Pria Juga Bisa Kena Kanker Payudara

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
pria-juga-bisa-kena-kanker-payudara-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker berbahaya yang perlu diwaspadai.  Pasalnya, sel-sel kanker yang ada di payudara bisa menyebar begitu cepat dan menyebabkan komplikasi serius hingga membahayakan nyawa. Namun, banyak orang mengira hanya wanita saja yang bisa mengalami kanker payudara, sehingga para pria cenderung tidak terlalu mewaspadai penyakit tersebut. Padahal, kanker payudara ternyata juga bisa menyerang para pria lho. Kok bisa? Yuk, cari tahu tentang kanker payudara pada pria dan tanda-tandanya di sini.

Alasan Pria Bisa Terkena Kanker Payudara

Meskipun tidak memiliki payudara yang sama seperti wanita, tapi para pria tetap memiliki jaringan payudara yang bertumbuh selama masa pubertas. Hanya saja, perkembangan jaringan ini pada pria tidak sebanyak wanita. Nah, karena memiliki jaringan payudara, para pria pun berisiko mengalami kanker payudara, meskipun sangat jarang terjadi. Sel-sel kanker bisa berkembang pada jaringan payudara kecil pria, lebih tepatnya di belakang puting.

Kanker payudara pada pria lebih sering dialami oleh pria yang lanjut usia, yaitu sekitar usia 60–70 tahun. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan kanker payudara pada pria juga bisa terjadi di usia berapa pun.

Baca juga: 3 Komplikasi Kanker Payudara yang Perlu Diketahui

Faktor Risiko Kanker Payudara pada Pria

Adapun faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang pria terkena kanker payudara, antara lain:

  • Memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker payudara, terutama saudara perempuan dekat.

  • Pernah terkena paparan radiasi pada bagian dada.

  • Mengalami pembesaran payudara (ginekomastia) akibat hormon atau obat perawatan, atau akibat infeksi dan racun.

  •  Mengonsumsi asupan estrogen.

  • Mengidap sebuah kondisi genetik langka yang disebut sindrom Klinefelter.

  • Pecandu alkohol.

  • Mengidap penyakit hati yang parah (sirosis).

  • Mengalami obesitas atau kegemukan.

  • Terjadi mutasi atau kelainan genetik. Pria dengan gen BRCA2 berisiko lebih besar mengalami kanker payudara.

  • Mengidap penyakit testis, seperti mumps orchitis, cedera testis, dan testis tidak turun.

Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa pria yang bekerja di lingkungan panas, seperti pabrik baja, berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Hal ini karena paparan suhu tinggi dalam jangka waktu yang lama bisa memengaruhi testis yang pada akhirnya berpengaruh pada hormon. Pria yang sering terkena uap bensin atau bahan bakar gas juga disebut-sebut memiliki risiko kanker payudara yang tinggi juga. Namun, butuh penelitian lebih lanjut untuk hal tersebut.

Kenali Gejala-Gejalanya

Gejala awal kanker payudara pada pria umumnya hampir sama dengan gejala kanker payudara pada wanita, yaitu adanya benjolan keras di salah satu payudara yang biasanya tidak terasa sakit. Benjolan ini biasanya muncul di bawah puting dan areola (lingkaran berwarna gelap di sekeliling puting). Selain itu, berikut ini beberapa gejala kanker payudara pada pria pada tahap awal yang perlu diwaspadai:

  • Puting masuk ke dalam (retraksi);

  • Puting mengeluarkan cairan; dan

  • Puting menjadi keras, mengalami iritasi, dan terlihat sakit (korengan pada puting).

Baca juga: 4 Tanda Perubahan pada Puting Payudara yang Perlu Diketahui

Gejala lain juga bisa muncul bila kanker sudah menyebar dari satu payudara ke bagian lain pada tubuh, seperti tulang, hati, atau paru-paru. Kondisi ini sering disebut juga dengan kanker payudara metastasis. Gejala kanker payudara yang sudah mencapai kondisi metastasis, antara lain:

  • Nyeri pada tulang;

  • Pembengkakan kelenjar getah bening, yang biasanya terjadi di dalam atau sekitar ketiak;

  • Merasa lelah sepanjang waktu;

  • Mengalami napas pendek atau sesak napas; dan

  • Kulit terasa gatal dan menguning pada kulit dan mata.

Baca juga: Begini Cara Deteksi Kanker Payudara Sedini Mungkin

Nah, itulah penyebab dan gejala kanker payudara yang perlu diwaspadai para pria. Bila kamu mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kamu juga bisa membicarakan masalah kesehatan tersebut dengan dokter lewat aplikasi Halodoc, lho. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.