• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pigmentasi Penyebab Milia pada Wajah, Benarkah?

Pigmentasi Penyebab Milia pada Wajah, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pigmentasi Penyebab Milia pada Wajah, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Pernah melihat benjolan kecil berwarna putih pada bagian wajah pada bayi yang baru lahir? Kalau tidak, apa dirimu pernah mengalami kondisi ini? Di dunia medis, kondisi ini disebut milia. Milia adalah benjolan berwarna putih yang bisa tumbuh di bagian wajah seperti pipi, hidung, atau bawah mata. Sebagian besar kasusnya muncul pada bayi yang baru lahir

Kondisi ini tidak berbahaya dan tidak perlu diobati karena dapat hilang dengan sendirinya. Lantas, apa saja kondisi yang bisa menjadi penyebab milia? Seperti apa gejala-gejala yang umumnya muncul pada pengidapnya? 

Baca juga: Terkena Milia Saat Hamil, Ketahui 3 Cara untuk Mengatasinya

Terperangkapnya Sel Kulit Mati

Sebenarnya milia tidak disebabkan oleh masalah pigmentasi kulit. Milia ini muncul akibat sel kulit mati atau protein keratin terperangkap di bawah permukaan kulit atau mulut. Kondisi ini umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir. Meski begitu, orang dewasa juga bisa mengalami kondisi serupa. 

Nah, berikut ini jenis milia menurut ahli di Cleveland Clinic:

  • Milia neonatal, ditemukan pada bayi yang baru lahir (hampir setengah bayi yang baru lahir). Milia ini umumnya muncul di sekitar hidung. Milia pada bayi sering kali disebut “jerawat bayi”, meski kondisi ini tidak serupa. 
  • Milia primer, muncul di kelopak mata, dahi, pipi atau alat kelamin, dan dapat terjadi pada anak-anak atau orang dewasa. Milia primer tidak berhubungan dengan kerusakan pada kulit. Seperti milia neonatal, kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya meski mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan.
  • Milia sekunder terjadi setelah kulit rusak akibat luka bakar, ruam, lecet, atau paparan sinar matahari yang berlebihan. Milia jenis ini bisa berkembang saat kulit sembuh. Milia jenis ini bisa disebabkan oleh reaksi terhadap krim atau salep kulit yang kental.
  • Juvenile milia, dikaitkan dengan kelainan bawaan. Milia terkadang muncul saat lahir, atau muncul kemudian dengan sendirinya saat usia bertambah.
  • Milia en plaque, kondisi yang tidak biasa dan sebagian besar menyerang wanita paruh baya. Milia ini berkumpul di belakang telinga, kelopak mata, pipi, atau rahang.

Baca juga: Penyebab Bekas Luka Bakar Dapat Sebabkan Milia

Benjolan Kecil yang Berkelompok

Sebenarnya, gejala milia tidak begitu spesifik. Pada anak-anak milia, umumnya timbul di daerah sekitar mata, hidung, dan mukosa. Benjolan pada kulit berukuran kecil ini (berdiameter 1-2 mm) berwarna putih mutiara hingga kekuningan. Bentuknya bisa dibilang hampir menyerupai jerawat. 

Nah, menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus gejala dapat berupa:

  • Benjolan kecil seperti mutiara di kulit bayi baru lahir.
  • Benjolan kecil yang muncul di pipi, hidung, dan dagu.
  • Benjolan seperti mutiara pada gusi atau langit-langit mulut (mungkin tampak seperti gigi yang keluar melalui gusi). 

Di samping itu, milia biasanya juga muncul dan berkelompok pada dahi, kelopak mata, serta dada. Bila hanya terdapat satu benjolan, maka istilahnya adalah milium. 

Pada beberapa kasus, milia juga bisa menimbulkan rasa gatal. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh multiple eruptive milia (salah satu jenis milia) yang bisa muncul berkelompok selama beberapa minggu atau bulan. Milia jenis ini biasanya muncul di wajah, lengan atas, atau perut bagian atas. 

Baca juga: Ganggu Penampilan, Ini Cara Singkirkan Milia

Mau tahu lebih jauh mengenai milia pada wajah? Atau memiliki keluhan kesehatan kulit lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter kulit melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Milia
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Disease & Conditions. Milia.