07 March 2018

Pintar Omong, Ini Cara Tingkatkan Kemampuan Bahasa Anak

Pintar Omong, Ini Cara Tingkatkan Kemampuan Bahasa Anak

Halodoc, Jakarta – Mendengar Si Kecil bicara adalah hal yang ditunggu-tunggu banyak orangtua. Karena itu, momen Si Kecil mengeluarkan kata pertama tidak boleh terlewatkan, apalagi biasanya, kata pertama yang diucapkan Si Kecil adalah “mama” atau “papa.

Sebenarnya, tahapan perkembangan bahasa anak itu berbeda-beda. Tapi umumnya, anak akan mulai berucap di usia 10-16 bulan dan akan mengalami “ledakan bahasa” di usia 19-20 bulan. Para ahli bahkan menyebutkan bahwa di usia 19-20 bulan tersebut, Si Kecil dapat mempelajari kata-kata baru hingga sembilan kata per hari. Bahkan kabar baiknya, ibu bisa lho, membantu meningkatkan kemampuan bicara anak dengan lima cara berikut ini:

1. Bicara dengan Bahasa Tubuh dan Ekspresi

Marilyn Shatz, seorang psikolog dan penulis buku “A Toddler’s Life” menyebutkan bahwa gerakan tubuh orang tua memiliki peran penting dalam menjalin interaksi dengan anak. Karena itu, saat berbicara dengan Si Kecil, ibu bisa menambahkan bahasa tubuh dan ekspresi. Misalkan, saat ibu ingin mengajak Si Kecil tidur, ibu bisa mengatakan “ayo kita tidur” disertai ekspresi memejamkan mata dan kedua tangan disamping kepala. Ini dilakukan untuk membantu Si Kecil mengasosiasikan ekspresi dan bahasa tubuh ke dalam tindakan, sebelum ia mengenal kata-kata.

2. Perhatikan Gerak Tangan Si Kecil

Meskipun sudah mengenal kata, belum tentu Si Kecil dapat mengatakannya. Sebagai gantinya, Si Kecil akan menggunakan bahasa tubuh seperti gerak tangan untuk berkomunikasi dengan ibu. Karena itu, ibu bisa meningkatkan kemampuan bicara anak dengan menerjemahkan gerak tangan Si Kecil sebagai sebuah tindakan. Misalnya, saat Si Kecil menunjuk sebuah mainan, ibu bisa mengatakan padanya “Adek mau mainan itu?”. Saat Si Kecil melambaikan tangan, ibu bisa mengatakan padanya, “Dadah adek, mau pergi kemana kok dadah?”, dan gerak tangan lainnya. Meskipun sepele, hal ini bisa membantu Si Kecil mengaitkan gerak tangan dengan tindakan lho, bu.

3. Gunakan Kosakata Sebenarnya

Saat mulai berucap, Si Kecil cenderung mengatakan apapun sesuai yang ia tahu. Itu mengapa banyak anak kecil menyebut suatu objek dengan kata yang tidak utuh, misalkan menyebut mobil dengan “bing”, menyebut robot dengan “bot”, dan kata lain yang diucapkan dengan bahasa khas anak-anak. Ini memang lucu, tapi sebaiknya, ibu tetap menggunakan kosa kata sebenarnya saat berkomunikasi dengan Si Kecil. Misalkan saat Si Kecil berucap “bing”, ibu bisa menanggapinya dengan “oh iya ada mobil, lucu ya dek?”. Selain memperbanyak kosakata, hal ini dapat membantu meningkatkan kemampuan bicara anak.

4. Bacakan Cerita

Jika ibu ingin meningkatkan kemampuan bahasa anak, ibu bisa melakukannya dengan membacakan cerita kepada Si Kecil. Selain membantu Si Kecil mencintai buku sejak dini, membacakan cerita dapat meningkatkan kemampuan mendengar, memperbanyak kosakata, dan mengenalkan banyak objek di sekitarnya.

5. Ajak Si Kecil Jalan-Jalan

Untuk memperbanyak kosakata, ibu juga bisa mengajak Si Kecil jalan-jalan, misalkan ke kebun binatang, taman bunga, dan tempat lain. Ini dilakukan agar Si Kecil bisa melihat bentuk fisik dari objek yang dia tahu secara langsung. Ibu juga bisa mengajak Si Kecil playdates bersama anak-anak seusianya agar Si Kecil belajar berinteraksi dan bersosialisasi.

Nah, selama Si Kecil berada di fase pertumbuhan dan perkembangan, jangan lupa untuk perhatikan kondisi kesehatan Si Kecil ya, bu. Jika Si Kecil sakit, sekarang ibu enggak perlu lagi repot ke luar rumah untuk membelikan Si Kecil obat/vitamin. Ibu bisa memanfaatkan fitur Pharmacy Delivery atau Apotik Antar di aplikasi Halodoc. Ibu hanya tinggal pesan obat/vitamin yang dibutuhkan Si Kecil melalui aplikasi Halodoc dan pesanan ibu akan diantar dalam satu jam. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.