnya, area yang sering terkena gangguan vitiligo adalah bagian-bagian yang sering terpapar sinar matahari langsung. Pemakaian produk yang mengandung kimia dan tidak cocok untuk kulit juga dapat menyebabkan vitiligo pada kulit. Maka, sebaiknya perhatikan produk-produk yang digunakan pada kulit. Jika ragu, kamu bisa tanya dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu hanya tinggal buka smartphone kamu, dan pilih fitur chat untuk bisa berdiskusi dengan dokter spesialis kulit, kapan saja dan di mana saja.

  • Albinisme. Kondisi ini adalah kelainan genetik ketika kondisi sel melanin tidak dapat berfungsi dengan baik. Biasanya ciri seseorang yang mengalami albinisme terdapat masalah pada warna mata, rambut, dan kulit. Penyakit ini tidak dapat diobati. Maka, pengidap albinisme disarankan untuk menggunakan tabir surya setiap saat agar kulit tetap terjaga meskipun terpapar sinar matahari. Sebab, kulit pengidap albinisme lebih sensitif dan berisiko rusak akibat paparan sinar matahari.

Baca juga: 6 Tips Merawat Kulit Sensitif

Cara Mengatasi Masalah Pigmentasi Kulit

Dokter spesialis kulit akan mendiagnosis penyebab pigmentasi yang kamu alami. Jika masalahnya tergolong ringan, seperti hiperpigmentasi, terdapat langkah pengobatan yang bisa dilakukan melansir dari Healthline, yaitu:

  • Pemberian Obat Resep Topikal. Obat ini bisa mengatasi beberapa kasus hiperpigmentasi dan obat ini biasanya mengandung hydroquinone, yakni zat untuk mencerahkan kulit. Namun, penggunaan hydroquinone topikal yang berkepanjangan menyebabkan kulit menjadi gelap, yang dikenal sebagai ochronosis. Terbaik adalah menggunakan hidroquinon topikal hanya di bawah perawatan dokter kulit sehingga mereka dapat membimbing kamu tentang cara menggunakan obat ini tanpa efek samping.
  • Penggunaan Retinoid Topikal. Menggunakan retinoid topikal juga membantu meringankan bintik-bintik gelap pada kulit. Hydroquinon dan retinoid dapat memakan waktu beberapa bulan untuk meringankan area yang gelap.
  • Tabir Surya. Perawatan di rumah juga termasuk menggunakan tabir surya. Tabir surya adalah satu-satunya faktor terpenting untuk mencegah dan merawat kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Pilihlah tabir surya yang mengandung seng oksida sebagai bahan aktif utama dan setidaknya memiliki SPF 30 hingga 50. Gunakan tabir surya setiap hari, dan aplikasikan kembali setiap dua jam jika kamu berada di bawah sinar matahari. Atau bisa lebih sering saat kamu berkeringat atau berenang.
  • Laser. Dokter bisa menyarankan perawatan laser untuk mengurangi hiperpigmentasi, tergantung pada penyebab hiperpigmentasi.

Baca juga: Tips Merawat Kulit yang Terbakar Sinar Matahari

Itulah masalah pigmentasi kulit dan cara yang bisa kamu tempuh untuk mengatasinya. Jika kamu masih membutuhkan informasi mengenai kesehatan kulit, jangan ragu untuk menghubungi dokter di Halodoc.

 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. What You Should Know About Hyperpigmentation
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to Know About Hyperpigmentation
Cosmopolitan. Diakses pada 2020. How to Get Rid of Pigmentation